MIMIKA – Dalam upaya memperkuat semangat kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Provinsi Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, menggelar kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Kelurahan Timika Indah, Kabupaten Mimika, Papua Tengah. Rabu, (26/06/2025)..
Kegiatan ini dihadiri oleh warga dari berbagai kalangan, mulai dari tokoh masyarakat, pemuda, perempuan, hingga pelaku usaha lokal. Antusiasme peserta terlihat dari kehadiran mereka sejak pagi hari, bahkan sebagian datang lebih awal untuk mendapatkan tempat duduk terdepan.
Empat Pilar Kebangsaan, Fondasi Kokoh Bangsa Indonesia
Dalam sambutannya, Wilhelmus Pigai menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan merupakan dasar kokoh dalam menjaga keutuhan NKRI dan menghadapi tantangan kebangsaan saat ini. Keempat pilar tersebut adalah:
-
Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara yang mengajarkan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, toleransi, dan persatuan.
-
Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD 1945) sebagai sumber hukum tertinggi dan dasar penyelenggaraan pemerintahan.
-
Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai bentuk final negara yang harus dijaga keutuhannya oleh seluruh elemen bangsa.
-
Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan pemersatu dalam keberagaman suku, agama, ras, dan budaya yang menjadi kekayaan bangsa Indonesia.
“Empat pilar ini bukan sekadar hafalan untuk generasi muda atau jargon politik semata, tetapi harus kita hidupkan dalam tindakan nyata, dalam cara kita berinteraksi, bekerja, dan menyikapi perbedaan,” ujar Wilhelmus.
Ia juga menyoroti pentingnya sosialisasi ini dilakukan secara terus menerus, terutama di daerah-daerah, agar masyarakat lebih memahami arti penting dari nilai-nilai kebangsaan di tengah maraknya tantangan seperti disinformasi, radikalisme, serta konflik horizontal.
Pembagian Buku dan Penyerapan Aspirasi Masyarakat
Dalam kegiatan ini, Wilhelmus Pigai juga membagikan buku panduan Sosialisasi 4 Pilar kepada seluruh peserta. Buku tersebut memuat materi yang disusun secara sederhana dan mudah dipahami, dengan tujuan agar nilai-nilai Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika dapat dibaca, dipahami, dan diamalkan oleh masyarakat.
“Buku ini bukan untuk disimpan di lemari. Saya berharap dibaca dan didiskusikan, bahkan kalau perlu diajarkan kepada anak-anak kita di rumah. Inilah bagian dari literasi kebangsaan yang kita dorong,” tuturnya.
Tak hanya itu, Wilhelmus juga membuka ruang dialog terbuka, di mana masyarakat diberi kesempatan untuk menyampaikan aspirasi, masukan, saran, dan bahkan keluhan langsung kepada dirinya sebagai wakil daerah di tingkat nasional. Topik yang disampaikan warga beragam, mulai dari akses pendidikan, perbaikan jalan, kebutuhan air bersih, hingga dukungan bagi UMKM lokal.
Salah satu warga, Bapak Yance, menyampaikan keluhan tentang kurangnya fasilitas umum di wilayah Timika Indah.
“Kami bersyukur Bapak Senator datang langsung ke tempat kami dan mau mendengar. Banyak masalah di sini, tapi jarang ada yang turun langsung,” ujarnya.
Wilhelmus pun menanggapi setiap masukan dengan serius, mencatat aspirasi warga, dan berjanji untuk memperjuangkannya di tingkat nasional. Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak hanya datang untuk berbicara, tapi juga mendengar dan membawa suara rakyat Papua Tengah ke pusat pengambilan kebijakan.
Menanam Semangat Persatuan dari Tanah Papua
Di akhir kegiatan, Wilhelmus mengajak seluruh peserta untuk terus memelihara nilai-nilai persatuan dan kebersamaan di tengah keberagaman. Ia menegaskan bahwa tanah Papua adalah bagian integral dari Indonesia, dan masyarakatnya memiliki peran penting dalam menjaga keutuhan bangsa.
“Kita, orang Papua, punya tanggung jawab besar untuk ikut menjaga negeri ini. Mari kita jadi pelopor damai, pelopor toleransi, dan pelopor kemajuan dari Timur Indonesia,” tegasnya.
Kegiatan sosialisasi ditutup dengan sesi foto bersama dan pembagian simbolis buku kepada tokoh-tokoh masyarakat.











