Menu

Mode Gelap
Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa Pigai Tegaskan 10 Persen Saham Freeport Harus untuk Papua Tengah Gubernur Meki Nawipa Siapkan Coffee Morning Bersama Wartawan di Nabire Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua

News

Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum

adminbadge-check


					Disorot DPR Soal Siswa SMP Tak Bisa Baca, Mendikdasmen: Akan Kami Cek, Tapi Tak Akan Ganti Kurikulum Perbesar

JAKARTA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti menanggapi temuan mengejutkan anggota DPR terkait masih adanya siswa SMP yang belum bisa membaca. Ia menegaskan akan mengecek langsung laporan tersebut.

“Soal-soal begitu nanti kita lihat, masalahnya apa, ada di mana. Kan tidak bisa kita lihat satu per satu,” ujar Mu’ti kepada wartawan usai rapat kerja di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Meski demikian, Mu’ti menampik kemungkinan mengganti kurikulum saat ini. Ia menegaskan bahwa kebijakan pendidikan harus diambil berdasarkan data, bukan opini.

“Tidak ada pergantian kurikulum. Itu kan opini. Kita harus ambil kebijakan berbasis data,” tegasnya.

Sebelumnya, Anggota Komisi X DPR Fraksi NasDem, Furtasan Ali Yusuf, menyoroti rendahnya tingkat literasi pelajar SMP. Ia mengungkap adanya siswa kelas 1 dan 2 SMP di Kabupaten Serang, Banten, yang belum bisa membaca.

“Banyak di lapangan, Pak Menteri. Saya menemukan anak kelas 1 dan kelas 2 SMP yang belum bisa membaca. Padahal capaian literasi di sini disebutkan sudah 68 persen dan numerasi 66 persen,” ungkap Furtasan saat rapat bersama Mendikdasmen.

Ia juga mengkritik kebijakan kenaikan kelas yang dinilai longgar, di mana siswa tetap naik kelas meski belum memiliki kemampuan dasar membaca.

“Dari penjelasan kepala sekolah, kurikulum yang ada membolehkan anak naik kelas walau belum bisa baca. Ini tantangan besar bagi kita semua,” tambahnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Peringati Maulid Nabi Muhammad SAW, Menag: Akhlak Fondasi Peradaban

24 Agustus 2026 - 14:21 WIB

IMG 20260824 WA0022

DPD I KNPI Papua Tengah Siap Gelar Pelantikan dan Rakerda I Di Paniai

24 Agustus 2026 - 14:18 WIB

IMG 20260824 WA0030

Bupati Mimika: Jangan Ada Lagi Data Berhenti di OPD, Semua Harus Terintegrasi

24 Agustus 2026 - 14:11 WIB

20260824

DLH Mimika Perkuat Pengendalian Emisi Gas Rumah Kaca, Data Lintas Sektor Mulai Diintegrasikan

24 Agustus 2026 - 14:01 WIB

20260824

Wilhelmus Pigai Minta Kebakaran Hutan di Papua Tengah Diusut Tuntas

24 Agustus 2026 - 13:47 WIB

IMG 20260824 WA0071
Trending di News