Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Tolak Kehadiran Marinir: Anggota DPRK Minta Evaluasi Penempatan Pasukan

Etty Welerbadge-check


					Tolak Kehadiran Marinir: Anggota DPRK Minta Evaluasi Penempatan Pasukan Perbesar

PANIAI – Sejumlah tokoh masyarakat di Distrik Ekadidee, Kabupaten Paniai, Provinsi Papua Tengah, menyampaikan penolakan terhadap kehadiran personel TNI/Polri non-organik, khususnya pasukan Marinir, yang mulai beroperasi di wilayah tersebut pada Selasa (28/10/2025) kemarin.

Penolakan itu disampaikan dalam pertemuan bersama tokoh pemuda, tokoh agama, kepala suku, kepala distrik, serta anggota DPRK Kabupaten Paniai, Yudas Nawipa. Mereka menegaskan bahwa tidak memberikan izin bagi pasukan Marinir untuk bermalam atau menempati fasilitas umum seperti rumah warga, puskesmas, sekolah, kantor distrik, maupun gereja di wilayah Ekadidee, Pasir Putih.

“Saya sebagai anggota DPRK Kabupaten Paniai tidak mengetahui adanya surat izin dari atasan, baik Panglima TNI maupun Presiden Prabowo Subianto,” tegas Yudas Nawipa di Paniai, Selasa (28/10).

Menurut Yudas Nawipa, penempatan pasukan Marinir di Paniai dianggap tidak relevan dengan kondisi geografis daerah tersebut yang merupakan wilayah pegunungan, bukan pesisir atau kepulauan.

“Pertanyaan saya, apakah di Kabupaten Paniai ada laut atau kepulauan sehingga Marinir harus bertugas di sini? Marinir memiliki tugas pokok di laut dan kepulauan, sehingga penugasan mereka di wilayah daratan pegunungan perlu dievaluasi,” ujar Yudas.

Ia juga meminta kepada Panglima TNI agar segera meninjau ulang penempatan pasukan Marinir di Paniai. Menurutnya, situasi keamanan di wilayah tersebut membutuhkan pendekatan yang lebih tepat agar tidak menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.

“Saya minta Panglima TNI mengevaluasi penempatan Marinir di Paniai. Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, juga diharapkan segera menarik kembali pasukan non-organik TNI/Polri yang bertugas di Distrik Ekadidee,” tambahnya.

Kesepakatan bersama antara masyarakat dan tokoh-tokoh setempat menegaskan bahwa personel Marinir harus ditarik kembali ke wilayah kota Enarotali atau ke Distrik Aradidee, tempat di mana terdapat markas Danramil dan Polsek setempat. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Deiyai Serahkan Mobil Operasional untuk Dukung Tugas Satpol PP

26 Juni 2026 - 12:48 WIB

IMG 20260626 WA0053

Terhitung Dua Hari Usai Dilantik, Pengurus DPC Barisan Merah Putih RI Kabupaten Paniai Mengundurkan Diri 

26 Juni 2026 - 12:42 WIB

IMG 20260626 WA0055

Wagub Deinas Geley Resmikan Gedung Gereja GKII Jemaat Bukit Zaitun Kalisusu, Ajak Gereja Perkuat Persatuan dan Dukung Pembangunan Papua Tengah

26 Juni 2026 - 12:36 WIB

IMG 20260626 WA0064

Dinas Pendidikan Nabire Integrasikan Edukasi Malaria ke Kurikulum, Mulai Diterapkan Tahun Ajaran Baru

26 Juni 2026 - 12:28 WIB

IMG 20260626 WA0075

DPRD Deiyai Serap Aspirasi Warga Distrik Tigi, Keamanan dan Pengendalian Miras Jadi Perhatian Utama

26 Juni 2026 - 12:21 WIB

IMG 20260626 WA0082
Trending di Headline