Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

News

Tarian Damai dari Mimika Gemparkan Festival Budaya Papua Tengah 2025

adminbadge-check


					Tarian Damai dari Mimika Gemparkan Festival Budaya Papua Tengah 2025 Perbesar

NABIRE – Rintik hujan yang turun di Lapangan Bandara Lama Nabire, Rabu (3/9/2025), tak menyurutkan antusiasme ribuan penonton yang hadir di pembukaan Festival Budaya Pelajar Papua Tengah 2025. Sorak sorai makin pecah ketika 16 penari muda asal Kabupaten Mimika naik ke panggung.

Mereka tampil dengan busana adat yang memadukan dua identitas besar Papua: pegunungan dan pesisir. Dari awal, gerakan tari mereka menceritakan kehidupan sehari-hari ada yang bercocok tanam, berburu, hingga melaut. Namun suasana berubah tegang saat konflik digambarkan. Penari saling berhadapan, senjata simbolis diangkat, tubuh-tubuh berguguran.

Tiba-tiba, seorang penari masuk membawa bendera Merah Putih. Ia memisahkan senjata dan mengajak semua bangkit kembali. Pertunjukan pun ditutup dengan lingkaran damai, diiringi kibaran merah putih yang membuat penonton merinding.

“Pesannya sederhana, kita sama-sama orang Papua. Kenapa harus bertikai kalau bisa hidup damai?” kata pelatih tim Mimika, Salju Sandalinggi, usai pertunjukan.

Salju menjelaskan, tarian perdamaian ini diangkat dari cerita rakyat Papua, lalu dikemas dalam bentuk sendratari. Meski baru pertama kali ikut kategori sendratari, tim Mimika sudah berpengalaman di banyak festival, dari tingkat nasional hingga internasional. Bahkan mereka pernah membawa juara pertama di Mandalika Festival Internasional yang diikuti 16 negara.

Menurutnya, kekuatan tarian ini ada pada kombinasi gerakan khas Papua, mulai dari Asmat hingga Yosim, yang digabung menjadi satu alur cerita tentang persatuan. “Kami ingin anak muda Papua yang menonton bisa menangkap makna pentingnya menjaga kedamaian. Papua Tengah harus tetap aman, bersatu, dan maju,” ujarnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline