NABIRE — Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) Sekolah Menengah Kejuruan SMKS Anigou Kesehatan Nabire sukses menggelar Musyawarah Besar (Mubes) II di bawah naungan Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi regenerasi kepemimpinan OSIS serta pembelajaran langsung bagi siswa tentang tata kelola organisasi.
Acara bertema “Melalui Mubes yang ke Dua ini, Kita Bersatu dan Berkembang” ini berlangsung pada Rabu (30/7/2025) di Aula SMK Anigou Nabire dan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Musa Pekei, yang juga merupakan pembina OSIS.
Mereka menghadirkan Arnoldus Douw pendiri Next food dengan topik kewirausahaan dan kepemimpinan.
Dalam sambutannya, Musa Pekei menyampaikan apresiasi atas semangat dan inisiatif siswa dalam menyelenggarakan Mubes secara mandiri dan bertanggung jawab.
“Saya sebagai Wakil Kesiswaan dan juga pembina OSIS selalu mendampingi anak-anak dalam setiap kegiatan. Termasuk Mubes ini, yang merupakan hasil kesepakatan OSIS sendiri. Pergantian kepengurusan dilakukan secara demokratis melalui musyawarah besar seperti ini,” ungkap Pekei
Ia menjelaskan bahwa Mubes kali ini merupakan pelaksanaan yang kedua setelah sebelumnya digelar perdana pada tahun 2024.
“Ini Mubes kedua. Dengan semangat yang anak-anak tunjukkan, kami sebagai guru kesiswaan akan terus mendukung apapun program mereka, baik itu Mubes, Natal, seminar, maupun kegiatan lainnya,” tambahnya.
Bangun Pengetahuan dan Karakter Organisatoris
Musa Pekei juga menekankan bahwa Mubes bukan sekadar seremonial, tetapi menjadi wadah pembelajaran konkret bagi siswa mengenai mekanisme organisasi yang sehat.
“Harapan kami, dari Mubes ini siswa bisa memperoleh pengalaman dan gambaran nyata tentang berorganisasi yang baik, termasuk tata cara memimpin sidang musyawarah, menyusun agenda, dan mengambil keputusan secara demokratis,” ujarnya.
Ia berharap, dengan pengetahuan dan pengalaman tersebut, para siswa tidak hanya aktif di lingkungan sekolah, tetapi juga bisa kembali ke kampung halaman setelah lulus dan membangun masyarakat dengan bekal kepemimpinan yang telah diperoleh di bangku sekolah.
“Mereka harus punya gambaran besar dan siap kembali ke kampung untuk menjadi agen perubahan. Harapan kami seperti itu,” tutupnya. (MB)








