Menu

Mode Gelap
Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete Wabup Nabire Apresiasi Peran PKBN, Sebut Kontribusi Etnis Batak Sangat Besar PKBN Nabire Kukuhkan Kepengurusan Baru, Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Daerah Mayat Pria Ditemukan di Belakang Grapari Timika, Polisi Dalami Kasus dan Kejar Pelaku

Headline

Pentingnya Pemberdayaan KAT, Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi 

Etty Welerbadge-check


					Pentingnya Pemberdayaan KAT, Dinsos Mimika Gelar Sosialisasi  Perbesar

TIMIKA – Pentingnya pemberdayaan Komunitas Adat Terpencil (KAT) dalam konteks pembangunan daerah dan menyusun rencana aksi pemberdayaan KAT di Kabupaten Mimika, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Sosial menggelar sosialisasi, di Hotel Grand Tembaga, Selasa (01/07/2025).

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesra Setda Mimika, Ananias Faot dalam sambutannya mengatakan bahwa komunitas adat terpencil adalah kelompok masyarakat dalam jumlah tertentu yang karena keterbatasan akses geografis, ekonomi, dan sosial budaya, hidup dalam kondisi marginal, terisolasi, dan tertinggal dari arus pembangunan.

“Supaya memberikan pemahaman yang utuh, strategi pemberdayaan yang tepat, serta penyusunan rencana aksi konkret yang adaptif terhadap kondisi lokal dan budaya masyarakat adat,” katanya.

Disampaikannya bahwa dengan kondisi keterpencilan dan kemiskinan struktural yang dihadapi menjadikan sebagai penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang memerlukan penanganan secara khusus, berkelanjutan, dan inklusif.

“Oleh karena itu sosialisasi ini hadir sebagai intervensi awal yang sangat penting.Saya ingin menekankan bahwa pemberdayaan komunitas adat terpencil bukan hanya tentang pembangunan fisik, tetapi juga tentang KAT, penguatan kapasitas masyarakat, pelestarian budaya, dan pengakuan atas identitas serta hak-hak dasar mereka,”kata Ananias.

Sementara Ketua Panitia Kegiatan Natalia Membala dalam laporannya mengatakan, sosialisasi Pemberdayaan Sosial Komunitas Adat Terpencil ini dirancang sebagai bagian dari intervensi awal untuk memahami pedoman tahapan pemberdayaan dengan pendekatan yang komprehensif.

“Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pemahaman tentang kebijakan dan program Nasional terkait pemberdayaan KAT,” katanya.

Ia pun berharap, melalui kegiatan ini akan terbangun koordinasi lintas sektor, wilayah, dan lembaga untuk mewujudkan masyarakat adat terpencil yang mandiri, sejahtera, dan bermartabat di Kabupaten Mimika. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lima Tahun Melangkah Bersama: TK Santa Theresia Keniapa Wisudakan Angkatan Kelima, Selempang dan Tongkat Jadi Simbol Kesiapan Menuju Masa Depan

7 Juni 2026 - 10:14 WIB

IMG 20260607 WA0053

Ledakan di Kawasan Bekas Markas TPNPB-OPM di Kampung Toemalo Tewaskan Satu Warga 

7 Juni 2026 - 10:08 WIB

IMG 20260607 WA0194

Pemkab Mimika dan PTFI Tutup Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026: Sinergi Kunci Wujudkan Lingkungan Berkelanjutan

7 Juni 2026 - 10:05 WIB

IMG 20260607 WA0046

Sosialisasi Wajib Halal Oktober 2026 Dorong UMKM Papua Tingkatkan Kualitas dan Daya Saing Produk

7 Juni 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260607 WA0032

Sosialisasi WHO 2026 Dorong UMKM Papua Percepat Sertifikasi Halal

7 Juni 2026 - 09:50 WIB

IMG 20260607 WA0030
Trending di Headline