Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire

Etty Welerbadge-check


					Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire Perbesar

NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) sekaligus meresmikan ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) di BLUD RSUD Nabire. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, bersama jajaran pimpinan daerah dan tenaga medis.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa penerapan SIM-RS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Nabire. Sistem ini akan memantau seluruh aspek layanan, mulai dari data pasien, ketersediaan tempat tidur, hingga pengelolaan keuangan dan kerjasama dengan BPJS.

“Melalui SIM-RS, semua pelayanan akan termonitor, bukan hanya oleh pihak internal rumah sakit tetapi juga oleh masyarakat. Transparansi ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal,” ujar Mesak Magai dalam sambutannya Senin, (11/8/2025)

Bupati juga menyampaikan bahwa dengan adanya ruang PICU, RSUD Nabire kini dapat menangani kasus-kasus kritis pada anak tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan sumber daya manusia di RSUD Nabire. Ia mengumumkan bahwa kontrak tenaga non-medis akan dievaluasi, dan pihak ketiga yang dinilai bermasalah akan dihentikan.

“Saya ingin pelayanan benar-benar maksimal. Jika ada pihak yang menghambat, akan diganti. Kita fokus pada kesejahteraan tenaga medis dan peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan pelayanan berbasis data yang akurat melalui SIM-RS. Menurutnya, sistem ini akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

“Dengan SIM-RS, saya bisa memantau langsung berapa pasien yang dirawat, jenis penyakitnya, lama perawatan, dan sumber pembiayaannya. Semua akan tercatat secara transparan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, manajemen RSUD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan inovasi pelayanan kesehatan ini. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

18 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260218 wa0059

Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

18 Februari 2026 - 14:01 WIB

Img 20260218 wa0057

Pelaku Penikaman Seorang Penjual Pinang Diduga Kuat KKB

18 Februari 2026 - 13:26 WIB

Img 20260218 wa0115

Terjatuh dan Tenggelam di Sungai, Anak Usia 3 Tahun Ditemukan MD

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Img 20260218 wa0114

Pj Sekda Papua Tengah Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol Bekerja

18 Februari 2026 - 13:17 WIB

Img 20260218 wa0108
Trending di Headline