Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

News

Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum

adminbadge-check


					Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum Perbesar

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi temuan mengejutkan anggota DPR terkait masih adanya siswa SMP yang belum bisa membaca. Ia menegaskan akan mengecek langsung laporan tersebut.

“Soal-soal begitu nanti kita lihat, masalahnya apa, ada di mana. Kan tidak bisa kita lihat satu per satu,” ujar Mu’ti kepada wartawan usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Meski demikian, Mu’ti menampik kemungkinan mengganti kurikulum saat ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan harus diambil berdasarkan data, bukan opini.

“Tidak ada pergantian kurikulum. Itu kan opini. Kita harus ambil kebijakan berbasis data,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Fraksi NasDem, Furtasan Ali Yusuf, menyoroti rendahnya tingkat literasi pelajar SMP. Ia mengungkap adanya siswa kelas 1 dan 2 SMP di Kabupaten Serang, Banten, yang belum bisa membaca.

“Banyak di lapangan, Pak Menteri. Saya menemukan anak kelas 1 dan kelas 2 SMP yang belum bisa membaca. Padahal capaian literasi di sini disebutkan sudah 68 persen dan numerasi 66 persen,” ungkap Furtasan saat rapat bersama Mendikdasmen.

Ia juga mengkritik kebijakan kenaikan kelas yang dinilai longgar, di mana siswa tetap naik kelas meski belum memiliki kemampuan dasar membaca.

“Dari penjelasan kepala sekolah, kurikulum yang ada membolehkan anak naik kelas walau belum bisa baca. Ini tantangan besar bagi kita semua,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong 5 Penghargaan ISRA 2026

7 Agustus 2026 - 14:48 WIB

IMG 20260807 WA0188

SD YPPK Waghete dan SD YAPIS Raih Juara I Lomba Cerdas Cermat HUT ke-81 RI Tingkat SD di Deiyai

7 Agustus 2026 - 14:34 WIB

IMG 20260807 WA0196

Regenerasi Kepemimpinan WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Petornela Giyai Resmi Pimpin Periode 2026–2030

7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

IMG 20260807 WA0014

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire

7 Agustus 2026 - 08:51 WIB

IMG 20260807 WA0010

Jelang HUT Pramuka ke-65, Kwarcab Nabire Gelar Bakti Bersih Serentak di Sejumlah Titik 

7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

IMG 20260807 WA0000
Trending di Headline