Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik

Etty Welerbadge-check


					Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik Perbesar

INTAN JAYA – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama Elmen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di Intan Jaya, Papua Tengah Selasa (13/1/2026).

Aksi demontrasi GPMI yang bertajuk,” Intan Jaya krisis kemanusiaan demi kepentingan investasi.

Massa aksi dari 4 titik kumpul, Titik 1 muara 2. Wandoga. 3 Depan Bank Papua 4. Tambabuga mulai bergerak pukul 10.00. WPT menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Mahasiswa dan masyarakat menuju ke kantor Bupati seraya membentangkan berbagai pamflet bertuliskan,” Intan Jaya Krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam Blok Wabu di Intan Jaya.

Pamflet lainnya bertuliskan,” jangan perkosa saya, stop. Intan Jaya masih gelap. Bupati Saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik Militer Non organik dan non organik dari Intan Jaya.

Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran Militer non organik dan organik di tanah Papua adalah ilegal, justru mereka hadir bukan untuk mengayomi masyarakat dan menjaga masyarakat melainkan membuat trauma bagi rakyat.

“Untuk itu, Pihaknya mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik Pasukannya dari intan Jaya pada umumnya Papua,” tegasnya.

Lanjutnya, kata dia, Intan Jaya krisis kemanusiaan, kehadiran militer di Intan Jaya adalah memfasilitasi oleh negara itu sendiri untuk meloloskan investasi di Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.

“Dengan tegas, dari akar rumput Gerakan Pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya,” tegasnya.

Hingga kini pukul 12:04 WIB. Massa aksi geruduk masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DP3AP2KB Mimika Gelar Pelatihan Peningkatan Kapasitas SDM bagi Organisasi Perempuan

23 Juni 2026 - 07:47 WIB

IMG 20260623 WA0024

Kesbangpol Mimika Sosialisasikan Penguatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara di Timika

23 Juni 2026 - 07:44 WIB

IMG 20260623 WA0002

Polres Mimika Selidiki Dugaan Penipuan Berkedok Lowongan Kerja

23 Juni 2026 - 07:40 WIB

IMG 20260623 WA0035

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Kapolda Papua Tengah Dorong RS Bhayangkara Jadi Garda Terdepan Pelayanan Masyarakat Mimika

23 Juni 2026 - 07:37 WIB

IMG 20260623 WA0033

Mahasiswa Kritik Ketidakhadiran Anggota DPR Papua Tengah Saat Penyampaian Aspirasi Kasus Kembru Berdarah

23 Juni 2026 - 07:30 WIB

IMG 20260623 WA0019
Trending di Headline