TIMIKA – Menuju Satu Data Indonesia dalam mewujudkan pengelolaan data yang akurat dan berkualitas, Pemerintah Kabupaten Mimika melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) menggelar kegiatan Forum Satu Data Indonesia.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Grand Tembaga, Selasa (12/11/2024) ini dalam rangka mendukung implementasi kebijakan Satu Data Indonesia (SDI) yang diatur dalam Peraturan Presiden Nomor 39 Tahun 2019.
Ketua Panitia, Samuel Mote dalam laporannya menyampaikan, latar belakang satu data Indonesia sangat penting artinya bagi perencanaan, pelaksanaan, pengetahuan dan evaluasi penyelenggaraan Pembangunan Daerah.
“Kegiatan ini dilaksanakan juga sebagai upaya pemerintah daerah Kabupaten Mimika untuk mendukung terwujudnya satu data Indonesia,”kata Samuel.
Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan pada Setda Mimika, Willem Naa dalam sambutannya mengatakan,sesuai amanat Peraturan Presiden nomor 39 tahun 2019 tentang satu data Indonesia.
Langkah ini akan simultan dengan perbaikan penyelenggaraan dan pengelolaan pemerintah secara lebih baik sebagai langkah awal menuju terciptanya pemerintahan yang good governance.
“Kita berharap nantinya masyarakat serta pelaku bisnis akan dapat melihat berbagai perkembangan pembangunan serta potensi bisnis di Kabupaten Mimika ini. Jadi dengan data-data yang dimiliki, pemerintah akan lebih mudah untuk mengambil suatu kebijakan,”kata Willem.
Menurutnya, minimnya data secara kuantitas ataupun kualitas tidak akan menghasilkan analisa yang mendalam tentang suatu masalah dan tidak akan cukup kuat bila dijadikan bahan pengambilan keputusan atau perencanaan pemahaman atas data yang dibutuhkan serta sumber perolehan dari data tersebut.
“Ini harus diidentifikasikan, karena data yang berkualitas akan menghasilkan pembangunan yang berkualitas,”ujar Willem.
Dikatakan juga bahwa dalam penyelenggaraan satu data Indonesia, walidata mempunyai tugas untuk memeriksa kesesuaian data yang disampaikan oleh produsen data sesuai dengan prinsip satu data Indonesia.
“Ini mengingat betapa pentingnya data, maka perlu adanya penguatan kualitas data statistik sektoral, baik dari aspek alur pengumpulan data maupun aspek proses pengelolaannya,” kata Willem. (IT)






