Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

News

Tiga Kabupaten di Papua Tengah Jadi Percontohan Sekolah Sepanjang Hari

adminbadge-check


					Tiga Kabupaten di Papua Tengah Jadi Percontohan Sekolah Sepanjang Hari Perbesar

NABIRE – Pemerintah Provinsi Papua Tengah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan akan mulai menerapkan Program Sekolah Sepanjang Hari (SSH) di tiga kabupaten sebagai proyek percontohan. Tiga daerah tersebut adalah Kabupaten Mimika, Nabire, dan Paniai.

Program ini dipilih sebagai strategi mempercepat peningkatan mutu pendidikan sekaligus menekan angka putus sekolah, khususnya di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

“Kami ingin memastikan semua pihak memahami konsep SSH dengan jelas, mulai dari durasi belajar, metode pembelajaran, hingga dukungan bagi anak-anak Papua di wilayah 3T,” ujar Kepala Bidang Pengelolaan Data dan Fasilitas Pendidikan, Yulianus Kuayo. Jumat, (01/08/2025) lalu.

Kuayo menjelaskan, SSH merupakan salah satu program prioritas Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, di bidang pendidikan. Melalui sistem belajar yang lebih panjang dan terstruktur, SSH diharapkan mampu menghadirkan pendidikan yang bermutu, adil, dan ramah anak, terutama bagi siswa di daerah yang selama ini kurang terjangkau layanan pendidikan.

“Ini bagian dari misi Papua Tengah Terang—membuka akses pendidikan lebih luas bagi anak-anak Papua, agar mereka punya kesempatan belajar yang setara,” tegas Kuayo.

Untuk tahap awal, setiap kabupaten diminta mengusulkan lebih dari dua sekolah yang memenuhi kriteria. Pemerintah provinsi kemudian akan memilih satu hingga dua sekolah di tiap daerah sebagai lokasi uji coba.

“Di Mimika, lokusnya sudah ditetapkan di Kokonau. Untuk Nabire dan Paniai, kami masih menunggu usulan sekolahnya,” jelasnya.

Kuayo berharap, pelaksanaan SSH bisa menjadi tonggak penting pemerataan pendidikan di Papua Tengah. “Target kami bukan hanya menurunkan angka putus sekolah, tapi juga menciptakan lingkungan belajar yang humanis, memberdayakan, dan mempersiapkan generasi muda Papua untuk masa depan,” pungkasnya.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Papua Tengah Perkuat Basis Data Industri, Tim Provinsi Lakukan Pendataan Tenaga Kerja di Deiyai

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260714 WA0179

DPMK Deiyai Perkuat Program Ekina Tonawi, 67 Kampung Kembali Terima Bantuan Pakan Ternak Babi

14 Juli 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260714 WA0175

Bupati Dogiyai Pastikan Gaji Honorer Tetap Dibayar Hingga Akhir 2026, Siapkan Solusi Jelang Penghapusan Status Non-ASN

14 Juli 2026 - 11:55 WIB

IMG 20260714 WA0162

MPLS SMK Negeri 2 Nabire, Dinas Pendidikan Ingatkan Bahaya Bullying dan Penyalahgunaan Media Sosial

14 Juli 2026 - 11:51 WIB

IMG 20260714 WA0156

MPLS SMK Negeri 2 Teknologi dan Rekayasa Nabire Resmi Dibuka, 480 Siswa Baru Siap Tempuh Pendidikan Vokasi

14 Juli 2026 - 11:47 WIB

IMG 20260714 WA0155
Trending di Headline