Menu

Mode Gelap
Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah

Headline

Guru Mulai Rasakan Dampak Nyata Kebijakan Kemendikdasmen, Dari Kesejahteraan hingga Administrasi

adminbadge-check


					Guru Mulai Rasakan Dampak Nyata Kebijakan Kemendikdasmen, Dari Kesejahteraan hingga Administrasi Perbesar

JAKARTA – Para tenaga pendidik di berbagai daerah mulai merasakan dampak positif dari rangkaian kebijakan yang digulirkan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen). Perubahan ini menyasar aspek krusial, mulai dari penyederhanaan beban kerja hingga peningkatan motivasi mengajar.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) mengungkapkan bahwa transformasi pendidikan saat ini tidak hanya berfokus pada hasil belajar siswa, tetapi juga pada ekosistem pendukungnya, yakni guru sebagai ujung tombak.

Berdasarkan aspirasi yang diserap dari lapangan, terdapat tiga poin utama yang menjadi sorotan para guru terkait kebijakan terbaru:

  1. Pengurangan Beban Administrasi: Guru kini memiliki ruang lebih luas untuk berinovasi di kelas karena sistem pelaporan yang sebelumnya dianggap rumit kini mulai disederhanakan.

  2. Kepastian Status dan Tunjangan: Upaya percepatan pengangkatan guru honorer menjadi PPPK serta perbaikan skema tunjangan profesi menjadi faktor utama meningkatnya moral kerja di sekolah.

  3. Pelatihan yang Relevan: Program pengembangan kompetensi kini lebih disesuaikan dengan kebutuhan nyata di kelas, bukan sekadar pemenuhan jam pelatihan formal.

Salah seorang perwakilan guru mengakui bahwa saat ini komunikasi antara pemerintah pusat dan daerah terasa lebih terbuka. Kebijakan yang dikeluarkan dianggap lebih “membumi” dan menjawab persoalan teknis yang selama ini menghambat proses belajar-mengajar.

“Kami merasakan adanya perubahan paradigma. Guru tidak lagi hanya dianggap sebagai pelaksana kurikulum, tapi juga mitra dalam merumuskan arah pendidikan,” ungkapnya. Sabtu, (24/01/2026).

Pihak Kemendikdasmen menegaskan akan terus melakukan evaluasi berkala terhadap setiap kebijakan yang berjalan. Hal ini bertujuan agar dampak positif yang dirasakan tidak hanya bersifat sementara, melainkan menjadi fondasi kuat bagi peningkatan mutu pendidikan nasional secara merata.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

MIND ID dan PTFI Ajak Jurnalis Mimika Ungkap Cerita di Balik Kekayaan Mineral Papua

3 September 2026 - 14:47 WIB

IMG 20260903 WA0018

Serapan APBD Mimika Baru 37 Persen, Bupati Targetkan Capai 90 Persen Akhir Tahun

3 September 2026 - 14:37 WIB

IMG 20260903 WA0009

Diundang Tak Hadir, DPR Papua Tengah Tunda Rapat Bahas Aspirasi SIMAPITOWA dan Nifasi

3 September 2026 - 14:24 WIB

IMG 20260903 WA0065

Polisi Temukan Mobil Rental yang Dipakai Pelaku Penganiayaan Maut di Mile 28

3 September 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260903 WA0037

Keluarga Tuntut Kepastian Sejumlah Perempuan Yang Dibawah Paksa dari Jila

3 September 2026 - 14:03 WIB

IMG 20260903 WA0035
Trending di Headline