Menu

Mode Gelap
Perkuat Layanan Kesehatan di Pedalaman, Wilhelmus Pigai Serahkan Bantuan Obat Kemenkes RI ke Puskesmas Wangbe 700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas

News

Daniel Mukapaka: “Kami Anak Adat Papua Tengah, Jangan Lagi Jadi Penonton di Tanah Sendiri”

adminbadge-check


					Daniel Mukapaka: “Kami Anak Adat Papua Tengah, Jangan Lagi Jadi Penonton di Tanah Sendiri” Perbesar

NABIRE — Suara lantang datang dari kursi Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nabire. Daniel Mukapaka, salah satu anggota DPRK yang merupakan anak adat asli Papua Tengah, menyampaikan unek-uneknya yang mewakili jeritan hati rakyat kecil—khususnya mama-mama Papua dan masyarakat asli yang tinggal di wilayah Provinsi Papua Tengah.

Daniel tidak ragu menyebutkan berbagai persoalan yang selama ini hanya dilihat, tapi jarang benar-benar diselesaikan. Salah satunya, soal mama-mama Papua yang setiap hari berjualan pinang, sayur, dan hasil kebun lainnya di pinggir jalan. Mereka mengais rezeki di Teluk Kimi, Samabusa, hingga pelosok Nabire, tanpa bantuan modal, tanpa fasilitas yang layak.

“Kalau mereka (mama-mama Papua) tidak berdagang, siapa yang kasih makan anak-anak mereka? Ini realita. Mereka butuh modal, butuh tempat jualan yang layak, bukan hanya janji,” tegas Daniel dalam keterangan tertulis kepada wartawan Sabtu, (7/6/2025)

Tak hanya itu, ia juga menyoroti soal kebersihan dan tata ruang di Kota Nabire, yang kini menyandang status sebagai Ibu Kota Provinsi Papua Tengah. Menurutnya, sebagai kota yang jadi wajah provinsi baru, Nabire seharusnya bersih, rapi, dan tertata baik. Tapi kenyataannya, banyak tumpukan sampah rumah tangga dan area kumuh yang luput dari perhatian.

“Kita ini bukan pendatang. Saya anak asli Nabire. Lahir, besar, hidup di sini. Tapi kadang saya tanya dalam hati, siapa yang sebenarnya peduli tempat tinggal kami?”

Daniel juga menyinggung soal izin penjualan minuman keras (miras) di kota Nabire. Ia melihat langsung dampaknya: banyak kecelakaan, kekerasan, bahkan korban jiwa. Ia mendesak dinas terkait untuk segera mencabut izin penjualan miras demi menyelamatkan generasi muda Papua Tengah.

“Miras itu bukan budaya kita. Jangan sampai anak-anak kita habis karena kebijakan yang tidak berpihak pada masa depan mereka.”

Satu cerita yang ia angkat cukup menyentuh: ada mama Papua yang sejak beberapa tahun lalu sudah mengajukan dokumen ke bank untuk dapat modal usaha. Tapi hingga kini, tidak ada kabar. Mama itu masih berdagang seadanya, dengan modal pas-pasan.

“30 juta itu bukan angka besar untuk lembaga keuangan. Tapi buat mama-mama Papua, itu bisa ubah hidup mereka.”

Daniel juga menyampaikan kekhawatiran tentang proyek-proyek besar di Tanah Papua, seperti tambang nikel di Raja Ampat. Menurutnya, investasi besar kadang hanya menguntungkan segelintir orang, sementara rakyat asli tetap hidup susah.

“Kita harus bersatu—Papua, Papua Tengah, Papua Pegunungan, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Jangan kita terus jadi penonton, sementara tanah kita terus diambil manfaatnya.”

Dengan tegas, Daniel menyampaikan bahwa kehadirannya di DPRK bukan untuk diam. Ia ingin menjadi suara anak adat Papua Tengah, dan memastikan kebijakan yang dibuat benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat bawah.

“Saya ada di kursi DPR bukan karena kebetulan. Saya ada karena rakyat percaya. Maka saya juga harus bicara untuk mereka.”(MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Rektor Tekege, USWIM Perkuat Tata Kelola, Digitalisasi Akademik, dan Produktivitas Riset

14 Juli 2026 - 13:33 WIB

IMG 20260714 WA0206

Dekranasda Deiyai Bawa Pulang Piagam Penghargaan dari Pameran Nasional HUT Dekranas ke-46

14 Juli 2026 - 13:28 WIB

IMG 20260714 WA0185

Pembukaan Turnamen Futsal HUT RI ke-81 Deiyai Digelar Besok, ASN Diajak Ramaikan Kegiatan

14 Juli 2026 - 13:23 WIB

IMG 20260714 WA0182

Papua Tengah Perkuat Basis Data Industri, Tim Provinsi Lakukan Pendataan Tenaga Kerja di Deiyai

14 Juli 2026 - 13:18 WIB

IMG 20260714 WA0179

DPMK Deiyai Perkuat Program Ekina Tonawi, 67 Kampung Kembali Terima Bantuan Pakan Ternak Babi

14 Juli 2026 - 13:09 WIB

IMG 20260714 WA0175
Trending di Headline