Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Putra Asli Kamoro Jadi Penjabat Sekda, MRP Papua Tengah: Ini Sejarah sejak 28 Tahun Kabupaten Mimika Ada

Etty Welerbadge-check


					Putra Asli Kamoro Jadi Penjabat Sekda, MRP Papua Tengah: Ini Sejarah sejak 28 Tahun Kabupaten Mimika Ada Perbesar

TIMIKA — Majelis Rakyat Papua (MRP) Provinsi Papua Tengah memberikan apresiasi tinggi kepada Pemerintah Provinsi Papua Tengah dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas keputusan strategis mengangkat putra asli Suku Kamoro, Abraham Kateyau, sebagai Penjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Mimika.

Pengangkatan ini dinilai sebagai langkah maju dalam mendorong pemberdayaan Orang Asli Papua (OAP) dalam birokrasi pemerintahan, khususnya di tingkat jabatan strategis.

Anggota MRP Papua Tengah yang juga putra asli Kamoro, Thom Mutaweyao mengatakan bahwa keputusan tersebut mencerminkan semangat keberpihakan terhadap masyarakat adat serta pelaksanaan nyata dari amanat Otonomi Khusus Papua.

“Kami sangat mengapresiasi keberanian dan kebijakan dari Gubernur Papua Tengah dan Bupati Mimika yang telah membuka ruang seluas-luasnya bagi putra daerah untuk memimpin. Ini adalah langkah bersejarah bagi masyarakat Kamoro, dan kami percaya ini akan membawa dampak positif bagi pembangunan daerah,” ujar Thom, Jumat (15/8/2025) kemarin di Kantor Puspem Mimika.

Menurutnya, pengangkatan Abraham Kateyau bukan hanya simbol representasi, tetapi juga merupakan bentuk pengakuan terhadap kapasitas dan integritas anak-anak asli Papua, khususnya dari wilayah pesisir Mimika.

“Ini bukan soal siapa orangnya, tetapi tentang semangat untuk memulihkan kepercayaan diri masyarakat adat bahwa mereka mampu, layak, dan patut dipercayakan dalam sistem pemerintahan,” lanjutnya.

MRP Papua Tengah juga mendorong agar kebijakan afirmatif semacam ini terus dilanjutkan, tidak hanya di Mimika, tetapi di seluruh kabupaten/kota di wilayah Papua Tengah. Dengan demikian, masyarakat adat tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi juga subjek utama dalam pengambilan keputusan.

“Kami berharap Penjabat Sekda yang baru dapat menjadi jembatan yang kokoh antara pemerintah dan masyarakat adat, serta menjalankan tugasnya dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab,” tambah Thom.

Seperti diketahui, Abraham Kateyau resmi dilantik oleh Bupati Mimika, Johannes Rettob pada Juma (15/8/2025) di Loby Kantor Puspem Mimika menjadi putra pertama dari Suku Kamoro yang menjabat sebagai Sekretaris Daerah dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Mimika.

Betapa gembiranya suku Amungme dan Kamoro karena 28 tahun lebih akhirnya Sekda orang asli Kamoro.

Terimakasih kepada Tuhan, Pemerintah Propinsi dan Pemerintah Kabupaten Mimika atas perhatian untuk asli daerah yaitu Abraham Kateyau. Dia ini bukan saja mewakili suku Kamoro tetapi juga Amungme.

Harapannya agar perangkat OPD mendukung penjabat sekda dalam birokrasi Pemerintah dan lebih mendengar suara masyarakat. (Etty Welerubun)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ajak Warga Mimika Jaga Toleransi Jelang Hari Besar Keagamaan

16 Februari 2026 - 13:29 WIB

20260105 085727

Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan

16 Februari 2026 - 13:19 WIB

Img 20260216 wa0019

Kasus Penembakan Pilot Smart Air, Satgas ODC Amankan Empat Orang, Dua Diantaranya Teridentifikasi

16 Februari 2026 - 13:12 WIB

Img 20260216 wa0153

Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah

16 Februari 2026 - 13:04 WIB

Img 20260114 wa0029

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri Dirumahnya : Polisi Sebut Tidak Ditemukan Adanya Tanda-tanda Kekerasan

16 Februari 2026 - 13:00 WIB

Img 20260216 wa0148
Trending di Headline