NABIRE – Pengurus Besar Esport Indonesia (PB ESI) Provinsi Papua Tengah menggelar rapat perdana bersama jajaran pengurus di salah satu kafe di kawasan Oyehe, Nabire. Rapat ini merupakan tindak lanjut dari turunnya Surat Keputusan resmi dari PB ESI Pusat, sekaligus sebagai langkah awal menyambut Rapat Kerja (Raker) perdana yang dijadwalkan berlangsung pada 20 Juni 2025.
Ketua PB ESI Papua Tengah, Bentot Yatipai, menyampaikan bahwa Raker mendatang akan menjadi forum strategis untuk menyusun program kerja organisasi selama satu tahun ke depan. Fokus utama yang akan dibahas adalah pembinaan atlet, pengembangan organisasi, serta persiapan menghadapi ajang nasional.
“Raker ini penting untuk mengkonsolidasikan visi dan misi organisasi. Target besar kami adalah menyiapkan atlet-atlet Esport Papua Tengah agar siap tampil di PON 2028 yang akan digelar di NTB dan NTT, ujar Bentot.
Dalam momentum tersebut, PB ESI Papua Tengah juga tengah berproses membentuk kepengurusan tingkat kabupaten (Pemkab) di delapan kabupaten se-Provinsi Papua Tengah. Koordinasi sedang dilakukan dengan KONI daerah dan pemerintah kabupaten untuk mempercepat proses pembentukan dan pelantikan pengurus.
Sebagai bagian dari rangkaian program strategis pasca Raker, PB ESI Papua Tengah berencana menyelenggarakan Piala Gubernur Papua Tengah pada bulan Agustus mendatang.
Turnamen ini akan digelar di dua zona utama, yaitu Nabire dan Mimika, dengan melibatkan atlet-atlet Esport dari seluruh kabupaten.
“Piala Gubernur ini akan jadi ajang awal untuk menggali potensi, serta menjaring bibit-bibit muda dari daerah,” jelasnya.
Dalam menghadapi tantangan sosial terkait stigma negatif terhadap dunia game, PB ESI Papua Tengah juga mempersiapkan langkah edukatif, termasuk menjadikan Esport sebagai kegiatan ekstrakurikuler positif di sekolah-sekolah tingkat SMP dan SMA.
“Kami ingin mengubah pandangan bahwa Esport bukan sekadar hiburan, tapi juga olahraga prestasi. Dengan pendekatan pembinaan yang benar, anak-anak bisa berkembang dan meraih masa depan dari sini,” kata Bentot.
PB ESI Papua Tengah juga akan menampilkan testimoni dari orang tua yang mendukung anak-anak mereka menekuni Esport, sebagai bagian dari kampanye perubahan persepsi masyarakat terhadap olahraga digital ini.
Dengan semangat sinergi dan visi jangka panjang, PB ESI Papua Tengah menargetkan terbentuknya ekosistem Esport yang sehat, produktif, dan berprestasi – sebagai wujud kontribusi Papua Tengah di level nasional. (MB)






