Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Masuknya Alat Berat ke Wilayah Distrik Mimika Barat Tengah, Kepala Distrik Akui Tidak Ada Ijin, Jangan Korbankan dan Rugikan Masyarakat Untuk Kedua Kalinya 

Etty Welerbadge-check


					Masuknya Alat Berat ke Wilayah Distrik Mimika Barat Tengah, Kepala Distrik Akui Tidak Ada Ijin, Jangan Korbankan dan Rugikan Masyarakat Untuk Kedua Kalinya  Perbesar

TIMIKA – Masuknya alat berat yang diduga akan digunakan untuk pertambangan ilegal di Wilayah Distrik Mimika Barat Tengah membuat Kepala Distrik geram.

Kadistrik Mimika Barat Tengah, Lukas Muyapa dengan tegas menolak dan meminta pihak berwenang untuk membantu mengosongkan alat-alat berat dari wilayahnya.

Ketegasan yang diambil oleh dirinya itu berkaca pada kejadian atau konflik yang pernah terjadi di Kampung Wakia beberapa waktu lalu, dan akibat peristiwa tersebut sampai sekarang tidak ada aktifitas masyarakat di Kampung Wakia.

“Saya tolak, alat-alat berat itu harus keluar dari wilayah Mimika Barat Tengah,dan tidak boleh ada pertambangan lagi disana.Saya minta pihak berwenang dalam arti pihak keamanan dan pemerintah daerah tolong saya agar alat-alat tersebut segera kosongkan dan keluar dari kampung,” tegasnya saat ditemui Rabu (23/07/2025) malam.

Lanjutnya,”Karena saya tidak mau masyarakat saya rugi untuk kedua kalinya seperti kejadian yang lalu di Wakia,” sambungnya.

Selain itu dirinya berharap pihak berwenang harus telusuri perusahaan dari mana dan siapa yang terlibat didalamnya.

“Kami sebagai kepala wilayah disana juga akan cari tahu nanti,” kata Kadistrik.

Disampaikan Kadistrik bahwa awalnya itu dirinya sangat kaget saat membaca pesan dalam grub WhatsApp Distrik terkait adanya masuknya kapal tongkang yang membawah alat berat ke Kapiraya muara Wumuka.

“Saya kaget dan langsung menghubungi masyarakat disana. Menurut masyarakat disana awalnya itu alat-alat mau masuk lewat muara Wumuka tapi tidak bisa karena dangkal. Sekarang selain alat berat ada 1 mobil pickup itu sudah diturunkan dari kapal, sementara kapalnya sudah pergi. Sekarang alat-alat itu ada di Kampung Akar,”ujarnya. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline