Menu

Mode Gelap
700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI OPINI : Menggugat ke PTUN Tak Cukup Bermodal Somasi TKT Group Timika Raih 15 Medali di Thyres Taekwondo Championship 2026 Ekspor Perdana Hasil Laut Mimika Jadi Langkah Baru Papua Tengah Menembus Pasar Global Pendidikan Jadi Kunci Masa Depan Papua, Meki Nawipa Apresiasi Beasiswa Puncak Cerdas Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat

Headline

Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu

Etty Welerbadge-check


					Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu Perbesar

TIMIKA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai mengaku bangga dan senang saat bertemu dan mendengarkan secara langsung penyampaian-penyampaian dari para tokoh masyarakat.

“Saya senang dan puas karena banyak hal yang mereka sampaikan dalam pertemuan tadi. Meskipun mereka berwarna warni berasal dari komunitas dan suku, agama, budaya yang berbeda tetapi mereka bersatu dalam menjaga kamtibmas di Mimika,” ungkapnya seusai melakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh, baik itu dari lembaga adat, ketua-ketua suku atau paguyuban, di Hotel Swiss-belinn, Selasa (13/05/2025).

Secara detail disampaikan oleh Natalius Pigai bahwa dalam pertemuan itu berbagai hal yang disampaikan menyangkut problematika yang dihadapi, seperti masalah ibu dan anak-anak yang harus menjadi konsen bersama.

Mengenai bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu bisa sentuh kepada masyarakat, sebagaimana semangat-semangatnya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Presiden Prabowo, seperti program makanan gratis, kesehatan, pendidikan, sekolah rakyat untuk masyarakat yang sulit berpendidikan.

Kemudian persoalan masalah perhatian bagaimana kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lokal, keselamatan terhadap lingkungan dan ekosistem.

“Kami sampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat supaya sampaikan jika ada pelayanan kurang, inikan tujuannya untuk perbaikan, negara inikan tidak akan berhenti dan berjalan terus. Bagi kami masukan buat kami itu sangat penting,” kata Menteri HAM.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengaku bangga dan senang ketika tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari komunitas suku, agama, budaya yang berbeda, namun ketika masing-masing menyampaikan masalah pada prinsipnya diantara mereka itu satu.

“Contoh ketika Amungme-Kamoro yang mungkin merasa tidak ada keadilan, dan itu suku-suku lain katakan betul, itukan bagus. Berarti pelakunya itu individu lain. Karena ketidakadilan itu bukan dilakukan oleh suku lain tapi individu lain,” ungkap Natalius Pigai. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Panglima KOGABWILHAN III Paparkan Hasil Operasi Semester I 2026, TNI Tetap Mengedepankan Pendekatan yang Menjunjung Hukum dan HAM 

6 Juli 2026 - 17:14 WIB

20260706

Sekretaris Dinas Pendidikan Mimika Tinjau PAUD dan SD di Kampung Banti, Siapkan Lokasi Pembangunan Sekolah Baru

5 Juli 2026 - 14:11 WIB

IMG 20260705 WA0010

Samuel Yogi Apresiasi Dekranasda Deiyai, Dinilai Konsisten Kembangkan UMKM Lokal

5 Juli 2026 - 12:58 WIB

IMG 20260705 WA0021

Perekda Deiyai Bawa Kuliner Tradisional ke Panggung Festival TIFA 2026

5 Juli 2026 - 11:17 WIB

IMG 20260705 WA0025

700 Pelari Meriahkan Bhayangkara Fun Run 5K, Wujud Sinergi Polda Papua Tengah dan DPD BMP RI

4 Juli 2026 - 11:24 WIB

WhatsApp Image 2026 07 04 at 20.08.55
Trending di Headline