NABIRE — Aksi kejahatan jalanan berupa pembegalan kembali terjadi di Kota Nabire dan semakin meresahkan warga. Peristiwa terbaru dilaporkan terjadi pada Jumat pagi (25/7/2025) sekitar pukul 08.30 WIT di depan Kantor Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire. Korban merupakan seorang perempuan yang tinggal di kawasan SP2, belakang Polsek Nabar.
Informasi kejadian tersebut pertama kali menyebar melalui grup WhatsApp warga Nabire, dan langsung memicu reaksi serta kekhawatiran di tengah masyarakat. Banyak warga menyampaikan keluhan dan harapan agar aparat keamanan bertindak cepat serta memberikan efek jera kepada pelaku begal.
Topik begal bahkan menjadi perbincangan hangat di berbagai grup percakapan, dengan warga saling membagikan informasi lokasi rawan dan mendorong adanya penanganan serius dari pihak berwenang.
Menanggapi situasi ini, anggota DPD RI Komite III perwakilan Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, yang sedang melakukan kegiatan reses di Nabire turut angkat bicara. Usai pertemuannya dengan masyarakat di Majelis Taklim Jalan PDAM dan Gereja KINGMI Jemaat Totamana, Kota Baru Nabire, ia menekankan pentingnya ketegasan aparat dalam menangani kasus begal.
“Karena kasus pemegalan ini bukan hanya terjadi di Nabire, tapi juga di Timika. Maka aparat kepolisian yang ada di Nabire ini harus lebih sigap untuk menangani mereka dengan baik,” ujar Pigai kepada wartawan pada selasa, (29/7/2025)
Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengambil tindakan sendiri yang bisa berujung pada kekerasan atau pelanggaran hukum. “Yang kedua, kepada masyarakat, jangan main hakim sendiri. Kalau lihat, segera lapor ke polisi karena mereka adalah penegak hukum,” tambahnya.
Wilhelmus menegaskan bahwa semua bentuk kejahatan di jalan harus ditindak oleh pihak berwenang demi menciptakan rasa aman bagi warga Nabire. (MB)






