Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

News

Dinas PUPR Papua Tengah Tiga Kali Mangkir RDP dengan DPR, Ada Apa?

adminbadge-check


					Dinas PUPR Papua Tengah Tiga Kali Mangkir RDP dengan DPR, Ada Apa? Perbesar

NABIRE – Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi Papua Tengah kembali menjadi sorotan setelah tiga kali berturut-turut mangkir dari undangan resmi Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah.

Ketua Komisi IV, Yulius Yapugau, menyayangkan ketidakhadiran Kepala Dinas PUPR yang dinilai mencerminkan ketidakpatuhan terhadap agenda lembaga legislatif. Ia menilai, sikap tersebut bisa menghambat fungsi pengawasan DPR terhadap jalannya pembangunan di wilayah itu.

“Ini adalah bentuk ketidakpatuhan terhadap fungsi pengawasan legislatif. Ketidakhadiran ini juga menunjukkan minimnya itikad untuk membangun komunikasi yang sehat antara eksekutif dan legislatif,” tegas Yulius dilansir dari Tribun Papua tengah.

Menurutnya, peran Dinas PUPR sangat strategis dalam menjawab persoalan infrastruktur di Papua Tengah. Oleh karena itu, keterlibatan aktif dalam forum resmi seperti RDP sangat penting, terlebih untuk mengevaluasi progres proyek pembangunan tahun anggaran 2024–2025 yang dinilai belum tuntas.

“RDP ini menjadi momen penting untuk memperoleh klarifikasi dan penjelasan langsung dari pihak PUPR atas berbagai program kerja mereka,” lanjutnya.

Yulius juga menilai ketidakhadiran yang berulang sebagai indikasi lemahnya komitmen terhadap pembangunan daerah.

“Kami tidak ingin fungsi pengawasan DPR terhambat hanya karena tidak ada kemauan dari mitra kerja kami untuk hadir dan berdialog. Ini forum resmi, bukan undangan pribadi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Yulius berharap Dinas PUPR Papua Tengah ke depan dapat lebih kooperatif dan menghargai setiap undangan resmi dari DPR demi mendorong pembangunan yang lebih baik dan merata di wilayah Papua Tengah.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Bupati Ajak Warga Mimika Jaga Toleransi Jelang Hari Besar Keagamaan

16 Februari 2026 - 13:29 WIB

20260105 085727

Imlek 2577 Kongzili, Menag: Semoga Tahun ini Membawa Kedamaian dan Kesejahteraan

16 Februari 2026 - 13:19 WIB

Img 20260216 wa0019

Kasus Penembakan Pilot Smart Air, Satgas ODC Amankan Empat Orang, Dua Diantaranya Teridentifikasi

16 Februari 2026 - 13:12 WIB

Img 20260216 wa0153

Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah

16 Februari 2026 - 13:04 WIB

Img 20260114 wa0029

Seorang Pria Ditemukan Gantung Diri Dirumahnya : Polisi Sebut Tidak Ditemukan Adanya Tanda-tanda Kekerasan

16 Februari 2026 - 13:00 WIB

Img 20260216 wa0148
Trending di Headline