TIMIKA – Masuknya alat berat yang diduga akan digunakan untuk pertambangan ilegal di Wilayah Distrik Mimika Barat Tengah membuat Kepala Distrik geram.
Kadistrik Mimika Barat Tengah, Lukas Muyapa dengan tegas menolak dan meminta pihak berwenang untuk membantu mengosongkan alat-alat berat dari wilayahnya.
Ketegasan yang diambil oleh dirinya itu berkaca pada kejadian atau konflik yang pernah terjadi di Kampung Wakia beberapa waktu lalu, dan akibat peristiwa tersebut sampai sekarang tidak ada aktifitas masyarakat di Kampung Wakia.
“Saya tolak, alat-alat berat itu harus keluar dari wilayah Mimika Barat Tengah,dan tidak boleh ada pertambangan lagi disana.Saya minta pihak berwenang dalam arti pihak keamanan dan pemerintah daerah tolong saya agar alat-alat tersebut segera kosongkan dan keluar dari kampung,” tegasnya saat ditemui Rabu (23/07/2025) malam.
Lanjutnya,”Karena saya tidak mau masyarakat saya rugi untuk kedua kalinya seperti kejadian yang lalu di Wakia,” sambungnya.
Selain itu dirinya berharap pihak berwenang harus telusuri perusahaan dari mana dan siapa yang terlibat didalamnya.
“Kami sebagai kepala wilayah disana juga akan cari tahu nanti,” kata Kadistrik.
Disampaikan Kadistrik bahwa awalnya itu dirinya sangat kaget saat membaca pesan dalam grub WhatsApp Distrik terkait adanya masuknya kapal tongkang yang membawah alat berat ke Kapiraya muara Wumuka.
“Saya kaget dan langsung menghubungi masyarakat disana. Menurut masyarakat disana awalnya itu alat-alat mau masuk lewat muara Wumuka tapi tidak bisa karena dangkal. Sekarang selain alat berat ada 1 mobil pickup itu sudah diturunkan dari kapal, sementara kapalnya sudah pergi. Sekarang alat-alat itu ada di Kampung Akar,”ujarnya. (IT)






