Menu

Mode Gelap
Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku Masyarakat Paniai Berdomisili Mimika Mendukung Daerah Otonom Kabupaten Moni, Mengecam Aksi Protes Piyos News Rayakan HUT ke-2, Perkuat Peran dari Papua Tengah hingga Nasional

Headline

Workshop Integrasi Layanan Primer Digelar, Papua Tengah Dorong Transformasi Sistem Kesehatan

Etty Welerbadge-check


					Workshop Integrasi Layanan Primer Digelar, Papua Tengah Dorong Transformasi Sistem Kesehatan Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana resmi membuka Workshop Integrasi Layanan Primer (ILP) Tahun 2025. Kegiatan ini berlangsung pada 20–30 Agustus 2025 di Auditorium RRI Nabire, dengan melibatkan 45 peserta dari jajaran aparatur kesehatan provinsi.

Acara dibuka dengan laporan Ketua Panitia yang menegaskan bahwa workshop ILP merupakan tindak lanjut kebijakan Kementerian Kesehatan, sesuai Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 107/Menkes/2023 tentang Petunjuk Teknis Integrasi Layanan Kesehatan Primer. Program ini disinergikan dengan prioritas pembangunan daerah yang digagas Gubernur Papua Tengah, Mekinawipa, dan Wakil Gubernur, Deinas Geley.

“Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas layanan kesehatan di Papua Tengah, khususnya di wilayah pesisir hingga pegunungan. Saat ini dari 150 puskesmas, belum ada yang melaksanakan integrasi layanan primer secara optimal,” jelas panitia dalam laporannya.

Dalam sambutannya, perwakilan Balai Besar Pelatihan Kesehatan (BBPK) Makassar, Muh. Iskandar Hafid, menyampaikan bahwa Papua Tengah merupakan salah satu mitra strategis dalam pengembangan kapasitas tenaga kesehatan di kawasan timur Indonesia.

“Filosofi ILP adalah menjaga orang sehat tetap sehat. Prinsip preventif dan deteksi dini menjadi kunci agar masyarakat tidak jatuh sakit. Kami berharap workshop ini melahirkan tenaga kesehatan yang siap menjadi pelatih dan pembimbing di tingkat kabupaten hingga puskesmas,” ujar Iskandar.

Arahan Kadinkes Papua Tengah

Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Papua Tengah, dr. Agus M.Kes, CH. Med, CHt, dalam sambutannya menegaskan pentingnya workshop ILP sebagai bagian dari transformasi layanan kesehatan di Papua Tengah.

“Workshop ini bukan sekadar pelatihan teknis, melainkan langkah strategis untuk membangun sistem kesehatan yang lebih terintegrasi. Kita harus menata ulang layanan primer berbasis keluarga dan komunitas, serta memastikan puskesmas menjadi pusat pembinaan kader posyandu sebagai ujung tombak di masyarakat,” ungkap Agus.

Ia menambahkan bahwa ILP telah diinisiasi di beberapa kabupaten, seperti Nabire, Mimika, dan Paniai, meskipun belum optimal. “Kita sedang membangun tim pelatih provinsi yang kompeten, agar mampu membina kabupaten dan mendampingi puskesmas dalam implementasi ILP,” lanjutnya.

Visi Papua Tengah Sehat dan Berdaya

Kadinkes juga menegaskan bahwa ILP sejalan dengan visi pembangunan Papua Tengah yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat. Transformasi layanan primer menekankan pada upaya promotif, preventif, kuratif, rehabilitatif, hingga paliatif yang menjangkau hingga tingkat kampung.

“ILP bukan hanya integrasi program, tapi juga integrasi antar manusia dan institusi. Pemerintah, akademisi, tokoh adat, tokoh pemuda, PKK, dunia usaha, hingga media harus bersinergi. Inilah semangat pentahelix dalam membangun Papua Tengah yang sehat dan berdaya,” tegasnya.

Workshop ILP 2025 akan berlangsung selama sepuluh hari dengan metode presentasi, diskusi interaktif, studi kasus, dan penyusunan rencana kerja tindak lanjut. Kegiatan ini dibiayai oleh APBD Provinsi Papua Tengah.

Sebagai penutup acara pembukaan, Kadinkes Papua Tengah secara resmi menyatakan workshop ILP dibuka, dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua” oleh seluruh peserta. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Mahasiswa Papua Semarang Soroti Militerisme dan dampaknya di Papua: Negara Dinilai Gagal Lindungi Hak Sipil OAP

26 Mei 2026 - 05:09 WIB

IMG 20260526 WA0001

Bupati Mimika Johannes Rettob Serahkan Hewan Kurban Bantuan Presiden di Masjid Al-Ikhlas SP 1 Timika

26 Mei 2026 - 02:52 WIB

IMG 20260526 WA0003

Koops TNI Habema Evakuasi 44 Warga Pendulang Emas Dari Wilayah Rawan Gangguang Keamanan di Awimbon 

25 Mei 2026 - 10:25 WIB

IMG 20260525 WA0084

Evakuasi Humanis: Polres Boven Digoel Jemput dan Layani Puluhan Penambang Emas Asal Kawe

25 Mei 2026 - 08:17 WIB

IMG 20260525 WA0034

Gubernur Meki Nawipa Resmikan Guest House Elvis Tabuni dan Letakkan Batu Pertama Kantor Bupati serta DPRK Puncak

25 Mei 2026 - 08:14 WIB

IMG 20260525 171004
Trending di Headline