Menu

Mode Gelap
Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk DPD RI Sampaikan Respons atas Situasi Keamanan Papua, Dorong Penyelesaian Menyeluruh Natalius Pigai Soroti Insiden Berdarah di Papua Tengah, Minta Penyelidikan Menyeluruh Menteri HAM Tolak Pelaporan Jusuf Kalla, Dorong Penyelesaian Lewat Dialog Senator Papua Tengah Wilhelmus Pigai Soroti Temuan BPS: Penyaluran Bansos Harus Ketat Sesuai Kriteria Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus

Headline

Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik

Etty Welerbadge-check


					Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik Perbesar

INTAN JAYA – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama Elmen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di Intan Jaya, Papua Tengah Selasa (13/1/2026).

Aksi demontrasi GPMI yang bertajuk,” Intan Jaya krisis kemanusiaan demi kepentingan investasi.

Massa aksi dari 4 titik kumpul, Titik 1 muara 2. Wandoga. 3 Depan Bank Papua 4. Tambabuga mulai bergerak pukul 10.00. WPT menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Mahasiswa dan masyarakat menuju ke kantor Bupati seraya membentangkan berbagai pamflet bertuliskan,” Intan Jaya Krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam Blok Wabu di Intan Jaya.

Pamflet lainnya bertuliskan,” jangan perkosa saya, stop. Intan Jaya masih gelap. Bupati Saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik Militer Non organik dan non organik dari Intan Jaya.

Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran Militer non organik dan organik di tanah Papua adalah ilegal, justru mereka hadir bukan untuk mengayomi masyarakat dan menjaga masyarakat melainkan membuat trauma bagi rakyat.

“Untuk itu, Pihaknya mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik Pasukannya dari intan Jaya pada umumnya Papua,” tegasnya.

Lanjutnya, kata dia, Intan Jaya krisis kemanusiaan, kehadiran militer di Intan Jaya adalah memfasilitasi oleh negara itu sendiri untuk meloloskan investasi di Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.

“Dengan tegas, dari akar rumput Gerakan Pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya,” tegasnya.

Hingga kini pukul 12:04 WIB. Massa aksi geruduk masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bangun Keluarga Harmonis, Disdukcapil Mimika Sosialisasikan Nikah, Talak, Cerai, dan Rujuk

29 April 2026 - 14:35 WIB

IMG 20260429 WA0036

Kesiapan Capai 99 Persen, Musorkablub KONI Mimika Siap Digelar 1 Mei 2026 

29 April 2026 - 13:48 WIB

IMG 20260429 WA0185

Turun ke Jalan, Polisi Fokus Pengamanan Lalulintas Bagi Pelajar di Timika 

29 April 2026 - 13:40 WIB

IMG 20260429 WA0120

Kolaborasi Aparat Kepolisian dan Pemerintah Distrik Tembagapura Gerak Cepat Salurkan Bantuan Kepada Korban Longsor 

29 April 2026 - 13:34 WIB

IMG 20260429 WA0118

Gubernur Papua Tengah Tekankan Penguatan Nasionalisme dalam Seminar Wawasan Kebangsaan di Nabire

29 April 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260429 WA0112
Trending di Headline