Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

PIN Polio Segera Berakhir, Kabupaten Mimika Masih Kurang 21 Persen

Etty Welerbadge-check


					PIN Polio Segera Berakhir, Kabupaten Mimika Masih Kurang 21 Persen Perbesar

TIMIKA – Guna mendorong percepatan pelaksanaan PIN Polio, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika gelar pertemuan lintas sektor bersama para Kepala Puskesmas, Tokoh Agama, TP-PPK, Kepala Distrik dan Kepala Kelurahan.

PIN Polio akan berakhir pada 30 September 2024 mendatang. Sementara Kabupaten Mimika masih ada pekerjaan rumah sebesar 21 persen untuk mencapai target yaitu 95 persen atau 55.750 anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Fransiska Tekege menyebut, cakupan polio pada putaran satu mencapai 74 persen, putaran kedua 64 persen, putaran ketiga 26 persen. Data ini dikumpulkan dari 26 Puskesmas yang berada di Wilayah pesisir, pegunungan dan  kota.

Putaran pertama masih kurang 21 persen dan itu harus terkejar dalam 14 hari ke depan. Sambil jalan, kita juga harus capai target untuk putaran 2 hingga empat yang sudah berjalan dari minggu lalu,” ujar Fransiska saat diwawancarai, Kamis (12/09). 

Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah yang dinamis, dengan mobilitas penduduk tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan PIN Polio. Oleh karena itu kerja sama lintas sektor diperlukan  mengatasi berbagai hambatan logistik, sosial maupun budaya.

“Kita berharap, seluruh anak di kabupaten Mimika lebih khusus di wilayah yang memiliki sasaran dapat menerima imunisasi polio tepat waktu, mengingat penyakit polio ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan anak cacat seumur hidup,” pungkasnya. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline