NABIRE– Legislator DPR Papua Tengah, John NR Gobai, menegaskan bahwa akses transportasi merupakan jantung utama pelayanan dasar di Bumi Cenderawasih. Ia mendorong pemerintah untuk membangun sistem transportasi udara, laut, dan darat secara menyeluruh di Papua Tengah, demi menjangkau masyarakat terpencil yang selama ini hidup dalam keterisolasian.
“Lebih dari 70 persen masyarakat Papua tinggal jauh dari kota, di wilayah pegunungan dan pesisir. Tanpa akses transportasi, pelayanan tidak akan pernah merata, negara tidak pernah benar-benar hadir,” tegas John Gobai, Senin (21/7).
Sejak Dulu, Sayap Kecil Sudah Membelah Langit Papua
John NR Gobai mengungkapkan bahwa sejak tahun 1960-an, dua maskapai misi, yakni AMA (Associated Mission Aviation) dan MAF (Mission Aviation Fellowship) telah membuka jalan pelayanan melalui udara di Papua. Bahkan, MAF telah mendesain pesawat khusus yang dapat mendarat di air demi menjangkau wilayah rawa dan perairan.
“Para misionaris membangun banyak landasan di kampung-kampung terpencil untuk pelayanan dengan pesawat AMA dan MAF. Itulah jejak awal pemerataan di Papua,” kenangnya.
Wilayah seperti Danau Paniai, Pegunungan Tengah, hingga pesisir selatan, memiliki puluhan lapangan terbang kecil yang dibangun hanya demi satu tujuan: agar guru, mantri, dan pendeta bisa hadir melayani.
Maskapai Perintis Jadi Tulang Punggung Pelayanan
Saat ini, maskapai perintis seperti AMA, MAF, ADVEN, YAJASI, TARIKU, dan HELIVIDA masih menjadi andalan masyarakat Papua. Mereka mengantar pasien, mengangkut logistik bantuan, dan melayani kunjungan pemerintahan serta gereja. Namun tantangan terbesar tetap soal biaya.
Gobai menekankan, “Subsidi tiket oleh pemerintah adalah keniscayaan. Tanpa itu, masyarakat tidak bisa beli tiket, guru tidak bisa ke sekolah, dan bantuan tidak akan sampai ke kampung.”
Transportasi Laut dan Darat Jangan Dilupakan
Selain udara, John juga menyoroti pentingnya menghidupkan kembali transportasi laut dengan kapal-kapal kecil yang dulu beroperasi dari Agimuga, Kekwa, Atuka, Otakwa hingga Kokonao. Transportasi darat seperti DAMRI juga harus diperkuat dengan rute dan kendaraan layak di wilayah-wilayah terpencil Papua Tengah.
“Papua Tengah tidak butuh janji, tapi akses nyata. Membangun jembatan udara, laut, dan darat adalah fondasi utama untuk menghadirkan keadilan sosial di Papua,” pungkas John NR Gobai.






