TIMIKA – Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menyerahkan langsung bantuan alat pascapanen kopi kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kelurahan Kamoro Jaya, Distrik Wania, Kabupaten Mimika, Papua Tengah, pada Sabtu (24/10/2026).
Penyerahan bantuan melalui Pemerintah Provinsi Papua Tengah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah untuk mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat asli Papua Tengah.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah, drh. Rafael Heri Nugroho, S.KH., menjelaskan bahwa Papua Tengah memiliki potensi kopi yang besar. Perkebunan kopi rakyat, khususnya di wilayah dataran tinggi, diharapkan menjadi salah satu komoditas unggulan subsektor perkebunan karena memiliki cita rasa khas.

Namun, selama ini petani masih menghadapi kendala dalam proses pascapanen. Pengolahan yang dilakukan secara manual menyebabkan mutu biji kopi belum seragam, waktu pengolahan relatif lama, serta harga jual di tingkat petani masih rendah. Padahal, penanganan setelah panen menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kualitas kopi yang dihasilkan.
Untuk mengatasi kendala tersebut, pemerintah provinsi menyalurkan lima jenis peralatan kepada Kelompok Tani Tunas Jaya di Kabupaten Mimika.
Bantuan tersebut terdiri atas satu unit mesin pengupas kulit kopi basah (pulper), satu unit mesin pengupas kulit kopi kering (huller), satu unit mesin sangrai (roasting), satu unit mesin penggiling (grinder), serta satu unit alat penyegel kemasan.
Melalui bantuan ini, pemerintah berharap mutu kopi petani meningkat dan mampu memenuhi standar pasar. Petani juga diharapkan tidak hanya menjual buah kopi merah (cherry), tetapi dapat mengolah hasil panen menjadi biji kopi hijau (green bean) maupun kopi bubuk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.
Peningkatan kemampuan pengolahan tersebut diharapkan berdampak pada kenaikan pendapatan dan kesejahteraan petani, sekaligus memperluas pengenalan kopi Papua Tengah di pasar nasional maupun ekspor.
Rafael mengatakan, dukungan pemerintah tidak berhenti pada penyerahan peralatan. Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Papua Tengah akan memberikan bimbingan teknis mengenai pengoperasian dan perawatan alat, serta pendampingan oleh penyuluh di lapangan.
Ia juga mengingatkan kelompok tani penerima agar memanfaatkan bantuan tersebut secara bertanggung jawab. Seluruh peralatan merupakan milik bersama kelompok sehingga harus digunakan dan dirawat dengan baik, tidak dijual, tidak dipindahtangankan, serta tidak dibiarkan rusak.
Pemerintah akan melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk memastikan peralatan dimanfaatkan sesuai tujuan program.
Ke depan, Pemprov Papua Tengah juga akan mendorong penguatan kelembagaan koperasi, pengembangan kemitraan dengan pembeli dan off-taker, serta promosi kopi Papua Tengah. Upaya ini diarahkan untuk memperkuat rantai usaha kopi dari hulu hingga hilir.
Melalui penyerahan bantuan tersebut, pemerintah berharap petani kopi semakin mampu mengembangkan usaha pengolahan hasil perkebunan, meningkatkan nilai tambah produk, dan memperluas akses pasar bagi kopi Papua Tengah. (MB)







