Menu

Mode Gelap
Gubernur Papua Tengah Tetapkan BOSDA Pendidikan Gratis Tahun 2026, Ribuan Siswa Jadi Penerima Manfaat Bupati Yampit Nawipa, Kabupaten Paniai Raih Peringkat I Kinerja Penyaluran Dana Desa Terbaik di Papua Tengah Dinas Pendidikan Kabupaten Deiyai Imbau SMP dan SMA Terapkan Kebijakan Pendidikan Gratis Teladan Kepemimpinan Sri Sultan Hamengkubuwono IX Anggota DPD RI Wilhelmus Pigai Salurkan Bantuan Hewan Kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk Masjid Al-Fattah Bupati Deiyai Ajak Semua Pihak Mengikuti Jumat Bersih di Pasar Waghete

Headline

Tuan Tanah Papua Terpinggirkan dalam Peresmian Smelter Freeport?

adminbadge-check


					Foto : Istimewa Perbesar

Foto : Istimewa

MIMIKA –  Peresmian produksi Smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Gresik, Jawa Timur, pada Senin (17/3/2025) yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Namun, perwakilan dari Papua, khususnya Gubernur Papua Tengah, Bupati Mimika, dan tokoh adat, tampaknya tidak hadir dalam acara tersebut.

Presiden Prabowo menekankan pentingnya hilirisasi sumber daya alam untuk meningkatkan nilai tambah bagi perekonomian nasional. Smelter Gresik disebut sebagai yang terbesar di dunia, mampu mengolah 3 juta ton konsentrat per tahun menjadi 50 ton emas. Presiden Direktur PTFI Tony Wenas menyatakan bahwa produksi tahun 2025 ditargetkan mencapai 32 ton emas dan meningkat menjadi 50 ton di tahun berikutnya.

Namun, ketidakhadiran perwakilan Papua menimbulkan pertanyaan mengenai keterlibatan masyarakat asli dalam pengelolaan sumber daya mereka. Isu ini semakin relevan jika dikaitkan dengan jumlah pekerja asli Papua yang bekerja di smelter tersebut. Undangan kepada pejabat dan tokoh adat Papua seharusnya menjadi bentuk penghormatan atas peran mereka sebagai pemilik tanah di mana tambang Grasberg beroperasi.

Peristiwa ini menjadi refleksi bagi PTFI dan Pemerintah Pusat agar lebih inklusif dalam melibatkan masyarakat Papua dalam setiap tahap pengelolaan sumber daya alam. Ke depan, diharapkan ada langkah konkret untuk meningkatkan keterlibatan dan kesejahteraan masyarakat Papua dalam industri yang berakar dari wilayah mereka.

 

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Pemprov Papua Tengah Target Raih Opini WTP, OPD Diminta Perkuat Akuntabilitas dan Kualitas Pelaporan

22 Juni 2026 - 10:17 WIB

IMG 20260622 WA0042

Dirjen Bimas Katolik Tinjau Pembangunan Asrama SMAKN Keerom, Tekankan Penguatan ASN dan Mutu Pendidikan

20 Juni 2026 - 13:13 WIB

IMG 20260619 WA0046

Bupati Nabire Terbitkan Surat Edaran Pengawasan BBM Bersubsidi, Terapkan Sistem Plat Ganjil-Genap

20 Juni 2026 - 12:10 WIB

IMG 20260620 WA0002

Terima Pendampingan Data SDMK, Kadinkes Deiyai Apresiasi Dukungan Dinkes Papua Tengah

20 Juni 2026 - 12:05 WIB

IMG 20260620 WA0001

Pemprov Papua Tengah Lepas Peserta Bimbel Sekolah Kedinasan OAP, Gubernur: Siapkan Diri Jadi Aparatur Masa Depan Daerah

20 Juni 2026 - 12:00 WIB

IMG 20260620 WA0010
Trending di Headline