Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik

Etty Welerbadge-check


					Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik Perbesar

INTAN JAYA – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama Elmen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di Intan Jaya, Papua Tengah Selasa (13/1/2026).

Aksi demontrasi GPMI yang bertajuk,” Intan Jaya krisis kemanusiaan demi kepentingan investasi.

Massa aksi dari 4 titik kumpul, Titik 1 muara 2. Wandoga. 3 Depan Bank Papua 4. Tambabuga mulai bergerak pukul 10.00. WPT menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Mahasiswa dan masyarakat menuju ke kantor Bupati seraya membentangkan berbagai pamflet bertuliskan,” Intan Jaya Krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam Blok Wabu di Intan Jaya.

Pamflet lainnya bertuliskan,” jangan perkosa saya, stop. Intan Jaya masih gelap. Bupati Saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik Militer Non organik dan non organik dari Intan Jaya.

Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran Militer non organik dan organik di tanah Papua adalah ilegal, justru mereka hadir bukan untuk mengayomi masyarakat dan menjaga masyarakat melainkan membuat trauma bagi rakyat.

“Untuk itu, Pihaknya mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik Pasukannya dari intan Jaya pada umumnya Papua,” tegasnya.

Lanjutnya, kata dia, Intan Jaya krisis kemanusiaan, kehadiran militer di Intan Jaya adalah memfasilitasi oleh negara itu sendiri untuk meloloskan investasi di Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.

“Dengan tegas, dari akar rumput Gerakan Pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya,” tegasnya.

Hingga kini pukul 12:04 WIB. Massa aksi geruduk masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline