NABIRE — Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Nabire mengedepankan pendekatan preemtif dan preventif dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Noken 2026. Operasi ini dilaksanakan bersama unsur Polisi Militer (POM) dan Dinas Perhubungan Kabupaten Nabire sebagai upaya meningkatkan disiplin serta kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas.
Operasi Keselamatan Noken 2026 digelar pada Senin (2/2/2026) sore, pukul 16.00 hingga 17.30 WIT, dengan menyasar empat titik strategis di Kota Nabire, yakni Traffic Light Pantai Nabire, Traffic Light Cendrawasih, Traffic Light Kusuma, serta kawasan Tugu Nabire Hebat.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Kasat Lantas Polres Nabire, IPTU Exaudio P. Raja Hasibuan, S.Tr.K., M.H., dengan sasaran pemeriksaan selektif terhadap pengendara kendaraan roda dua (R2), roda empat (R4), dan roda enam (R6).
IPTU Exaudio menjelaskan bahwa dalam Operasi Keselamatan 2026, pihaknya lebih menitikberatkan pada peneguran dan edukasi kepada masyarakat sebagai langkah awal membangun kesadaran tertib berlalu lintas. Hal itu sejalan dengan program Gubernur Papua Tengah terkait penetapan kawasan tertib berlalu lintas.
“Kami dari Satlantas Polres Nabire dalam Operasi Keselamatan ini lebih mengedepankan peneguran yang bersifat preemtif dan preventif kepada masyarakat,” ujar IPTU Exaudio kepada awak media dalam keterangan pers, Rabu (4/2/2026).
Ia menambahkan, fokus kegiatan Operasi Keselamatan berada di dua jalur utama, yakni ruas Oye hingga Jalan Singamang menuju Kantor Gubernur Papua Tengah, serta jalur Pantai Mah sampai Kodim Nabire. Satlantas Polres Nabire menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam menciptakan kawasan tertib lalu lintas.
Menurut IPTU Exaudio, meski sejak tahun 2025 pihaknya telah aktif melakukan sosialisasi dan peneguran, tingkat pemahaman masyarakat terhadap aturan lalu lintas masih tergolong rendah. Pelanggaran yang kerap ditemukan antara lain pengendara yang tidak mematuhi rambu lalu lintas dan menerobos lampu merah.
“Kami masih sering mendapati pengendara roda dua maupun roda empat yang tidak berhenti saat lampu merah,” katanya.
Dalam pelaksanaannya, Operasi Keselamatan Noken 2026 dilakukan secara bertahap. Pada minggu pertama, kegiatan difokuskan pada sosialisasi dan peneguran. Sementara pada minggu berikutnya, penegakan hukum akan lebih dikedepankan.
“Kami menilai masyarakat sudah mengetahui keberadaan dan aktivitas kami. Harapannya, di minggu kedua angka pelanggaran lalu lintas sudah mulai menurun,” jelasnya.
Selain upaya edukasi, Satlantas Polres Nabire juga melakukan penindakan terhadap pelanggaran kasat mata, khususnya pengendara roda dua yang tidak menggunakan helm dan tidak memasang plat nomor kendaraan. Kendaraan yang melanggar diamankan untuk dilakukan pengecekan nomor rangka dan nomor mesin.
Langkah tersebut dilakukan sebagai respons atas tingginya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di Nabire sepanjang tahun 2024 hingga 2025. IPTU Exaudio mengungkapkan bahwa pada Januari 2026 pihaknya berhasil mengamankan lima unit kendaraan, sementara selama sekitar lima bulan di tahun 2025, Satlantas Polres Nabire telah mengembalikan kurang lebih 20 unit sepeda motor kepada pemiliknya.
“Upaya ini juga bertujuan untuk mengembalikan kendaraan masyarakat yang hilang,” ungkapnya.
Dalam setiap pelaksanaan tugas, Satlantas Polres Nabire tetap mengedepankan prinsip 4S, yakni senyum, sapa, salam, dan membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat.
“Kami berharap masyarakat tetap kooperatif dan tidak sensitif. Kami tidak mencari-cari kesalahan, hanya menindak pelanggaran yang kasat mata,” tegas IPTU Exaudio.
Menutup keterangannya, IPTU Exaudio berharap kesadaran dan ketertiban masyarakat dalam berlalu lintas pada tahun 2026 semakin meningkat. Ia menyoroti tingginya angka kecelakaan lalu lintas di Nabire sepanjang tahun 2025 yang banyak merugikan masyarakat.
“Penurunan kecelakaan dimulai dari tertib berkendara. Kelalaian satu orang dapat berdampak pada orang lain. Banyak kejadian di tahun 2025 yang sangat disayangkan,” pungkasnya. (MB)






