Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Pentingnya Pemberdayaan KAT, Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi 

Etty Welerbadge-check


					Pentingnya Pemberdayaan KAT, Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi  Perbesar

TIMIKA – Pentingnya pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dalam konteks pembangunan daerah dan menyusun rencana aksi pemberdayaan KAT di Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menggelar sosialisasi, di Hotel Grand Tembaga, Selasa (01/07/2025).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan bahwa komunitas adat terpencil adalah kelompok masyarakat dalam jumlah tertentu yang karena keterbatasan akses geografis, ekonomi, dan sosial budaya, hidup dalam kondisi marginal, terisolasi, dan tertinggal dari arus pembangunan.

“Supaya memberikan pemahaman yang utuh, strategi pemberdayaan yang tepat, serta penyusunan rencana aksi konkret yang adaptif terhadap kondisi lokal dan budaya masyarakat adat,” katanya.

Disampaikannya bahwa dengan kondisi keterpencilan dan kemiskinan struktural yang dihadapi menjadikan sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang memerlukan penanganan secara khusus, berkelanjutan, dan inklusif.

“Oleh karena itu sosialisasi ini hadir sebagai intervensi awal yang sangat penting.Saya ingin menekankan bahwa pemberdayaan komunitas adat terpencil bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang KAT, penguatan kapasitas masyarakat, pelestarian budaya, dan pengakuan atas identitas serta hak-hak dasar mereka,”kata Ananias.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Natalia Membala dalam laporannya mengatakan, sosialisasi Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil ini dirancang sebagai bagian dari intervensi awal untuk memahami pedoman tahapan pemberdayaan dengan pendekatan yang komprehensif.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kebijakan dan program Nasional terkait pemberdayaan KAT,” katanya.

Ia pun berharap, melalui kegiatan ini akan terbangun koordinasi lintas sektor, wilayah, dan lembaga untuk mewujudkan masyarakat adat terpencil yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat di Kabupaten Mimika. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dirjen Bimas Katolik Tinjau Pembangunan Asrama SMAKN Keerom, Tekankan Penguatan ASN dan Mutu Pendidikan

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260619 WA0046

Bupati Nabire Terbitkan Surat Edaran Pengawasan BBM Bersubsidi, Terapkan Sistem Plat Ganjil-Genap

20 Juni 2026 - 12:10 WIB

IMG 20260620 WA0002

Terima Pendampingan Data SDMK, Kadinkes Deiyai Apresiasi Dukungan Dinkes Papua Tengah

20 Juni 2026 - 12:05 WIB

IMG 20260620 WA0001

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan OAP, Gubernur: Siapkan Diri Jadi Aparatur Masa Depan Daerah

20 Juni 2026 - 12:00 WIB

IMG 20260620 WA0010

Peletakan Batu Pertama Jembatan Garuda Merah Putih di Mimika, Diharapkan Perkuat Konektivitas dan Ekonomi Warga

20 Juni 2026 - 11:32 WIB

IMG 20260620 WA0015
Trending di Headline