TIMIKA – Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan) III, Letjen TNI Lucky Avianto, memaparkan hasil pelaksanaan operasi Satuan Tugas (Satgas) TNI selama Semester I Tahun Anggaran 2026 dalam konferensi pers di Markas Kogabwilhan III, di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah, Senin (6/7/2026). Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat, pegiat sosial, dan insan pers yang dinilai konsisten menyajikan informasi berdasarkan fakta di tengah maraknya penyebaran hoaks di media sosial.
“Terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat, pegiat sosial, khususnya rekan-rekan wartawan yang berani melawan hoaks, narasi kejam, dan fitnah kepada TNI dengan menyajikan pemberitaan yang sesuai fakta, memiliki narasumber yang jelas, serta dapat dipertanggungjawabkan kepada publik,” ujar Lucky di Timika.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri para Panglima Komando Utama (Pangkotama) yang memimpin pelaksanaan operasi Satgas TNI di wilayah Papua dan Indonesia Timur, yaitu :
- Mayjen TNI Mayor Jenderal TNI Febriel Buyung Sikumbang, S.H., M.M. (Pangdam XVII/Cen).
- Mayjen TNI Christian Kurnianto Tehuteru (Pangdam XVIII/Ksr).
- Mayjen TNI Frits Wilem Rizard Pelamonia (Pangdam XXIV/MT).
- Laksda TNI Dato Rusman S.N., S.E. (Pangkoarmada III).
- Marsda TNI Dr. Azhar Aditama Djojosugito, S.Sos. (Pangkodau III).
- Mayjen TNI (Mar) Sugianto, S.Sos.M.M. (Dankodaeral X Jayapura).
- Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., M.A.P. (Dankodaeral XI Merauke).
- Laksda TNI Djatmoko, S.T., M.M. (Dankodaeral XIV Sorong).
- Mayjen TNI (Mar) Andi Rahmat M. (Danpasmar 3).
- Mayjen Yudha Airlangga (Pangkoops Habema).
- Marsda TNI Joko Sugeng Sriyanto (Kaskogabwilhan III), serta pejabat utama lainnya.
Letjen TNI Lucky Avianto membuka Konferensi Pers dengan menaikkan Puji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat-Nya kita dapat hadir pada konferensi pers hasil pelaksanaan operasi dan kinerja Satgas TNI yang tergabung dalam Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, untuk Semester I Tahun Anggaran 2026, di Mako Kogabwilhan III hari ini.
Konferensi pers ini merupakan bentuk transparansi kami ke publik, terkait tugas TNI sebagaimana diatur dalam Pasal 30 ayat (3) UUD NRI 1945, yang menempatkan TNI sebagai alat negara untuk mempertahankan, melindungi, dan memelihara keutuhan dan kedaulatan negara.

Perlu kami jelaskan, konsep pertahanan negara dalam tradisi ketatanegaraan Indonesia bersifat komprehensif dan tidak dapat dipahami secara sempit hanya sebatas pertahanan militer konvensional.
Filosofi pertahanan semesta (Sishankamrata) yang dianut Indonesia mengakui, ancaman terhadap negara tidak hanya datang dari agresi militer eksternal, tetapi juga dari berbagai bentuk ancaman non-militer yang dapat mengganggu stabilitas dan kedaulatan negara.
Dalam paparannya, Lucky menegaskan bahwa operasi yang dilaksanakan TNI tidak hanya berfokus pada aspek pertahanan, tetapi juga mendukung penegakan hukum melalui sinergi bersama Polri, Bea Cukai, Aviation Security (Avsec), pemerintah daerah, dan instansi terkait.

Selama Januari hingga Juni 2026, Satgas TNI mencatat keberhasilan dalam penindakan berbagai tindak pidana lintas sektor. Di antaranya empat kasus penyelundupan senjata api dan amunisi, dua kasus distribusi bahan bakar minyak (BBM) ilegal, enam kasus penyelundupan satwa dilindungi, lima kasus narkotika, serta 24 kasus peredaran minuman keras ilegal.
Di bidang pemberantasan narkotika, TNI mengungkap 30 kasus yang didominasi peredaran ganja, penemuan ladang ganja, serta upaya penyelundupan melalui jalur udara, laut, dan perbatasan. Dari operasi tersebut, aparat mengamankan sekitar 1.479 batang pohon ganja, puluhan kilogram ganja kering, sejumlah ladang ganja siap panen, serta puluhan tersangka yang selanjutnya diserahkan kepada Polri untuk diproses sesuai ketentuan hukum.
Selain itu, Satgas TNI juga mengamankan 47 pucuk senjata api berbagai jenis, 92 pucuk senapan angin beserta komponennya, ratusan butir amunisi, uang tunai, dokumen, dan sejumlah atribut yang disebut berkaitan dengan kelompok bersenjata TPNPB-OPM.
Dalam konferensi pers tersebut, Lucky juga menyoroti meningkatnya aksi kekerasan yang menurutnya dilakukan oleh kelompok TPNPB-OPM terhadap masyarakat sipil maupun aparat keamanan. Ia menyinggung kasus tewasnya seorang pilot warga negara Amerika Serikat yang bekerja untuk PT AMA sebagai salah satu contoh aksi yang dinilai mencederai nilai-nilai kemanusiaan.
Menurut Lucky, TNI akan tetap mengedepankan pendekatan yang menjunjung hukum dan hak asasi manusia dalam setiap operasi. Namun, ia menegaskan bahwa tindakan tegas dan terukur akan dilakukan apabila prajurit maupun masyarakat menghadapi ancaman langsung di lapangan.
“TNI akan selalu bertindak sesuai aturan pelibatan (Rules of Engagement) dengan tetap menjunjung tinggi hukum dan HAM. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam setiap pelaksanaan tugas,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan bahwa selama Semester I 2026, sebanyak 54 anggota kelompok bersenjata berhasil diamankan. Sementara itu, 59 anggota aktif disebut memilih kembali bergabung dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia melalui pendekatan yang mengedepankan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat.

Menutup keterangannya, Panglima Kogabwilhan III mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga persatuan, mendukung pembangunan Papua, serta bersama-sama menciptakan situasi keamanan yang kondusif demi kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua. (Etty)







