Menu

Mode Gelap
Senator Wilhelmus Pigai Dorong Percepatan Pembangunan RSUD Papua Tengah Warga Dekai Pertahankan Fasilitas Kesehatan Yang Hampir Dibakar OTK DPD RI Tegaskan Ketimpangan Kebijakan Pertanahan, Mendesak Reforma Agraria Lebih Cepat Mendikdasmen dan BNN Perkuat Pendidikan Karakter Lewat Integrasi Kurikulum Anti Narkoba DPD RI Tegaskan Keseriusan Politik dan Kelembagaan Kawal Isu HAM di Papua Menko Polkam dan DPD RI Tegaskan Sinergi Pusat–Daerah untuk Kebijakan yang Lebih Efektif

News

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Rentan, Pertumbuhan Terancam Melemah

adminbadge-check


					Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Rentan, Pertumbuhan Terancam Melemah Perbesar

JAKARTA – Bank Dunia kembali mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian global dan berisiko mengalami pelemahan lebih lanjut. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2025, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2025 dan 4,8% pada 2026—lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 5,1%.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki fondasi makroekonomi yang hati-hati, negara ini tetap tidak kebal terhadap tekanan eksternal.

“Indonesia memang memiliki kebijakan ekonomi yang bijaksana, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita sepenuhnya terlindungi dari guncangan global,” ujar Carolyn dalam peluncuran laporan di Jakarta dilansir dari cnbcindonesia, Senin (23/6/2025)

Menurut Bank Dunia, sejumlah faktor global yang kini membayangi ekonomi Indonesia antara lain meningkatnya ketegangan perdagangan internasional, kebijakan global yang tidak menentu, serta risiko geopolitik yang terus memburuk.

Lebih lanjut, Bank Dunia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sudah turun di bawah ambang 5%, yaitu hanya mencapai 4,87%. Penurunan ini memperkuat kekhawatiran akan potensi perlambatan jangka menengah.

Carolyn menekankan, kondisi ini hanya bisa dihadapi dengan langkah konsisten dalam melakukan reformasi struktural. Ia menilai pemerintah perlu terus mendorong langkah-langkah seperti deregulasi, penciptaan iklim usaha yang sehat, peningkatan partisipasi investasi swasta, dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Reformasi struktural ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tapi juga soal menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” tegas Carolyn.

Bank Dunia mengingatkan, tanpa reformasi berkelanjutan, ketidakpastian global akan terus menjadi ancaman serius bagi target pembangunan dan stabilitas ekonomi jangka panjang Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Umat Katolik Mimika Diajak Maknai Rabu Abu dengan Pertobatan dan Komitmen Perubahan

18 Februari 2026 - 14:36 WIB

Img 20260218 wa0059

Sambut Ramadan 1447 H, Menag ajak Perkuat Kesalehan Sosial dan Harmoni Kebangsaan

18 Februari 2026 - 14:01 WIB

Img 20260218 wa0057

Pelaku Penikaman Seorang Penjual Pinang Diduga Kuat KKB

18 Februari 2026 - 13:26 WIB

Img 20260218 wa0115

Terjatuh dan Tenggelam di Sungai, Anak Usia 3 Tahun Ditemukan MD

18 Februari 2026 - 13:22 WIB

Img 20260218 wa0114

Pj Sekda Papua Tengah Tegaskan Jabatan Adalah Amanah, Pejabat Baru Diminta Langsung Gaspol Bekerja

18 Februari 2026 - 13:17 WIB

Img 20260218 wa0108
Trending di Headline