Menu

Mode Gelap
Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif Setjen DPD RI Raih Predikat Wilayah Bebas Korupsi, Perkuat Reformasi Birokrasi dan Pelayanan Publik

Headline

DPRK Nabire Gelar Hearing ke-7 di Kampung Wanggar Makmur, Warga Soroti Infrastruktur, Keamanan, dan Miras Lokal

Etty Welerbadge-check


					DPRK Nabire Gelar Hearing ke-7 di Kampung Wanggar Makmur, Warga Soroti Infrastruktur, Keamanan, dan Miras Lokal Perbesar

NABIRE – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire melaksanakan hearing atau forum dengar pendapat ke-7 bersama warga Kampung Wanggar Makmur, Kamis (11/7/2025).

Hearing ini menjadi wadah bagi warga untuk menyampaikan langsung berbagai persoalan yang dihadapi di kampung, mulai dari keterbatasan infrastruktur, keamanan sekolah, hingga maraknya peredaran minuman keras lokal.

Forum tersebut dihadiri oleh lima anggota DPRK Nabire dari Kelompok 5, yaitu Marius Kayame, Nandito Kalian Magai, Kasperlina Madai, Titus Gire, dan Daniel Mumakapa.

Dalam sambutannya, Marius Kayame menegaskan bahwa kehadiran DPRK di kampung bukan untuk memberikan janji atau bantuan langsung, melainkan untuk mendengar dan menampung pendapat warga sebagai bahan pembahasan lanjutan di kantor DPRK.

“Kami datang bukan kasih sesuatu atau janji. Kami ingin dengar langsung dari warga soal kondisi SDM Nabire — pendidikan, kesehatan, infrastruktur, dan masalah lain yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan dana kampung (ADD/DD),” ujar Kayame.

Jalan Rusak, Sekolah Tak Aman, dan Identitas Warga

Sejumlah warga mengeluhkan buruknya akses jalan antar kampung. Seorang warga mencontohkan rute dari Wanggar Makmur ke Wiraska yang kondisinya rusak parah dan tidak bisa dibiayai oleh dana kampung.

Sementara itu, Kepala Kampung Wanggar Makmur menyoroti lemahnya sistem keamanan di lingkungan sekolah. Ia menyebut salah satu SD di wilayah Wanggar Makmur atau Karadiri mengalami kerusakan fasilitas seperti laptop dan jendela karena tidak adanya petugas keamanan tetap di sekolah tersebut. Ia mendorong adanya pembangunan pagar sekolah untuk meningkatkan keamanan.

Kepala kampung juga mengungkap persoalan penduduk yang tinggal di Wanggar Makmur namun belum memiliki identitas jelas atau legalitas atas lahan yang mereka tempati. Ia berharap DPRK dan pemerintah membantu menyelesaikan masalah administrasi kependudukan dan kepemilikan tanah.

Desakan Perda Miras Lokal: ‘Dari Miras Jadi Jenazah’

Isu yang paling mendapat perhatian adalah soal maraknya peredaran minuman keras oplosan seperti “Bobo”, “CT”, dan “Saptikus”. Kepala kampung meminta DPRK Nabire segera mendorong pembentukan Peraturan Daerah (Perda) untuk membatasi atau melarang peredaran minuman lokal tersebut.

“Minuman oplosan itu bukan cuma bikin mabuk, tapi menyebabkan kecelakaan, pemerkosaan, bahkan kematian. HIV/AIDS di Papua, khususnya Nabire, juga tinggi karena ini,” kata kepala kampung dengan nada tegas.

Ia juga mengusulkan pendekatan radikal terhadap penjual miras ilegal. Menurutnya, jika ada korban akibat miras, jenazah korban sebaiknya langsung dibawa ke tempat penjual sebagai bentuk pertanggungjawaban sosial.

“Kami sudah capek bicara, tapi penjual terus sembunyi. Kami korban tak akan tinggal diam,” tambahnya.

Fungsi Hearing sebagai Wadah Aspirasi dan Pengawasan

Hearing DPRK merupakan bagian dari fungsi pengawasan dan legislasi DPRK Nabire. Forum ini menjadi ruang resmi untuk mendapatkan klarifikasi, menampung aspirasi, serta mengevaluasi pelaksanaan program pemerintah di tingkat kampung.

Hasil dari pertemuan ini akan dibawa ke forum internal DPRK sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan daerah ke depan. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK

14 Februari 2026 - 16:00 WIB

Img 20260214 wa0006

Terduga Pelaku Penganiayaan di Jalan Freeport Lama Akhirnya Menyerahkan Diri

14 Februari 2026 - 15:18 WIB

Img 20260214 wa0266

Perkuat Layanan Masyarakat, Kadis Kominfo Deiyai Salurkan Tiga Unit Starlink Kepada Warga Wagomani 

14 Februari 2026 - 15:13 WIB

Img 20260214 wa0282

Bupati dan Pemilik Tanah Buka Kembali Akses Jalan Petrosea Tembus Bandara Mozes Kilangin, Pastor Ibrani Gwijangge Memberkati Jalan 

14 Februari 2026 - 13:38 WIB

Screenshot 20260214 222928 gallery

DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat

14 Februari 2026 - 03:57 WIB

Img 20260213 wa0045 3361434797
Trending di News