NABIRE – Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa menegaskan bahwa tahun 2026 harus menjadi momentum pembenahan dan penataan di berbagai sektor pembangunan di Papua Tengah. Penegasan itu disampaikan saat menutup talkshow refleksi satu tahun kepemimpinan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Dalam closing Stegmen, Meki Nawipa menekankan bahwa fokus utama pemerintah daerah adalah memastikan masyarakat memperoleh pekerjaan dan penghasilan yang layak. Sejumlah program telah dijalankan, di antaranya Sekolah Sepanjang Hari (SSH) yang memberi ruang bagi mama-mama untuk bekerja, serta Program Mapega yang menyerap tenaga guru sarjana pendidikan.

“Kita sudah menciptakan lapangan kerja. Sekolah sepanjang hari membantu mama-mama bekerja, dan melalui Mapega ada 267 guru yang digaji Rp5 juta per bulan. Dalam enam bulan, sekitar 500 lapangan kerja sudah tercipta,” ujar Nawipa Jumat, (20/2/2026) di Nabire
Gubernur menegaskan, keberhasilan program pembangunan tidak mungkin dicapai tanpa dukungan seluruh elemen, mulai dari masyarakat, pemerintah, DPR, hingga Majelis Rakyat Papua (MRP). Ia mengajak semua pihak bergandengan tangan agar perubahan yang diharapkan dapat terwujud.

“Program ini tidak akan berjalan tanpa dukungan semua orang. Mari kita dukung yang baik, supaya hari esok lebih baik dari hari ini,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Meki Nawipa juga menyampaikan apresiasi kepada DPR Papua Tengah atas dukungan regulasi, khususnya terkait pengelolaan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR). Ia menyebut, regulasi daerah yang telah ditetapkan memberi kepastian hukum bagi masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara legal.
Menurutnya, dengan aturan tersebut, pengajuan izin WPR yang tidak ditanggapi oleh Kementerian ESDM dalam jangka waktu tertentu dapat ditindaklanjuti di tingkat daerah, sehingga pemerintah provinsi tidak sepenuhnya bergantung pada proses di pusat.

Mengakhiri pernyataannya, Gubernur Papua Tengah menyampaikan harapan besar untuk tahun 2026. Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus melakukan pembenahan dan penataan di semua sektor kehidupan masyarakat.
“Kita berharap 2026 ini yang bengkok menjadi lurus, yang kusut menjadi rapi. Mari siapkan diri, tenaga, hati, dan jiwa untuk kehidupan yang lebih baik ke depan,” pungkas Meki Nawipa.(MB)







