Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa Papua Tengah Tuntut Pembebasan Tapol dan Tolak Investasi di Mimbar Bebas Nabire Perbesar

NABIRE – Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Papua Tengah menggelar aksi mimbar bebas di Pasar Karang Nabire, Kamis (11/9/2025). Aksi ini dipimpin oleh koordinator lapangan, Marius Petege, dan diikuti lebih dari 200 peserta.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan dua tuntutan utama. Pertama, mereka mendesak pemerintah untuk segera membebaskan empat tahanan politik (tapol) di Sorong tanpa syarat. Menurut mereka, keempat tapol yang disebut sebagai aktivis Negara Republik Federal Papua Barat (NRFPB) tengah menjalani proses persidangan, dengan sidang lanjutan dijadwalkan pada 5 September lalu.

“Kami bersolidaritas untuk empat tapol di Sorong. Tuntutan kami jelas: segera bebaskan tanpa syarat,” tegas Marius Petege kepada wartawan.

Tuntutan kedua berkaitan dengan penolakan terhadap investasi di Papua Tengah. Massa menilai kehadiran perusahaan-perusahaan di wilayah tersebut tidak memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Mereka mengutip temuan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menyebutkan terdapat 53 izin usaha di Papua Tengah, namun hanya dua perusahaan yang dinyatakan sah dan legal.

Mahasiswa menilai investasi yang ada justru mengancam keberlangsungan hidup masyarakat Papua dan hanya menguntungkan segelintir elit.

“Perusahaan-perusahaan ini tidak hadir untuk menyejahterakan rakyat Papua, tetapi untuk kepentingan individu tertentu. Kami tidak bisa menerima ini,” ujar Marius sebagai kordinator lapangan yang juga mahasiswa Universitas Cenderawasih kelas Nabire.

Massa menegaskan akan terus melakukan aksi serupa hingga pemerintah daerah maupun pusat menanggapi tuntutan mereka secara serius. Mereka juga menekankan peran mahasiswa sebagai agen perubahan yang wajib bersuara bagi masyarakat.

Aksi mimbar bebas ini turut mengundang wartawan untuk meliput, agar aspirasi mahasiswa dapat tersampaikan kepada pemerintah pusat maupun daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266

Perkuat Layanan Masyarakat, Kadis Kominfo Deiyai Salurkan Tiga Unit Starlink Kepada Warga Wagomani 

14 Februari 2026 - 15:13 WIB

Img 20260214 wa0282

Bupati dan Pemilik Tanah Buka Kembali Akses Jalan Petrosea Tembus Bandara Mozes Kilangin, Pastor Ibrani Gwijangge Memberkati Jalan 

14 Februari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260214 222928 gallery

DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat

14 Februari 2026 - 03:57 WIB

Img 20260213 wa0045 3361434797
Trending di News