Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Gubernur Papua Tengah Dorong Anak Muda Beralih ke Dunia Usaha, APINDO Diminta Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Etty Welerbadge-check


					Gubernur Papua Tengah Dorong Anak Muda Beralih ke Dunia Usaha, APINDO Diminta Jadi Motor Penggerak Ekonomi Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyerukan perubahan cara berpikir generasi muda Papua agar tidak semata-mata bercita-cita menjadi pegawai negeri, melainkan berani terjun menjadi pelaku usaha. Hal itu disampaikan Nawipa saat membuka Musyawarah Provinsi I Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Papua Tengah, yang berlangsung di Auditorium RRI Nabire, Senin (30/6/2025).

Kegiatan ini dihadiri pengurus pusat APINDO, gubernur Papua tengah, pengurus APINDO provinsi, pengurus apindo 8 kabupaten , beberapa pelaku usaha UMKM serta para undangan

Dalam sambutannya, Meki Nawipa menegaskan, dunia usaha memberikan peluang kesejahteraan yang jauh lebih besar jika dikelola dengan baik, ketimbang mengandalkan penghasilan sebagai pegawai negeri.

“Kalau hitung-hitungan kasar, gaji pegawai negeri mungkin sekitar lima juta rupiah per bulan, dikali dua belas bulan itu sekitar 60 juta setahun. Tapi pengusaha, kalau omsetnya 30 juta per bulan, setahun bisa lebih besar dari itu,” tegas Nawipa.

Menurutnya, kehadiran APINDO di Papua Tengah bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret untuk membangun fondasi ekonomi daerah agar masyarakat Papua Tengah bisa sukses sebagai pengusaha, sekaligus meningkatkan kontribusi daerah ke negara.

“Sumbangan Papua Tengah ke negara tahun 2024 saja sudah mencapai Rp80 triliun. Itu baru dari satu sumber. Bayangkan jika semua potensi kita kelola baik, angka itu pasti lebih besar,” ujarnya.

Nawipa juga menyoroti banyaknya praktik ilegal seperti tambang dan perikanan yang merugikan daerah. Ia berharap APINDO dapat menjadi mitra pemerintah dalam menata dunia usaha agar lebih formal, legal, dan berdampak langsung ke masyarakat.

“Orang banyak cari uang di negeri ini lewat cara ilegal. Tapi dengan APINDO, kita bisa bantu mereka jadi pengusaha yang sah, punya wadah, dan jelas keuntungannya,” kata Nawipa.

Lebih lanjut, Gubernur mendorong agar generasi muda Papua Tengah tak lagi terjebak pada pola pikir politik semata. Menurutnya, dunia politik hanya menghabiskan waktu dan uang, sedangkan dunia usaha bisa membangun kekayaan lintas generasi.

“Kita harus siapkan diri bersaing di tingkat nasional. Dulu kita dorong jadi Direktur Irian Bhakti. Sekarang, kontribusi Papua Tengah besar, kita harus ikut di level nasional menuju Indonesia Emas 2045,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu, Nawipa juga menyampaikan pentingnya sinergi APINDO dengan KADIN dan BUMD, serta memanfaatkan momentum Rakernas APINDO di Bandung nanti untuk mempromosikan potensi sumber daya alam Papua Tengah.

Ia mengingatkan, sukses di dunia usaha bukan sekadar soal modal, melainkan soal mentor, proses, kerja sama, dan perubahan mentalitas.

“Jangan bermimpi jadi pengusaha tanpa proses. Semua butuh mentor, butuh kolaborasi, tidak bisa jalan sendiri. Orang Papua harus ubah cara pikir, jangan terus terpengaruh jadi kontraktor yang tergantung penguasa,” tegasnya.

Nawipa juga mengkritik budaya hidup berfoya-foya di media sosial, dan menekankan pentingnya kedisiplinan, konsistensi, dan kerja keras sebagai kunci sukses. Ia bahkan mencontohkan prinsip hidup masyarakat Tionghoa dalam mengelola uang dan bisnis, yang menurutnya patut ditiru.

“Saya punya prinsip, tidak perlu dipuji. Mau sukses? Tunjukkan data, konsep jelas, bawa masterplan. Saya bisa kenalkan ke orang, bisa dukung, tapi semua harus jelas,” katanya.

Di akhir sambutan, Gubernur mengajak anak-anak muda Papua, termasuk lulusan luar negeri, untuk tidak terpaku menjadi pegawai negeri, melainkan berani membuka usaha sendiri.

“Kalau sekolah ke luar negeri, pulang cuma jadi pegawai negeri, itu sia-sia. Lebih baik kerja atau bangun usaha di sana, atau buka peluang di sini. Jangan takut gagal,” pungkas Nawipa.

Musyawarah Provinsi I APINDO Papua Tengah ini diharapkan menjadi momentum kebangkitan pengusaha lokal Papua Tengah untuk tumbuh, bersaing, dan berkontribusi nyata dalam pembangunan daerah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

John Gobai Ingatkan Kepala Suku Papua: Jangan Lagi Berikan Marga dan Gelar Adat Sembarangan

21 September 2026 - 10:18 WIB

IMG 20260921 WA0023

John Gobai: Perdasus OAP Nomor 14 Tahun 2026 Akan Dibahas untuk Direvisi

21 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260921 WA0022

DPR Papua Tengah Imbau OAP Manfaatkan Layanan Kesehatan di 5 Klinik dan 8 RSUD Yang Didukung Dana OTSUS 

21 September 2026 - 09:48 WIB

IMG 20260921 WA0019

TNI Hadir Bersama Rakyat, Lanal Timika Gelar Bakti Sosial di Kampung Nawaripi

21 September 2026 - 09:38 WIB

IMG 20260921 183711

Personel Polres Mimika Raih Kompolnas Awards 2026, Dedikasi di Wilayah Konflik Berbuah Penghargaan

21 September 2026 - 09:29 WIB

IMG 20260921 182730
Trending di Headline