JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan bahwa tantangan besar bangsa Indonesia saat ini, yakni pengentasan kemiskinan ekstrem dan pengelolaan sampah nasional, tidak dapat diselesaikan dengan kerja sektoral. Dalam pengarahannya, Presiden menekankan bahwa solusi atas persoalan tersebut membutuhkan persatuan nasional dan kepemimpinan yang bertanggung jawab di setiap lini.
Menurut Presiden, kemiskinan bukan sekadar angka statistik, melainkan masalah martabat bangsa yang harus segera dituntaskan melalui kolaborasi lintas kementerian dan dukungan penuh dari pemerintah daerah.
Sinergi Pusat dan Daerah
Presiden menyoroti bahwa sinkronisasi kebijakan antara pusat dan daerah seringkali menjadi hambatan utama. Beliau menginstruksikan agar seluruh kepala daerah tidak lagi berjalan sendiri-sendiri, terutama dalam mengimplementasikan program jaring pengaman sosial.
“Kita tidak butuh pemimpin yang hanya pandai berwacana. Kita butuh pemimpin yang berani mengambil tanggung jawab dan memastikan rakyatnya tidak ada yang kelaparan,” tegas Presiden Prabowo dalam forum tersebut. Kabupaten Bogor, Senin (02/02/2026).
Darurat Sampah Nasional
Selain kemiskinan, masalah sampah menjadi poin krusial yang dibahas. Presiden melihat penanganan sampah yang buruk sebagai ancaman bagi kesehatan publik dan kelestarian lingkungan jangka panjang. Beliau mendorong transformasi pengelolaan sampah dari sistem konvensional menuju teknologi ramah lingkungan yang terintegrasi.
Poin Utama Arahan Presiden:
-
Penguatan Ekonomi Kerakyatan: Membuka lapangan kerja di sektor hilirisasi untuk menyerap tenaga kerja dari keluarga prasejahtera.
-
Modernisasi Kelola Sampah: Mendorong investasi pada teknologi Waste-to-Energy di kota-kota besar.
-
Kepemimpinan Berintegritas: Memastikan anggaran penanggulangan kemiskinan sampai ke tangan yang tepat tanpa potongan birokrasi.
Harapan Besar Bangsa
Menutup arahannya, Presiden mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk pihak swasta dan organisasi sipil, untuk bahu-mambahu. Persatuan dianggap sebagai modal utama agar Indonesia mampu keluar dari jebakan kemiskinan dan mencapai target swasembada serta kebersihan lingkungan pada tahun-tahun mendatang.






