Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Guru Mulai Rasakan Dampak Nyata Kebijakan Kemendikdasmen, Dari Kesejahteraan hingga Administrasi

adminbadge-check


					Guru Mulai Rasakan Dampak Nyata Kebijakan Kemendikdasmen, Dari Kesejahteraan hingga Administrasi Perbesar

JAKARTA – Para tenaga pendidik di berbagai daerah mulai merasakan dampak positif dari rangkaian kebijakan yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Perubahan ini menyasar aspek krusial, mulai dari penyederhanaan beban kerja hingga peningkatan motivasi mengajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkapkan bahwa transformasi pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya, yakni guru sebagai ujung tombak.

Berdasarkan aspirasi yang diserap dari lapangan, terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan para guru terkait kebijakan terbaru:

  1. Pengurangan Beban Administrasi: Guru kini memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi di kelas karena sistem pelaporan yang sebelumnya dianggap rumit kini mulai disederhanakan.

  2. Kepastian Status dan Tunjangan: Upaya percepatan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK serta perbaikan skema tunjangan profesi menjadi faktor utama meningkatnya moral kerja di sekolah.

  3. Pelatihan yang Relevan: Program pengembangan kompetensi kini lebih disesuaikan dengan kebutuhan nyata di kelas, bukan sekadar pemenuhan jam pelatihan formal.

Salah seorang perwakilan guru mengakui bahwa saat ini komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah terasa lebih terbuka. Kebijakan yang dikeluarkan dianggap lebih “membumi” dan menjawab persoalan teknis yang selama ini menghambat proses belajar-mengajar.

“Kami merasakan adanya perubahan paradigma. Guru tidak lagi hanya dianggap sebagai pelaksana kurikulum, tapi juga mitra dalam merumuskan arah pendidikan,” ungkapnya. Sabtu, (24/01/2026).

Pihak Kemendikdasmen menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap setiap kebijakan yang berjalan. Hal ini bertujuan agar dampak positif yang dirasakan tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan nasional secara merata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah Gelar OJT Kusta, Filariasis, dan Hepatitis di Paniai

3 Juni 2026 - 10:35 WIB

IMG 20260603 WA0023

Babak Baru Kasus Sopi Dek 4 KM Leuser, Berkas Tersangka A.T.K Kini di Tangan Kejari Mimika

3 Juni 2026 - 10:31 WIB

IMG 20260603 WA0029

Warna-Warni Bendera Piala Dunia Hiasi Jalanan, Omzet Pedagang Siap Meroket

3 Juni 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260603 WA0028

Hari Kedua Operasi Sikat Cartenz 2026: Polda Papua Tancap Gas Bongkar Jaringan Curanmor Hingga Penjarahan Gudang Distrik

3 Juni 2026 - 10:22 WIB

IMG 20260603 WA0026

Asisten II Setda Deiyai Buka Kegiatan Penyuluhan dan Sosialisasi Kebijakan Pajak Daerah

3 Juni 2026 - 04:43 WIB

IMG 20260603 WA0022
Trending di Headline