TIMIKA – Pemerintah Kelurahan Kamoro Jaya menggelar Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tahun 2026 untuk penyusunan rencana pembangunan tahun anggaran 2027. Dalam forum tersebut, Lurah Kamoro Jaya, Musdalifah, menegaskan komitmennya untuk terus mengusulkan pembangunan demi pemerataan di wilayahnya.

Musdalifah mengatakan, Musrenbang yang dilaksanakan setiap tahun merupakan wadah resmi untuk merencanakan dan mengusulkan program pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Apa yang kita lakukan hari ini sama seperti tahun-tahun sebelumnya, yaitu mengusulkan dan merencanakan pembangunan untuk tahun 2027,” ujarnya di Kantor Kelurahan, belum lama ini.

Ia mengungkapkan, sejak menjabat pada 2022 hingga 2026, berbagai program telah direncanakan dan sebagian sudah terealisasi. Meski demikian, ia mengakui pembangunan di Kamoro Jaya belum sepesat wilayah lain.
“Saya merasa iri ketika melewati jalan di kelurahan atau kampung lain yang pembangunannya sangat cepat, sementara jalan-jalan di Kamoro Jaya masih tertinggal. Namun kami tidak lelah mengusulkan pembangunan demi pemerataan,” tegasnya.
Musrenbang tersebut juga mengundang anggota DPRK Mimika dari Daerah Pemilihan (Dapil) 4 agar dapat ikut mengawal dan mendorong usulan pembangunan yang disampaikan masyarakat.
Sementara itu, Kepala Bidang Pemerintahan dan Pembangunan Manusia (PPM) Bappeda Mimika, Regina Wenda, menjelaskan bahwa setiap usulan pembangunan harus mengacu pada skala prioritas dan selaras dengan visi dan misi kepala daerah.
“Musrenbang adalah agenda tahunan dalam sistem pemerintahan untuk menghimpun seluruh perencanaan dari tingkat kampung, kelurahan, distrik hingga kabupaten, bahkan sampai ke tingkat nasional. Namun perlu dipahami bahwa ada skala prioritas dalam pembangunan,” jelasnya.

Menurut Regina, Bappeda bertugas mengawal seluruh perencanaan agar tetap sejalan dengan arah kebijakan pembangunan yang ditetapkan kepala daerah dalam periode lima tahun kepemimpinan.
“Kita tidak bisa keluar dari visi dan misi bupati dan wakil bupati saat ini. Secara umum, arah pembangunan sekarang dimulai dari kampung ke kota,” tambahnya.
Anggota DPRK Mimika Dapil 4, Marianus Tandiseno, dalam kesempatan itu menyampaikan evaluasinya terhadap pelaksanaan Musrenbang. Ia menilai selama dua periode menjabat, masih banyak usulan masyarakat yang belum terealisasi.
“Musrenbang jangan hanya menjadi formalitas. Kenyataannya, tidak semua usulan masyarakat bisa terealisasi, bahkan hanya sebagian kecil,” ujarnya.

Ia memastikan tujuh anggota DPRK dari Dapil 4 akan turun langsung ke kelurahan untuk melihat kebutuhan riil masyarakat dan mengawal usulan prioritas agar dapat ditindaklanjuti.
Senada dengan itu, anggota DPRK Dapil 4 lainnya, Merry Pongutan, menyampaikan apresiasi karena впервые dapat menghadiri Musrenbang di Kamoro Jaya.
“Selama ini saya sering berhalangan hadir karena tugas di luar daerah. Musrenbang ini penting karena menjadi wadah menyerap aspirasi masyarakat, sama halnya dengan kegiatan reses DPRK,” katanya.
Ia menegaskan akan mengawal usulan masyarakat yang masuk prioritas agar dapat diproses lebih lanjut oleh Bappeda dan direalisasikan.

Sementara itu, Sekretaris Distrik Wania, Aloysius Daproma Yawang, dalam sambutan Kepala Distrik, menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang hadir dan berpartisipasi dalam Musrenbang.
Ia menekankan pentingnya partisipasi aktif masyarakat dalam merumuskan program pembangunan yang sesuai kebutuhan wilayah.
“Melalui forum ini kita menyampaikan aspirasi bersama dan merencanakan program yang realistis. Mari kita bersinergi dan bekerja dengan penuh tanggung jawab agar hasilnya bermanfaat bagi seluruh masyarakat Kelurahan Kamoro Jaya,” tutupnya. (Etty)








