Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

Wujudkan Pengelolaan Data Akurat di Daerah, Diskominfo Gelar Rakor Forum SDI

Etty Welerbadge-check


					Wujudkan Pengelolaan Data Akurat di Daerah, Diskominfo Gelar Rakor Forum SDI Perbesar

TIMIKA – Menuju Satu Data Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan data yang akurat dan berkualitas, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Forum Satu Data Indonesia.

Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (12/11/2024) ini dalam rangka mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.

Ketua Panitia, Samuel Mote dalam laporannya menyampaikan, latar belakang satu data Indonesia sangat penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pengetahuan dan evaluasi penyelenggaraan Pembangunan Daerah.

“Kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai upaya pemerintah daerah Kabupaten Mimika untuk mendukung terwujudnya satu data Indonesia,”kata Samuel.

Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Setda Mimika, Willem Naa dalam sambutannya mengatakan,sesuai amanat Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.

Langkah ini akan simultan dengan perbaikan penyelenggaraan dan pengelolaan pemerintah secara lebih baik sebagai langkah awal menuju terciptanya pemerintahan yang good governance.

“Kita berharap nantinya masyarakat serta pelaku bisnis akan dapat melihat berbagai perkembangan pembangunan serta potensi bisnis di Kabupaten Mimika ini. Jadi dengan data-data yang dimiliki, pemerintah akan lebih mudah untuk mengambil suatu kebijakan,”kata Willem.

Menurutnya, minimnya data secara kuantitas ataupun kualitas tidak akan menghasilkan analisa yang mendalam tentang suatu masalah dan tidak akan cukup kuat bila dijadikan bahan pengambilan keputusan atau perencanaan pemahaman atas data yang dibutuhkan serta sumber perolehan dari data tersebut.

“Ini harus diidentifikasikan, karena data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas,”ujar Willem.

Dikatakan juga bahwa dalam penyelenggaraan satu data Indonesia, walidata mempunyai tugas untuk memeriksa kesesuaian data yang disampaikan oleh produsen data sesuai dengan prinsip satu data Indonesia.

“Ini mengingat betapa pentingnya data, maka perlu adanya penguatan kualitas data statistik sektoral, baik dari aspek alur pengumpulan data maupun aspek proses pengelolaannya,” kata Willem. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Konflik Timur Tengah, Keberangkatan Umroh Sementara Dipending

13 Maret 2026 - 13:54 WIB

IMG 20260313 WA0010

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183
Trending di Headline