Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Pemprov Papua Tengah Resmi Luncurkan Koperasi Merah Putih, Gubernur Meki Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Desa

Etty Welerbadge-check


					Pemprov Papua Tengah Resmi Luncurkan Koperasi Merah Putih, Gubernur Meki Dorong Koperasi Jadi Pilar Ekonomi Desa Perbesar

NABIRE — Pemerintah Provinsi Papua Tengah meluncurkan kelembagaan Koperasi Merah Putih yang tersebar di tingkat desa dan kelurahan dalam sebuah acara meriah yang dipusatkan di Pasar Pagi Bumi Wonorejo, Nabire, Senin (21/7/2025). Peluncuran ini bertepatan dengan peringatan Hari Koperasi Nasional ke-78, yang mengusung semangat pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis gotong royong.

Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, secara resmi meluncurkan program tersebut dan menyerahkan akta notaris pendirian koperasi Merah Putih secara simbolis kepada perwakilan dari Kabupaten Dogiyai. Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa koperasi harus menjadi tulang punggung ekonomi rakyat di Tanah Papua.

“Koperasi mencerminkan demokrasi ekonomi yang memberi hak setara bagi setiap anggota. Ini sejalan dengan amanat Pasal 33 UUD 1945. Koperasi adalah jalan menuju kemandirian dan kesejahteraan desa,” tegas Gubernur Meki Nawipa.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh berbagai pejabat penting, termasuk Pj Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah, Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Bupati dan Wakil Bupati Nabire, serta unsur Forkopimda. Selain itu, turut hadir perwakilan dari enam kabupaten, yakni Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya, Puncak, dan Puncak Jaya.

Usai peluncuran, Gubernur bersama rombongan mengunjungi sejumlah stand pameran UMKM dan koperasi yang disiapkan oleh Dinas Koperasi, Industri dan Perdagangan Provinsi Papua Tengah di halaman pasar. Pameran tersebut menampilkan berbagai produk unggulan masyarakat desa, seperti hasil pertanian, makanan olahan, kerajinan tangan, hingga layanan koperasi simpan pinjam.

Kemajuan Program Koperasi Merah Putih di Papua Tengah

Dalam sambutannya, Gubernur membeberkan capaian progresif dari program pembentukan Koperasi Merah Putih:

* 1.208 desa/kelurahan telah tersosialisasi program koperasi.

* 847 desa/kelurahan (70,1%) telah menggelar musyawarah pembentukan koperasi.

* 581 koperasi (48,1%) telah terbentuk dan mengantongi status hukum tetap.

“Ini bukti kerja nyata bersama. Namun kita masih perlu kerja keras agar seluruh desa dan kelurahan di Papua Tengah memiliki koperasi yang aktif dan produktif,” ujar Nawipa.

Gubernur juga menyampaikan bahwa koperasi-koperasi tersebut tidak hanya berfokus pada simpan pinjam, tetapi bergerak di berbagai sektor strategis desa, seperti distribusi beras, minyak goreng, layanan klinik desa, apotek, gudang logistik, hingga transportasi hasil panen.

Pentahelix, Konektivitas, dan Peran Pemuda

Koperasi Merah Putih juga dibangun dengan pendekatan pentahelix, yang melibatkan kerja sama antara kelompok tani, pelaku usaha, koperasi sektor lain, dunia usaha, akademisi, dan pemerintah. Tujuannya, untuk menciptakan sistem ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Gubernur menambahkan bahwa konektivitas menjadi faktor penting dalam mengembangkan koperasi. Ia menyambut baik kehadiran maskapai Batik Air yang kini melayani rute penerbangan ke Nabire, membuka peluang distribusi produk lokal ke pasar nasional dan internasional.

Gubernur juga mengajak generasi muda Papua Tengah untuk aktif dalam dunia koperasi. Menurutnya, koperasi bisa menjadi ruang belajar dan inovasi, sekaligus kontribusi nyata dalam membangun ekonomi desa.

“Koperasi harus menjadi gerakan ekonomi rakyat yang konkret, terpercaya, dan mampu memberikan manfaat besar bagi anggotanya,” tegasnya.

UMKM dan Ekonomi Keluarga

Dalam kesempatan itu, Gubernur juga menyoroti peran penting UMKM. Ia menyebutkan bahwa dalam sejumlah event seperti Karfidin, perputaran uang UMKM bisa mencapai Rp30–50 juta per hari. Sinergi antara koperasi dan UMKM menjadi kunci kebangkitan ekonomi keluarga di Papua Tengah.

Menutup sambutannya, Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa koperasi harus menjadi kekuatan kolektif rakyat dalam menciptakan Indonesia yang adil dan makmur.

“Indonesia yang berdaulat bukan dibangun oleh kekuatan segelintir elite, melainkan karena kekuatan rakyat yang bersatu, salah satunya melalui koperasi,” pungkasnya. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline