Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

Headline

Presiden Prabowo: Pengentasan Kemiskinan dan Krisis Sampah Adalah Ujian Kepemimpinan Nasional

adminbadge-check


					Presiden Prabowo: Pengentasan Kemiskinan dan Krisis Sampah Adalah Ujian Kepemimpinan Nasional Perbesar

JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa tantangan besar bangsa Indonesia saat ini, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengelolaan sampah nasional, tidak dapat diselesaikan dengan kerja sektoral. Dalam pengarahannya, Presiden menekankan bahwa solusi atas persoalan tersebut membutuhkan persatuan nasional dan kepemimpinan yang bertanggung jawab di setiap lini.

Menurut Presiden, kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan masalah martabat bangsa yang harus segera dituntaskan melalui kolaborasi lintas kementerian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.

Sinergi Pusat dan Daerah

Presiden menyoroti bahwa sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah seringkali menjadi hambatan utama. Beliau menginstruksikan agar seluruh kepala daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, terutama dalam mengimplementasikan program jaring pengaman sosial.

“Kita tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berwacana. Kita butuh pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan memastikan rakyatnya tidak ada yang kelaparan,” tegas Presiden Prabowo dalam forum tersebut. Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026).

Darurat Sampah Nasional

Selain kemiskinan, masalah sampah menjadi poin krusial yang dibahas. Presiden melihat penanganan sampah yang buruk sebagai ancaman bagi kesehatan publik dan kelestarian lingkungan jangka panjang. Beliau mendorong transformasi pengelolaan sampah dari sistem konvensional menuju teknologi ramah lingkungan yang terintegrasi.

Poin Utama Arahan Presiden:

  • Penguatan Ekonomi Kerakyatan: Membuka lapangan kerja di sektor hilirisasi untuk menyerap tenaga kerja dari keluarga prasejahtera.

  • Modernisasi Kelola Sampah: Mendorong investasi pada teknologi Waste-to-Energy di kota-kota besar.

  • Kepemimpinan Berintegritas: Memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan birokrasi.

Harapan Besar Bangsa

Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak swasta dan organisasi sipil, untuk bahu-mambahu. Persatuan dianggap sebagai modal utama agar Indonesia mampu keluar dari jebakan kemiskinan dan mencapai target swasembada serta kebersihan lingkungan pada tahun-tahun mendatang.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline