Menu ✖

Mode Gelap
Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026 Komite IV DPD RI Evaluasi Realisasi TKD dan Dana Otsus di Papua Papua di Ambang Pintu Neraka atau Surga: Refleksi Kemanusiaan atas Konflik dan Perdamaian Isu Reshuffle Kabinet, Natalius Pigai: Saya Tak Pernah Bermimpi Jadi Menteri TNI AD dan DPD RI Turun Tangan Atasi Masalah Infrastruktur Daerah Komite IV DPD RI Rampungkan Uji Kelayakan 23 Calon Anggota BPK RI

Headline

Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu

Etty Welerbadge-check


					Natalius Pigai : Saya Senang Mereka Berbeda Suku, Agama Tetapi Bersatu Perbesar

TIMIKA – Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) RI, Natalius Pigai mengaku bangga dan senang saat bertemu dan mendengarkan secara langsung penyampaian-penyampaian dari para tokoh masyarakat.

“Saya senang dan puas karena banyak hal yang mereka sampaikan dalam pertemuan tadi. Meskipun mereka berwarna warni berasal dari komunitas dan suku, agama, budaya yang berbeda tetapi mereka bersatu dalam menjaga kamtibmas di Mimika,” ungkapnya seusai melakukan pertemuan dengan para tokoh-tokoh, baik itu dari lembaga adat, ketua-ketua suku atau paguyuban, di Hotel Swiss-belinn, Selasa (13/05/2025).

Secara detail disampaikan oleh Natalius Pigai bahwa dalam pertemuan itu berbagai hal yang disampaikan menyangkut problematika yang dihadapi, seperti masalah ibu dan anak-anak yang harus menjadi konsen bersama.

Mengenai bagaimana kebijakan-kebijakan pemerintah itu bisa sentuh kepada masyarakat, sebagaimana semangat-semangatnya yang dilakukan oleh pemerintah melalui Presiden Prabowo, seperti program makanan gratis, kesehatan, pendidikan, sekolah rakyat untuk masyarakat yang sulit berpendidikan.

Kemudian persoalan masalah perhatian bagaimana kepedulian perusahaan terhadap masyarakat lokal, keselamatan terhadap lingkungan dan ekosistem.

“Kami sampaikan kepada tokoh-tokoh masyarakat supaya sampaikan jika ada pelayanan kurang, inikan tujuannya untuk perbaikan, negara inikan tidak akan berhenti dan berjalan terus. Bagi kami masukan buat kami itu sangat penting,” kata Menteri HAM.

Dalam kesempatan tersebut, dirinya juga mengaku bangga dan senang ketika tokoh-tokoh masyarakat yang berasal dari komunitas suku, agama, budaya yang berbeda, namun ketika masing-masing menyampaikan masalah pada prinsipnya diantara mereka itu satu.

“Contoh ketika Amungme-Kamoro yang mungkin merasa tidak ada keadilan, dan itu suku-suku lain katakan betul, itukan bagus. Berarti pelakunya itu individu lain. Karena ketidakadilan itu bukan dilakukan oleh suku lain tapi individu lain,” ungkap Natalius Pigai. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

HMI Cabang Mimika dan GPII Papua Tengah Bagikan 150 Masker Gratis, Desak Pemkab Antisipasi Dampak Kabut Asap

11 Oktober 2026 - 02:43 WIB

IMG 20261011 114058

Papua Tengah Terang untuk Sugapa, Listrik Gratis 24 Jam Ditargetkan Mulai Desember 2026

11 Oktober 2026 - 02:09 WIB

IMG 20261011 WA0025

Mimika Genap 30 Tahun, Keluarga Perintis Pemekaran Pertanyakan Pengakuan atas Jasa Orang Tua “Jangan Dihapus dari Sejarah”

10 Oktober 2026 - 07:22 WIB

IMG 20261010 WA0011

Polres Mimika Dorong Pelajar SMP Negeri 10 Manfaatkan Peluang Beasiswa SMA Kemala Taruna Bhayangkara

10 Oktober 2026 - 06:37 WIB

IMG 20261010 WA0009

Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Sebuah Kamar Hotel, Polisi Lakukan Penyelidikan

10 Oktober 2026 - 06:32 WIB

IMG 20261010 WA0007
Trending di Headline