Menu

Mode Gelap
Ketua Komite III DPD RI Minta Pemerintah Beri Perhatian Lebih kepada Dosen PTS di Wilayah 3T Sekjen DPD RI Dorong Budaya Evaluasi untuk Perkuat Kinerja Birokrasi HUT ke-4 Papua Tengah Jadi Titik Awal Program BANGKIT untuk Generasi Sehat Papua DPD RI Perkuat Budaya Pelayanan Publik Melalui Data Akurat dan SDM Profesional Gubernur Meki Nawipa Siapkan Program “Bangkit Papua Tengah” untuk Percepat Penanganan 1.000 Balita Berisiko Stunting DPD RI Dorong Pengesahan RUU Daerah Kepulauan untuk Wujudkan Keadilan Pembangunan Maritim

News

Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Rentan, Pertumbuhan Terancam Melemah

adminbadge-check


					Bank Dunia: Ekonomi Indonesia Rentan, Pertumbuhan Terancam Melemah Perbesar

JAKARTA – Bank Dunia kembali mengingatkan bahwa ekonomi Indonesia masih berada dalam bayang-bayang ketidakpastian global dan berisiko mengalami pelemahan lebih lanjut. Dalam laporan Indonesia Economic Prospects edisi Juni 2025, Bank Dunia menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2025 dan 4,8% pada 2026—lebih rendah dari proyeksi sebelumnya yang mencapai 5,1%.

Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, Carolyn Turk, mengungkapkan bahwa meskipun Indonesia memiliki fondasi makroekonomi yang hati-hati, negara ini tetap tidak kebal terhadap tekanan eksternal.

“Indonesia memang memiliki kebijakan ekonomi yang bijaksana, tetapi itu tidak cukup untuk membuat kita sepenuhnya terlindungi dari guncangan global,” ujar Carolyn dalam peluncuran laporan di Jakarta dilansir dari cnbcindonesia, Senin (23/6/2025)

Menurut Bank Dunia, sejumlah faktor global yang kini membayangi ekonomi Indonesia antara lain meningkatnya ketegangan perdagangan internasional, kebijakan global yang tidak menentu, serta risiko geopolitik yang terus memburuk.

Lebih lanjut, Bank Dunia menyoroti bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal I-2025 sudah turun di bawah ambang 5%, yaitu hanya mencapai 4,87%. Penurunan ini memperkuat kekhawatiran akan potensi perlambatan jangka menengah.

Carolyn menekankan, kondisi ini hanya bisa dihadapi dengan langkah konsisten dalam melakukan reformasi struktural. Ia menilai pemerintah perlu terus mendorong langkah-langkah seperti deregulasi, penciptaan iklim usaha yang sehat, peningkatan partisipasi investasi swasta, dan pembangunan kualitas sumber daya manusia.

“Reformasi struktural ini bukan hanya tentang pertumbuhan ekonomi, tapi juga soal menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” tegas Carolyn.

Bank Dunia mengingatkan, tanpa reformasi berkelanjutan, ketidakpastian global akan terus menjadi ancaman serius bagi target pembangunan dan stabilitas ekonomi jangka panjang Indonesia.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Program CSR Unggulan Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Borong 5 Penghargaan ISRA 2026

7 Agustus 2026 - 14:48 WIB

IMG 20260807 WA0188

SD YPPK Waghete dan SD YAPIS Raih Juara I Lomba Cerdas Cermat HUT ke-81 RI Tingkat SD di Deiyai

7 Agustus 2026 - 14:34 WIB

IMG 20260807 WA0196

Regenerasi Kepemimpinan WKRI Paroki Segala Orang Kudus Diyai, Petornela Giyai Resmi Pimpin Periode 2026–2030

7 Agustus 2026 - 08:55 WIB

IMG 20260807 WA0014

Yayasan Harapan Nusantara Doutou Papua Siapkan Institut Kesehatan Anigou Nabire

7 Agustus 2026 - 08:51 WIB

IMG 20260807 WA0010

Jelang HUT Pramuka ke-65, Kwarcab Nabire Gelar Bakti Bersih Serentak di Sejumlah Titik 

7 Agustus 2026 - 08:42 WIB

IMG 20260807 WA0000
Trending di Headline