Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

Headline

Pemprov Papua Tengah Dorong Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Dorong Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Perbesar

NABIRE — Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah menggelar kegiatan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan kajian akademik Rancangan Peraturan Daerah tentang Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Kayu dan Bukan Kayu di Hotel Carmel, Nabire, Rabu (15/10).

Img 20251015 wa0240

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Asisten Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah, Zakharias F. Marey, S.Sos., M.T., yang mewakili Gubernur Papua Tengah, serta sejumlah pemangku kepentingan dari berbagai unsur seperti akademisi, pengusaha hutan, dan tokoh masyarakat adat.

Turut hadir narasumber dari Universitas Papua (Unipa) Manokwari, yakni Rudi Maturbong, Petrus A., dan D. Renwarin, perwakilan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Papua, serta para peserta sosialisasi dan tamu undangan.

Img 20251015 wa0235

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kehutanan, dan Pertanahan (DLHKP) Provinsi Papua Tengah,  Yan Richard Pugu, S.Hut, M.Si. menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari proses panjang penyusunan regulasi daerah yang telah direncanakan sejak tahun 2022–2023.

FGD ini bertujuan menghimpun masukan dari berbagai pihak, termasuk akademisi, pengusaha, dan masyarakat adat, agar kebijakan kompensasi yang dihasilkan benar-benar berkeadilan dan dapat diterima semua pihak.

“Masukan dari para peserta menjadi sangat penting agar kebijakan yang kita susun memiliki kekuatan implementatif di lapangan dan bisa menjadi dasar hukum yang adil bagi semua pihak yang berkepentingan,” ujar Yan

Img 20251015 wa0244

Mewakili Gubernur Papua Tengah, Bapak Zakharias F. Marey, S.Sos., M.T. dalam sambutannya menegaskan bahwa penyusunan standar kompensasi atas hasil hutan merupakan langkah penting untuk menjamin keadilan bagi masyarakat adat sebagai pemilik hak ulayat.

“Kegiatan ini memiliki makna strategis, karena menyangkut identitas, martabat, dan keberlanjutan hidup masyarakat adat yang selama ini menjaga dan mengelola sumber daya alam di tanahnya sendiri,” ujarnya.

Beliau menambahkan bahwa Pemerintah Provinsi Papua Tengah berkomitmen memastikan seluruh kegiatan pemanfaatan sumber daya alam, khususnya di sektor kehutanan, dilakukan dengan prinsip keadilan, keberlanjutan, dan penghormatan terhadap hak-hak masyarakat adat.

Img 20251015 wa0243

“Pembangunan di atas tanah Papua tidak boleh hanya mengejar pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus memperkuat nilai kemanusiaan, menjaga keseimbangan alam, dan menghormati budaya yang diwariskan oleh leluhur,” tegas Marey.

Lebih lanjut, ia berharap melalui kegiatan FGD ini akan lahir sebuah kajian akademik yang kuat dan berkeadilan sebagai dasar penyusunan Peraturan Daerah Provinsi Papua Tengah tentang Standar Kompensasi Hak Masyarakat Adat atas Hasil Hutan Kayu dan Bukan Kayu.

“Perda ini nantinya diharapkan mampu memberi arah yang jelas dalam menetapkan standar kompensasi bagi masyarakat adat, agar tidak ada lagi ketimpangan antara pihak perusahaan dan pemilik hak ulayat,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Asisten Bidang Administrasi Umum membuka secara resmi kegiatan FGD tersebut dan mengajak seluruh peserta untuk bersama-sama memperkuat tata kelola kehutanan yang berkeadilan, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat adat.

“Semoga hasil FGD ini menjadi langkah nyata menuju tata kelola kehutanan yang berkeadilan dan memperkuat posisi Papua Tengah sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai kearifan lokal,” tutupnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline