Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Mahasiswa dan Pelajar Dogiyai Serahkan Aspirasi Penolakan DOB Mapia Raya ke DPRD

Etty Welerbadge-check


					Mahasiswa dan Pelajar Dogiyai Serahkan Aspirasi Penolakan DOB Mapia Raya ke DPRD Perbesar

DOGIYAI – Gelombang penolakan terhadap rencana pembentukan Daerah Otonom Baru (DOB) Mapia Raya di Kabupaten Dogiyai terus bergulir. Setelah melakukan Aksi Damai pada 4 Juli 2025 di halaman Kantor Bupati Dogiyai, elemen Solidaritas Pelajar, Mahasiswa, dan Masyarakat Dogiyai kembali menyampaikan penolakan mereka secara resmi kepada lembaga legislatif daerah.

Pada Sabtu, 19 Juli 2025, perwakilan massa secara langsung menyerahkan dokumen Aspirasi Penolakan DOB Mapia Raya kepada DPRD Kabupaten Dogiyai dalam sebuah pertemuan yang berlangsung di Aula Gereja Katolik Idakebo.

Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Dogiyai, Yohanes Degei, yang membidangi urusan Pemerintahan, Hukum, dan HAM, menerima langsung dokumen aspirasi tersebut. Dalam keterangannya kepada media, Degei menyatakan siap menindaklanjuti aspirasi itu ke tingkat lebih tinggi.

“Hari ini saya menerima aspirasi dari Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai. Sebagai anggota DPRD, saya bertanggung jawab untuk menindaklanjutinya kepada atasan kami hingga ke DPR RI di Jakarta,” ujar Degei.

Ia juga mengungkapkan bahwa DPRD Dogiyai dalam waktu dekat akan membentuk Panitia Khusus (Pansus) untuk mengawal dan menyampaikan aspirasi tersebut ke DPR Provinsi Papua Tengah hingga ke DPR RI di Senayan.

“Pansus akan segera dibentuk dan berangkat untuk membawa aspirasi rakyat ini ke tingkat yang lebih tinggi,” tambahnya.

Mahasiswa Tegaskan: Pemekaran DOB Berpotensi Merusak Kehidupan Rakyat

Dalam kesempatan yang sama, Yulianus Tagi, Koordinator Solidaritas Pelajar dan Mahasiswa Dogiyai, menyampaikan kekhawatiran mereka terhadap dampak dari wacana pemekaran DOB Mapia Raya.

“Kami bukan turun aksi untuk berkompromi, tetapi sebagai agen kontrol kami ingin menyampaikan bahwa pemekaran DOB ini memiliki dampak negatif terhadap kehidupan masyarakat Dogiyai,” tegas Yulianus, yang berasal dari Kota Studi Jayapura.

Menurutnya, pemekaran wilayah bukanlah solusi untuk pemerataan pembangunan. Sebaliknya, hal itu justru berpotensi menjadi alat yang merusak lingkungan serta mengancam eksistensi masyarakat adat di wilayah tersebut.

“Mahasiswa telah berdiskusi secara internal dan publik di kota studi masing-masing, dan kami menilai wacana pemekaran sangat membahayakan. Oleh karena itu, kami mendesak pemerintah daerah dan DPRD segera mencabut surat rencana pemekaran tersebut,” imbuhnya.

Solidaritas pelajar dan mahasiswa Dogiyai menegaskan komitmennya untuk terus mengawal aspirasi penolakan ini hingga ke tingkat nasional, demi menjaga hak hidup masyarakat serta kelestarian tanah adat mereka. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline