MIMIKA – Anggota DPD RI dari Papua Tengah, Wilhelmus Pigai, melakukan kunjungan silaturahmi ke Kerukunan Keluarga Seram Bagian Timur (KKSBT) di Kabupaten Mimika. Dalam suasana penuh kekeluargaan, Wilhelmus menyerahkan Al-Qur’an dan buku-buku ajaran Islam sebagai bentuk dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keimanan, pendidikan, dan dakwah di tengah masyarakat Muslim Mimika.
Dalam pertemuan tersebut, para jamaah menyampaikan aspirasi mengenai pentingnya pembangunan sebuah Pusat Pembinaan dan Pengembangan Umat di Mimika. Fasilitas ini diharapkan dapat menjadi ruang bagi kegiatan ibadah, pendidikan keagamaan, pembinaan generasi muda, hingga penguatan nilai-nilai kebudayaan Islam yang terbuka dan toleran.
Wilhelmus menyatakan bahwa inisiatif semacam ini sangat penting untuk memperkuat ketahanan moral dan sosial masyarakat, selama tetap berdiri di atas prinsip inklusif dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan.
“Aspirasi ini akan saya bantu sampaikan ke pemerintah pusat. Tapi saya tekankan, pusat pembinaan ini tidak boleh eksklusif, melainkan harus menjadi tempat terbuka untuk pendidikan, dialog, dan pembinaan moral yang memperkuat semangat toleransi,” ujar Wilhelmus. Kamis, (12/06/2025).
Ia juga menekankan pentingnya menjaga keharmonisan antaragama di Kabupaten Mimika.
“Hubungan yang sudah rukun dan harmonis antarumat beragama di Mimika adalah modal sosial yang sangat besar. Ini harus kita pelihara bersama sebagai dasar pembangunan ke depan.”
Dalam konteks pembangunan nasional dan daerah, Wilhelmus menyerukan dukungan bersama terhadap program pemerintah di segala lini.
“Kita semua harus mendukung program-program Presiden Republik Indonesia Bapak Prabowo Subianto, serta Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Tengah, Bapak Meki Nawipa dan Bapak Deinas Geley. Tak kalah penting, masyarakat juga harus mendukung program-program pemerintah kabupaten, karena kemajuan harus dimulai dari bawah,” tambahnya.
Wilhelmus berharap pembangunan keagamaan di Papua Tengah menjadi bagian dari pembangunan manusia secara menyeluruh – meliputi moral, pendidikan, budaya, dan toleransi.
“Saya akan terus mendorong aspirasi masyarakat untuk hadirnya fasilitas pembinaan umat yang berdaya guna, tidak hanya untuk satu golongan, tapi untuk keseimbangan sosial dan spiritual seluruh warga,” tegasnya.
“Saya hadir untuk semua. Papua Tengah ini rumah kita bersama. Tugas saya adalah memastikan setiap suara—dari kampung, dari kota, dari umat beragama mana pun—didengar dan diperjuangkan.”






