Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Pemerintah Siapkan Rp 178,7 Triliun untuk Gaji dan Kesejahteraan Guru-Dosen di 2026

adminbadge-check


					Pemerintah Siapkan Rp 178,7 Triliun untuk Gaji dan Kesejahteraan Guru-Dosen di 2026 Perbesar

JAKARTA – Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 178,7 triliun pada tahun 2026 untuk gaji, kesejahteraan, penguatan kompetensi, hingga tunjangan guru dan dosen, baik Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun non-ASN.

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan hal ini dalam pidato Nota Keuangan Rancangan APBN 2026 pada Sidang Pembukaan Masa Sidang DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (15/8/2025).

“Untuk gaji, penguatan kompetensi, dan kesejahteraan guru serta dosen dialokasikan Rp 178,7 triliun. Tunjangan profesi guru non-PNS dan guru ASN daerah disiapkan secara memadai,” ujar Prabowo.

Anggaran tersebut merupakan bagian dari total anggaran pendidikan 2026 sebesar Rp 757,8 triliun atau 20 persen dari APBN. Selain untuk guru dan dosen, dana pendidikan juga digunakan untuk Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 21,1 juta siswa, Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah untuk 1,2 juta mahasiswa, serta peningkatan fasilitas sekolah dan kampus senilai Rp 150,1 triliun.

Prabowo juga menargetkan penambahan penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) sebanyak 4.000 mahasiswa pada 2026. “Semua ini untuk mewujudkan generasi cerdas, inovatif, dan produktif yang siap bersaing di panggung global, terutama di bidang sains, teknologi, engineering, dan matematika,” tegasnya.


Anggaran pendidikan 2026 naik sekitar Rp 33,5 triliun dari tahun 2025 yang sebesar Rp 724,3 triliun. Tahun lalu, alokasi tersebut terdiri dari:

  • Belanja Pemerintah Pusat: Rp 297,2 triliun, termasuk PIP untuk 20,4 juta siswa, KIP Kuliah untuk 1,1 juta mahasiswa, dan tunjangan profesi guru non-PNS bagi 477.700 guru.

  • Transfer ke Daerah: Rp 347,1 triliun, mencakup BOS untuk 43,4 juta siswa, TPG untuk 1,5 juta guru PNSD dan PPPK, serta DAK fisik untuk revitalisasi 14.690 sarana pendidikan dan 21 perpustakaan daerah.

  • Pembiayaan: Rp 80 triliun, antara lain untuk beasiswa LPDP (total 49.971 penerima) dan pendanaan riset pendidikan.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati sebelumnya memperkirakan anggaran pendidikan 2026 akan berada di kisaran Rp 727–Rp 761 triliun, naik sekitar Rp 36,7 triliun dibanding tahun sebelumnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Prokopim Mimika Sukses Gelar Rakor Protokol 2026, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Pemerintah

11 September 2026 - 06:42 WIB

20260908

BULD DPD RI Dorong Perda di Daerah Lebih Responsif dan Berpihak pada Masyarakat

10 September 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260910 WA0033

Pesan Gubernur Meki Nawipa untuk Masyarakat: “Saya Tidak Kasih Uang, tetapi Saya Kasih Program”

10 September 2026 - 13:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.52.30

Pimpinan II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Wagub Deinas Geley ke Paniai

10 September 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260910 WA0030

Terekam CCTV Hendak Bakar Kios, Dua Pelaku Diburu Polres Paniai

10 September 2026 - 11:37 WIB

IMG 20260910 WA0023
Trending di Headline