DOGIYAI – Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Kabupaten Dogiyai membagikan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) kepada tiga kepala bidang dan sekretaris dinas dalam sebuah kegiatan internal yang digelar di Kantor DPMK, Jumat (11/7/2025).
Kepala DPMK Dogiyai, Emanuel Giyai, menjelaskan bahwa pembagian DPA ini merupakan tindak lanjut dari instruksi langsung Bupati Dogiyai, sebagai bagian dari langkah strategis untuk mempercepat pelayanan publik, meningkatkan kinerja, serta memperhatikan kesejahteraan para pegawai.
“Pembagian DPA ini adalah bagian dari arahan Bupati. Karena itu, saya minta kepada setiap kepala bidang agar terbuka kepada staf masing-masing dan mengutamakan kesejahteraan mereka,” tegas Emanuel dalam arahannya.
Peringatan Tegas untuk Pegawai Tak Disiplin
Dalam kesempatan yang sama, Emanuel juga mengingatkan pentingnya kedisiplinan kerja di lingkungan DPMK. Ia menyatakan bahwa tunjangan kinerja bagi pegawai yang tidak aktif masuk kantor akan ditahan.
“Bagi staf yang tidak aktif masuk kantor, kami akan menahan pembayaran tunjangan kinerjanya. Dana tersebut hanya akan dibayarkan apabila pegawai bersangkutan kembali aktif bekerja,” ujarnya.
Kebijakan ini, kata Emanuel, diharapkan dapat mendorong peningkatan etos kerja serta menumbuhkan kesadaran akan tanggung jawab sebagai aparatur sipil negara.
Kepala Bidang Diminta Utamakan Kesejahteraan Staf
Ia juga menekankan bahwa tugas kepala bidang tidak hanya administratif, tetapi juga mencakup tanggung jawab terhadap kesejahteraan staf di bawahnya.
“Kesejahteraan staf ada di tangan kepala bidang. Tolong diupayakan sebaik-baiknya agar semangat kerja meningkat,” katanya.
Inisiatif Baru: “Jumat Ngopi Bareng” untuk Bangun Kebersamaan
Sebagai upaya mempererat kebersamaan dan membangun komunikasi antarsesama pegawai, DPMK Dogiyai juga menginisiasi program bertajuk “Jumat Ngopi Bareng”.
“Setiap Jumat kita akan ngopi bersama. Kopi yang disajikan berasal dari produk lokal seperti Kopi5 dan Kopi Modio. Ini juga bentuk dukungan terhadap produk UMKM Dogiyai,” jelas Emanuel.
Menurutnya, kegiatan informal ini menjadi wadah saling bertukar pikiran, menghilangkan sekat komunikasi, dan memperkuat solidaritas kerja di lingkungan DPMK. (MB)






