Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

Headline

Papua Tengah dan Sibolga Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat, Solusi Pendidikan untuk Anak Daerah Konflik dan Putus Sekolah

Etty Welerbadge-check


					Papua Tengah dan Sibolga Usulkan Pembangunan Sekolah Rakyat, Solusi Pendidikan untuk Anak Daerah Konflik dan Putus Sekolah Perbesar

JAKARTA — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, bersama Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik, mengusulkan pendirian Sekolah Rakyat di daerah mereka. Aspirasi tersebut disampaikan langsung kepada Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, saat pertemuan di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta, Rabu (2/7/2025).

“Kami memohon pada Kemensos kalau bisa ada peluang di Nabire, ada satu Sekolah Rakyat,” ujar Meki Nawipa dalam keterangan tertulisnya, Kamis (3/7/2025).

Meki menjelaskan, sebagian besar wilayah Papua Tengah masih dilanda konflik. Dari delapan kabupaten, enam di antaranya berstatus daerah konflik yang menyebabkan banyak anak-anak harus mengungsi dan putus sekolah.

“Di Nabire ada lahan seluas 10 hektare yang sudah kami siapkan. Kalau ada kebijakan, kami harap tahun ini anak-anak pengungsi bisa segera bersekolah,” ungkapnya.

Selain Nabire, Gubernur Papua Tengah juga mengusulkan pendirian Sekolah Rakyat di Kabupaten Mimika, yang dinilai sebagai daerah aman dan strategis untuk menampung anak-anak pengungsi dari wilayah konflik.

Sementara itu, Bupati Nabire, Mesak Magai, memastikan seluruh dokumen dan proposal pendirian Sekolah Rakyat di Nabire telah disiapkan. “Proposal kami lengkap, termasuk persoalan lahan sudah clear,” jelas Mesak.

Ia menuturkan saat ini banyak pengungsi dari daerah konflik di Papua Tengah yang memilih menetap di Nabire dan Mimika. Oleh karena itu, kebutuhan pendidikan dan fasilitas dasar lainnya menjadi sangat mendesak.

“Kami membutuhkan semua kebutuhan sekolah dan keperluan masyarakat yang mengungsi,” tambahnya.

Usulan serupa juga disampaikan oleh Wali Kota Sibolga, Akhmad Syukri Nazry Penarik. Ia mengaku mendukung penuh program Sekolah Rakyat karena banyak anak-anak di daerahnya yang putus sekolah akibat harus membantu orang tua mencari nafkah.

“Kami senang ada program Sekolah Rakyat. Lahan seluas 12 hektare yang bersertifikat sudah kami siapkan untuk mendukung pembangunan ini,” kata Akhmad Syukri.

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sibolga bisa menjadi prioritas tahun ini agar masalah anak putus sekolah bisa segera ditangani.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo, menegaskan bahwa program Sekolah Rakyat bertujuan memutus rantai kemiskinan antargenerasi melalui pendidikan berasrama gratis. Program ini merupakan hasil kolaborasi lintas kementerian dan lembaga.

“Anak-anak di Sekolah Rakyat akan dibekali ilmu pengetahuan, karakter kebangsaan, hingga keterampilan sesuai potensi daerah. Mereka kita siapkan untuk menjadi generasi penerus yang siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” tegas Agus Jabo.

Selain itu, orang tua anak-anak juga akan diberdayakan secara ekonomi, dan kondisi rumah tempat tinggal mereka akan diperbaiki sebagai bagian dari pendekatan terpadu program tersebut.

Turut hadir dalam pertemuan ini, Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda, Wakil Wali Kota Sibolga Pantas Maruba Lumbantobing, serta jajaran pejabat Kementerian Sosial. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Ketua Umum PGGPT Dorong Rekonsiliasi Konflik Dua Kelompok Warga di Kapiraya, Soroti Dampak Pendulangan Emas

17 Februari 2026 - 14:52 WIB

Img 20260217 wa0033

Miras Lokal Masih Saja Ditemukan di Pelabuhan, Puluhan Liter Disita Polisi

17 Februari 2026 - 14:46 WIB

Img 20260217 wa0003

Pascapenyerangan di Mile Point 50, Polisi Lakukan Olah TKP

17 Februari 2026 - 14:42 WIB

Img 20260217 wa0001

Pemerintah Tetapkan 1 Ramadan 1447 H Jatuh pada 19 Februari 2026 

17 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260217 wa0026

HUT ke-3 PGGPT, Gereja Didorong Jadi Mitra Strategis Pembangunan Papua Tengah

17 Februari 2026 - 13:29 WIB

Img 20260217 wa0024
Trending di Headline