TIMIKA – Aktivitas belajar mengajar di dua sekolah dasar di Kabupaten Mimika terpaksa dihentikan lebih awal akibat aksi pemalangan atau blokade jalan yang dilakukan warga di Jalan Ahmad Yani, Timika, Papua Tengah, Rabu (28/1/2026).
Sekolah yang terdampak adalah SD Negeri 3 Mimika dan SD Koperapoka 1. Pihak sekolah memutuskan memulangkan siswa lebih cepat sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan peserta didik.
Operator Sekolah SD Negeri 3 Mimika, Umi Sahra, mengatakan proses belajar mengajar sempat berlangsung normal sejak pukul 07.00 WIT. Namun, sekitar pukul 08.00 WIT, terjadi aksi pemalangan jalan di sekitar kawasan tersebut.
“Anak-anak sudah masuk kelas dari pagi. Sekitar jam delapan baru terjadi pemalangan. Walaupun tidak langsung ke arah sekolah, kami memilih memulangkan siswa lebih awal untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” katanya saat ditemui di halaman sekolah.
Ia menjelaskan, pihak sekolah juga telah menginformasikan kepada orang tua murid agar segera menjemput anak-anak mereka.
“Tadi kami langsung menghubungi orang tua supaya datang menjemput,” katanya.
Hingga siang hari, aksi blokade jalan masih berlangsung dan belum diketahui kapan akan dibuka. Meski demikian, pihak sekolah berharap kegiatan belajar mengajar dapat kembali berjalan normal pada Kamis (29/1/2026).
“Untuk sementara besok tetap masuk sekolah seperti biasa. Tidak boleh libur kecuali ada arahan resmi dari dinas,” ujarnya.
Saat berita ini diturunkan, para guru masih berada di sekolah untuk menunggu sejumlah siswa yang belum dijemput oleh orang tuanya.
Sebelumnya diberitakan, warga melakukan aksi pemalangan di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Ki Hajar Dewantara, Timika, sebagai bentuk protes atas kematian seorang pemuda berinisial SL. Korban ditemukan meninggal dunia di samping pagar sekilah tepatnya di sekitar tempat pembuangan sampah pada Rabu dini hari.
Aparat Kepolisian masih berjaga-jaga di lokasi pemalangan. (Etty)






