Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu

Etty Welerbadge-check


					Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu Perbesar

TIMIKA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai mengaku bangga dan senang saat bertemu dan mendengarkan secara langsung penyampaian-penyampaian dari para tokoh masyarakat.

“Saya senang dan puas karena banyak hal yang mereka sampaikan dalam pertemuan tadi. Meskipun mereka berwarna warni berasal dari komunitas dan suku, agama, budaya yang berbeda tetapi mereka bersatu dalam menjaga kamtibmas di Mimika,” ungkapnya seusai melakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh, baik itu dari lembaga adat, ketua-ketua suku atau paguyuban, di Hotel Swiss-belinn, Selasa (13/05/2025).

Secara detail disampaikan oleh Natalius Pigai bahwa dalam pertemuan itu berbagai hal yang disampaikan menyangkut problematika yang dihadapi, seperti masalah ibu dan anak-anak yang harus menjadi konsen bersama.

Mengenai bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu bisa sentuh kepada masyarakat, sebagaimana semangat-semangatnya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Presiden Prabowo, seperti program makanan gratis, kesehatan, pendidikan, sekolah rakyat untuk masyarakat yang sulit berpendidikan.

Kemudian persoalan masalah perhatian bagaimana kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lokal, keselamatan terhadap lingkungan dan ekosistem.

“Kami sampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat supaya sampaikan jika ada pelayanan kurang, inikan tujuannya untuk perbaikan, negara inikan tidak akan berhenti dan berjalan terus. Bagi kami masukan buat kami itu sangat penting,” kata Menteri HAM.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengaku bangga dan senang ketika tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari komunitas suku, agama, budaya yang berbeda, namun ketika masing-masing menyampaikan masalah pada prinsipnya diantara mereka itu satu.

“Contoh ketika Amungme-Kamoro yang mungkin merasa tidak ada keadilan, dan itu suku-suku lain katakan betul, itukan bagus. Berarti pelakunya itu individu lain. Karena ketidakadilan itu bukan dilakukan oleh suku lain tapi individu lain,” ungkap Natalius Pigai. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemuda Katolik Komcab Paniai Gelar Diskusi dan Konsolidasi Menuju Rakercab I

10 Maret 2026 - 15:00 WIB

IMG 20260310 WA0258

Loka POM Intensifkan Pengawasan Pangan di Mimika Jelang Idulfitri

10 Maret 2026 - 14:44 WIB

IMG 20260310 WA0091

Modal Kemenangan Telak, Persipani Paniai Siap Hadang Juara Bertahan

10 Maret 2026 - 14:30 WIB

IMG 20260310 WA0262

Wagub Papua Tengah Pimpin Rakor Lintas Sektoral Operasi “Ketupat Noken” 2026 di Nabire

10 Maret 2026 - 14:25 WIB

IMG 20260310 WA0082

Pemda Dogiyai Bentuk Tim Harmonisasi Konflik Kapiraya, Dua Pesawat Dikirim Verifikasi Batas Adat

10 Maret 2026 - 14:13 WIB

IMG 20260310 WA0228
Trending di Headline