Menu

Mode Gelap
Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua Wilhelmus Pigai Serahkan Hadiah Quiz HUT ke-81 RI untuk Pelajar hingga Mahasiswa

News

Teriakan dari Mimbar: Uskup Timika Kecam Tambang Nikel Perusak Raja Ampat

adminbadge-check


					Teriakan dari Mimbar: Uskup Timika Kecam Tambang Nikel Perusak Raja Ampat Perbesar

TIMIKA – Uskup Keuskupan Timika dari Ordo Santo Agustinus (OSA), Mgr. Bernardus Bofitwos Baru, melontarkan kritik tajam terhadap kerusakan lingkungan yang terjadi di Raja Ampat akibat tambang nikel. Dalam khotbah Minggu Pentakosta, 8 Juni 2025, di Gereja Katedral Tiga Raja, Timika, ia menyoroti peran para elite politik dan pemilik modal yang dinilai rakus dan mengabaikan kelestarian alam Papua.

“Kita melihat bagaimana 2.000 hektare tanah Marind dibabat hanya demi kepentingan oligarki,” ujar Bernardus. “Raja Ampat yang indah kini perlahan hancur karena ketamakan mereka, dengan dalih proyek strategis nasional.”

Pernyataan itu ia sampaikan di hadapan jemaat dan disiarkan langsung oleh media lokal Papua. Uskup Bernardus, yang juga dikenal vokal dalam isu keadilan sosial dan lingkungan, menilai kerakusan para penguasa dan pebisnis telah merampas kehidupan masyarakat asli Papua dan melanggar nilai-nilai kemanusiaan.

“Roh Dunia” di Balik Eksploitasi

Dalam khotbahnya yang penuh semangat, Bernardus menyinggung bahwa kerusakan alam bukan semata persoalan kebijakan, melainkan juga soal spiritualitas. Ia menyebut para pelaku perusakan alam telah dikuasai oleh “roh kejahatan” yang mendewakan kapitalisme.

“Bila kerakusan dibiarkan, itu akan menghalangi Roh Kudus bekerja dalam hati manusia,” katanya. “Itulah roh dunia. Apakah kita mau mengikuti roh seperti ini, yang menghancurkan alam dan sesama?”

Ia menyerukan agar umat Kristiani membela keutuhan ciptaan, serta mengikuti Roh Kristus yang menyatukan dan menghormati kehidupan. “Mereka yang berjuang mempertahankan hutan, alam, dan budaya adalah orang-orang yang dikuasai oleh Roh Kudus,” tegasnya.

Greenpeace dan Anak Muda Papua Turun ke Jalan

Kecaman Uskup Bernardus selaras dengan aksi protes yang dilakukan Greenpeace Indonesia bersama empat pemuda Papua dalam gelaran Indonesia Critical Minerals Conference and Expo, 3 Juni lalu. Dalam aksinya, mereka membentangkan spanduk bertuliskan “Nickel Mines Destroy Lives” dan “Save Raja Ampat from Nickel Mining.”

Juru kampanye hutan Greenpeace, Iqbal Damanik, menyoroti bahaya tambang di pulau-pulau kecil Raja Ampat yang luasnya hanya sekitar 2 km². “Jika ini terus berjalan, lingkungan di pulau-pulau itu akan rusak parah,” katanya. Menurutnya, saat ini terdapat 16 izin tambang yang telah diterbitkan, termasuk dua yang telah beroperasi dan 11 lainnya dalam tahap reaktivasi.

Pemerintah Mulai Bertindak, Tapi Terlambat?

Merespons situasi ini, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan telah menyegel empat lokasi tambang nikel yang kini berada di bawah pengawasan KLH. Ia mengonfirmasi bahwa dua perusahaan telah memiliki izin, namun izin tersebut akan dicabut. “Dengan tetap mewajibkan pemulihan lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengumumkan penghentian sementara operasi PT GAG Nikel di Raja Ampat. “Untuk sementara kami hentikan sambil kami cek langsung kondisi di lapangan,” kata Bahlil, yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar.

Panggilan Moral dari Tanah Papua

Pernyataan tegas Uskup Bernardus menjadi panggilan moral bagi masyarakat dan pengambil kebijakan. Ia mengingatkan, Roh Kudus tak bisa hidup berdampingan dengan kerakusan dan eksploitasi yang merusak. “Kita dipanggil untuk melindungi kehidupan, bukan merampasnya demi keuntungan segelintir orang,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Lilin Solidaritas Menyala di Timika, Doa Dipanjatkan untuk Lima Wartawan yang Hilang di Anak Krakatau

14 September 2026 - 11:57 WIB

IMG 20260914 WA0048

Sambut HUT ke-30, Pemkab Mimika Siapkan Refleksi dan Doa Bersama

14 September 2026 - 11:25 WIB

IMG 20260914 WA0010

Gubernur Meki Minta LMA Jadi Jembatan Masyarakat Adat dan Pemerintah

14 September 2026 - 11:18 WIB

IMG 20260914 WA0024

Lenis Kogoya Desak Pembebasan Korban Penyanderaan di Mimika, Serukan Hentikan Pembunuhan Warga Sipil

14 September 2026 - 10:47 WIB

IMG 20260914 WA0020

Pelantikan LMA Korwil Papua Tengah, Lenis Kogoya Dorong Penguatan Peran Masyarakat Adat

14 September 2026 - 10:26 WIB

IMG 20260914 WA0016
Trending di Headline