Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Tiga Kabupaten di Papua Tengah Jadi Percontohan Sekolah Sepanjang Hari

adminbadge-check


					Tiga Kabupaten di Papua Tengah Jadi Percontohan Sekolah Sepanjang Hari Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mulai menerapkan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di tiga kabupaten sebagai proyek percontohan. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Mimika, Nabire, dan Paniai.

Program ini dipilih sebagai strategi mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Kami ingin memastikan semua pihak memahami konsep SSH dengan jelas, mulai dari durasi belajar, metode pembelajaran, hingga dukungan bagi anak-anak Papua di wilayah 3T,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan, Yulianus Kuayo. Jumat, (01/08/2025) lalu.

Kuayo menjelaskan, SSH merupakan salah satu program prioritas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di bidang pendidikan. Melalui sistem belajar yang lebih panjang dan terstruktur, SSH diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang bermutu, adil, dan ramah anak, terutama bagi siswa di daerah yang selama ini kurang terjangkau layanan pendidikan.

“Ini bagian dari misi Papua Tengah Terang—membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak Papua, agar mereka punya kesempatan belajar yang setara,” tegas Kuayo.

Untuk tahap awal, setiap kabupaten diminta mengusulkan lebih dari dua sekolah yang memenuhi kriteria. Pemerintah provinsi kemudian akan memilih satu hingga dua sekolah di tiap daerah sebagai lokasi uji coba.

“Di Mimika, lokusnya sudah ditetapkan di Kokonau. Untuk Nabire dan Paniai, kami masih menunggu usulan sekolahnya,” jelasnya.

Kuayo berharap, pelaksanaan SSH bisa menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di Papua Tengah. “Target kami bukan hanya menurunkan angka putus sekolah, tapi juga menciptakan lingkungan belajar yang humanis, memberdayakan, dan mempersiapkan generasi muda Papua untuk masa depan,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ambulans Agimuga Rusak, Dinkes Mimika Siapkan Kendaraan Baru

11 September 2026 - 06:47 WIB

IMG 20260911 WA0000

Prokopim Mimika Sukses Gelar Rakor Protokol 2026, Perkuat Profesionalisme dan Pelayanan Pemerintah

11 September 2026 - 06:42 WIB

20260908

BULD DPD RI Dorong Perda di Daerah Lebih Responsif dan Berpihak pada Masyarakat

10 September 2026 - 13:35 WIB

IMG 20260910 WA0033

Pesan Gubernur Meki Nawipa untuk Masyarakat: “Saya Tidak Kasih Uang, tetapi Saya Kasih Program”

10 September 2026 - 13:33 WIB

WhatsApp Image 2026 09 07 at 15.52.30

Pimpinan II DPRP Papua Tengah Apresiasi Kunker Wagub Deinas Geley ke Paniai

10 September 2026 - 12:56 WIB

IMG 20260910 WA0030
Trending di Headline