Menu

Mode Gelap
Breaking News : Ruang Terpadu RSUD Paniai Terbakar Hangus DPD RI Dorong Percepatan RUU Bahasa Daerah, Ratusan Bahasa Terancam Punah Ketua DPD RI Sultan B. Najamudin Raih Gelar Doktor Kehormatan dari KMOU OPINI : Pemuda dan Arah Transformasi Mimika, Menguatkan Kolaborasi dalam Semangat Kritis dan Konstruktif Era Baru Pemerintahan, Inpres Sepak Bola 2019 Dinilai Masih Relevan Ketua DPD RI Lepas Timnas Pelajar U-17 BLiSPI Berlaga ke Thailand di Momen Idulfitri

Headline

Forum Pegiat Literasi Papua Tengah Rumuskan Solusi Bersama Hadapi Masalah Literasi di 8 Kabupaten

Etty Welerbadge-check


					Forum Pegiat Literasi Papua Tengah Rumuskan Solusi Bersama Hadapi Masalah Literasi di 8 Kabupaten Perbesar

NABIRE – Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah menggelar Temu Akbar Literasi 8 Kabupaten untuk merumuskan solusi bersama terhadap tantangan literasi di wilayah Papua Tengah. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis (27/11/2025) dan dihadiri oleh puluhan pegiat literasi dari berbagai yayasan, lembaga pendidikan, taman baca, komunitas serta perwakilan dari tiap kabupaten.

Img 20251030 wa0049

Ketua Forum Pegiat Literasi Provinsi Papua Tengah, Mecky Tebai, menjelaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah memetakan masalah literasi di daerah, termasuk kendala dan rekomendasi yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah.

“Tujuan kegiatan ini adalah merampungkan semua masalah-masalah dari delapan kabupaten. Komunitas, kendalanya seperti apa, dan rekomendasi kepada pemerintah,” ujar Mecky.

Menurutnya, kehadiran perwakilan Komisi V DPR Papua Tengah menjadi langkah penting untuk menyatukan persepsi serta menyusun kebijakan berbasis masalah riil di lapangan.

“Perwakilan Komisi V bidang pendidikan ini penting sekali. Filosofi kami, jika ada masalah kita harus kembali ke rumah, duduk bersama dan membicarakannya,” jelasnya.

Mecky menegaskan bahwa Papua Tengah saat ini sedang menghadapi persoalan besar di bidang literasi. Karena itu, perlu ada ruang bersama untuk menggali persoalan dan mencari solusi.

“Ketika kita tahu masalahnya, kita cari solusinya bersama. Solusi ini akan kita berikan kepada pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif,” imbuhnya.

Ia berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang berdampak pada pencegahan dan penanganan rendahnya minat baca serta buta huruf di kampung-kampung.

“Output yang diharapkan adalah gerakan literasi ke depan tidak diabaikan, baik dalam program kerja maupun pemberantasan buta huruf. Hari ini minat baca anak-anak semakin hilang dan banyak yang perlu kita tolong,” ujar Mecky.

Tercatat lebih dari 70 peserta mendaftar dalam kegiatan ini, sementara lebih dari 50 orang hadir langsung mengikuti jalannya pertemuan. Seluruh kabupaten di Papua Tengah mengirimkan perwakilan.

“Semua ada. Dari yayasan, sekolah, taman baca, lapak baca, dan relawan dari Paniai, Deiyai, Dogiyai, bahkan dari Puncak juga hadir,” ungkap Mecky.

Ia menutup pernyataannya dengan optimisme bahwa kegiatan ini akan menjadi langkah awal gerakan literasi yang lebih terarah dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Serahkan 70 SK PNS TH K2, Kepala BKPSDM Papua Tengah: “Harus Disiplin Kerja dan Tanamkan Budaya Malu”

10 April 2026 - 13:14 WIB

IMG 20260410 WA0026

Pemulihan Keamanan Dogiyai Jadi Prioritas, Kapolda: Situasi Mulai Membaik

10 April 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260410 WA0022

IPMADO Sorong Gelar Diskusi Publik tentang Fenomena Media Sosial di Era Digital

10 April 2026 - 12:50 WIB

IMG 20260410 WA0021

Pertamina Pastikan Pasokan LPG 12 Kg Masuk 14 April, Warga Diminta Tak Panik

10 April 2026 - 12:44 WIB

IMG 20260410 WA0002

Skema Multiyears, Pemkab Mimika Teken MoU Pembangunan Gedung C2 RSUD Mimika

10 April 2026 - 12:35 WIB

IMG 20260410 WA0019
Trending di Headline