Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

Headline

Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire

Etty Welerbadge-check


					Bupati Resmikan SIM-RS dan Ruang PICU RSUD Nabire Perbesar

NABIRE — Pemerintah Kabupaten Nabire resmi meluncurkan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS) sekaligus meresmikan ruang Perawatan Intensif Anak (PICU) di BLUD RSUD Nabire. Peresmian ini dihadiri langsung oleh Bupati Nabire, Mesak Magai, bersama jajaran pimpinan daerah dan tenaga medis.

Dalam sambutannya, Bupati Mesak Magai menegaskan bahwa penerapan SIM-RS merupakan langkah strategis untuk meningkatkan transparansi, efisiensi, dan kualitas pelayanan kesehatan di RSUD Nabire. Sistem ini akan memantau seluruh aspek layanan, mulai dari data pasien, ketersediaan tempat tidur, hingga pengelolaan keuangan dan kerjasama dengan BPJS.

“Melalui SIM-RS, semua pelayanan akan termonitor, bukan hanya oleh pihak internal rumah sakit tetapi juga oleh masyarakat. Transparansi ini penting untuk memastikan pelayanan kesehatan berjalan maksimal,” ujar Mesak Magai dalam sambutannya Senin, (11/8/2025)

Bupati juga menyampaikan bahwa dengan adanya ruang PICU, RSUD Nabire kini dapat menangani kasus-kasus kritis pada anak tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Ia berharap fasilitas baru ini dapat menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan layanan kesehatan bagi masyarakat.

Selain itu, Bupati menyoroti pentingnya pembenahan manajemen dan sumber daya manusia di RSUD Nabire. Ia mengumumkan bahwa kontrak tenaga non-medis akan dievaluasi, dan pihak ketiga yang dinilai bermasalah akan dihentikan.

“Saya ingin pelayanan benar-benar maksimal. Jika ada pihak yang menghambat, akan diganti. Kita fokus pada kesejahteraan tenaga medis dan peningkatan pelayanan masyarakat,” tegasnya.

Bupati juga meminta seluruh tenaga medis dan manajemen rumah sakit untuk menghindari kesalahan diagnosis dan memastikan pelayanan berbasis data yang akurat melalui SIM-RS. Menurutnya, sistem ini akan mempermudah pengawasan oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

“Dengan SIM-RS, saya bisa memantau langsung berapa pasien yang dirawat, jenis penyakitnya, lama perawatan, dan sumber pembiayaannya. Semua akan tercatat secara transparan,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Bupati Mesak Magai menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga medis, manajemen RSUD, dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan inovasi pelayanan kesehatan ini. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong 5 Penghargaan ISRA 2026

7 Agustus 2026 - 14:48 WIB

IMG 20260807 WA0188

SD YPPK Waghete dan SD YAPIS Raih Juara I Lomba Cerdas Cermat HUT ke-81 RI Tingkat SD di Deiyai

7 Agustus 2026 - 14:34 WIB

IMG 20260807 WA0196

Regenerasi Kepemimpinan WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Petornela Giyai Resmi Pimpin Periode 2026–2030

7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

IMG 20260807 WA0014

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire

7 Agustus 2026 - 08:51 WIB

IMG 20260807 WA0010

Jelang HUT Pramuka ke-65, Kwarcab Nabire Gelar Bakti Bersih Serentak di Sejumlah Titik 

7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

IMG 20260807 WA0000
Trending di Headline