NABIRE — Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah bekerja sama dengan Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah untuk mengawasi sekaligus menertibkan tempat-tempat hiburan malam tanpa izin yang diduga menjadi salah satu sumber penyebaran HIV/AIDS dan penyakit menular seksual lainnya.
Ketua KPA Papua Tengah, Freny Anouw, menyampaikan bahwa pengawasan terhadap tempat hiburan malam, rumah kos, hingga lokasi-lokasi yang berpotensi menjadi tempat praktik seks bebas menjadi salah satu program prioritas lembaganya.
“Tempat-tempat yang tidak memiliki surat izin, seperti kos-kosan, coffe, hingga tempat minum-minuman keras, akan kami data dan kami rekomendasikan untuk ditutup. Kami tidak bisa bekerja sendiri, sehingga kami menggandeng pihak kepolisian untuk mendampingi proses ini,” ujar Freny dalam pernyataannya, Senin (28/7/2025).
Menurut Freny, maraknya tempat hiburan tanpa izin di wilayah Papua Tengah berdampak serius terhadap peningkatan angka HIV/AIDS. Ia menyoroti sejumlah kos-kosan yang disinyalir menjadi tempat praktik prostitusi terselubung, termasuk hubungan sesama jenis.
“Di beberapa rumah kos, kami temukan wanita dan pria pekerja seks, termasuk praktik seks sesama jenis. Ini semua menjadi sumber penularan yang tidak bisa dibiarkan. Jika tidak ditangani secara serius, akan merusak generasi dan masa depan Papua Tengah,” ungkapnya.
Data dari KPA menyebutkan, hingga pertengahan tahun 2025, jumlah penderita HIV/AIDS di Papua Tengah telah mencapai lebih dari 2.300 kasus, dan tren penularannya terus meningkat.
Freny menambahkan, pihaknya telah berkoordinasi dengan Kapolda Papua Tengah dan mendapatkan dukungan penuh untuk melaksanakan pengawasan dan penertiban secara terpadu.
“Kami sudah bertemu Kapolda, dan beliau sangat merespons baik. Beliau menyatakan siap bekerja sama, termasuk menginstruksikan para Kapolres di seluruh kabupaten agar turut mengawal upaya penertiban ini,” ujarnya.
KPA Papua Tengah berharap, dengan kolaborasi lintas sektor, angka penyebaran HIV/AIDS dapat ditekan dan sejalan dengan visi Gubernur Papua Tengah dalam membangun masyarakat yang sehat dan sejahtera. (MB)






