Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik

Etty Welerbadge-check


					Intan Jaya Krisis Kemanusiaan, GPMI tolak kehadiran militer Organik & Non Organik Perbesar

INTAN JAYA – Gerakan Pelajar Mahasiswa Intan Jaya se-Indonesia (GPMI) bersama Elmen masyarakat menggelar aksi demonstrasi damai di Intan Jaya, Papua Tengah Selasa (13/1/2026).

Aksi demontrasi GPMI yang bertajuk,” Intan Jaya krisis kemanusiaan demi kepentingan investasi.

Massa aksi dari 4 titik kumpul, Titik 1 muara 2. Wandoga. 3 Depan Bank Papua 4. Tambabuga mulai bergerak pukul 10.00. WPT menuju ke titik sasaran aksi Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya.

Mahasiswa dan masyarakat menuju ke kantor Bupati seraya membentangkan berbagai pamflet bertuliskan,” Intan Jaya Krisis kemanusiaan demi Kepentingan Investasi. Stop militerisasi di Intan Jaya pada umumnya Papua. Tolak PT Antam Blok Wabu di Intan Jaya.

Pamflet lainnya bertuliskan,” jangan perkosa saya, stop. Intan Jaya masih gelap. Bupati Saya butuh sekolah. Intan Jaya darurat militer, segera tarik Militer Non organik dan non organik dari Intan Jaya.

Koordinator aksi, Josua Sani mengatakan kehadiran Militer non organik dan organik di tanah Papua adalah ilegal, justru mereka hadir bukan untuk mengayomi masyarakat dan menjaga masyarakat melainkan membuat trauma bagi rakyat.

“Untuk itu, Pihaknya mendesak kepada presiden RI Prabowo Subianto dan Panglima TNI segera menarik Pasukannya dari intan Jaya pada umumnya Papua,” tegasnya.

Lanjutnya, kata dia, Intan Jaya krisis kemanusiaan, kehadiran militer di Intan Jaya adalah memfasilitasi oleh negara itu sendiri untuk meloloskan investasi di Intan Jaya dan seluruh Tanah Papua.

“Dengan tegas, dari akar rumput Gerakan Pelajar-mahasiwa dan masyarakat Intan Jaya menolak kehadiran militer organik dan non organik di Intan Jaya,” tegasnya.

Hingga kini pukul 12:04 WIB. Massa aksi geruduk masih berorasi di depan Kantor Bupati Kabupaten Intan Jaya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline