Menu

Mode Gelap
Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar

News

Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum

adminbadge-check


					Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum Perbesar

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi temuan mengejutkan anggota DPR terkait masih adanya siswa SMP yang belum bisa membaca. Ia menegaskan akan mengecek langsung laporan tersebut.

“Soal-soal begitu nanti kita lihat, masalahnya apa, ada di mana. Kan tidak bisa kita lihat satu per satu,” ujar Mu’ti kepada wartawan usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Meski demikian, Mu’ti menampik kemungkinan mengganti kurikulum saat ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan harus diambil berdasarkan data, bukan opini.

“Tidak ada pergantian kurikulum. Itu kan opini. Kita harus ambil kebijakan berbasis data,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Fraksi NasDem, Furtasan Ali Yusuf, menyoroti rendahnya tingkat literasi pelajar SMP. Ia mengungkap adanya siswa kelas 1 dan 2 SMP di Kabupaten Serang, Banten, yang belum bisa membaca.

“Banyak di lapangan, Pak Menteri. Saya menemukan anak kelas 1 dan kelas 2 SMP yang belum bisa membaca. Padahal capaian literasi di sini disebutkan sudah 68 persen dan numerasi 66 persen,” ungkap Furtasan saat rapat bersama Mendikdasmen.

Ia juga mengkritik kebijakan kenaikan kelas yang dinilai longgar, di mana siswa tetap naik kelas meski belum memiliki kemampuan dasar membaca.

“Dari penjelasan kepala sekolah, kurikulum yang ada membolehkan anak naik kelas walau belum bisa baca. Ini tantangan besar bagi kita semua,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Insentif Guru Madrasah Non ASN Mulai Cair Akhir Juni 2026

18 Juni 2026 - 12:32 WIB

IMG 20260617 WA0001

Pemkab Deiyai Raih Penghargaan Terbaik II Penyaluran DAK dari KPPN Nabire

18 Juni 2026 - 12:27 WIB

IMG 20260618 WA0014

Kapolres Nabire Tegaskan Penimbun BBM Akan Diproses Hukum

18 Juni 2026 - 12:23 WIB

IMG 20260618 WA0013

Pertamina Pastikan Stok BBM dan LPG di Nabire Aman Hingga Empat Minggu 

18 Juni 2026 - 12:20 WIB

IMG 20260618 WA0011

Pemkab Nabire Beri Waktu Sebulan: Kendaraan Pelat Luar Wajib Mutasi, BBM Subsidi dan Pajak Jadi Alasan Utama

18 Juni 2026 - 12:16 WIB

IMG 20260618 WA0009
Trending di Headline