TIMIKA – Guna mendorong percepatan pelaksanaan PIN Polio, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika gelar pertemuan lintas sektor bersama para Kepala Puskesmas, Tokoh Agama, TP-PPK, Kepala Distrik dan Kepala Kelurahan.
PIN Polio akan berakhir pada 30 September 2024 mendatang. Sementara Kabupaten Mimika masih ada pekerjaan rumah sebesar 21 persen untuk mencapai target yaitu 95 persen atau 55.750 anak.
Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Fransiska Tekege menyebut, cakupan polio pada putaran satu mencapai 74 persen, putaran kedua 64 persen, putaran ketiga 26 persen. Data ini dikumpulkan dari 26 Puskesmas yang berada di Wilayah pesisir, pegunungan dan kota.
“Putaran pertama masih kurang 21 persen dan itu harus terkejar dalam 14 hari ke depan. Sambil jalan, kita juga harus capai target untuk putaran 2 hingga empat yang sudah berjalan dari minggu lalu,” ujar Fransiska saat diwawancarai, Kamis (12/09).
Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah yang dinamis, dengan mobilitas penduduk tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan PIN Polio. Oleh karena itu kerja sama lintas sektor diperlukan mengatasi berbagai hambatan logistik, sosial maupun budaya.
“Kita berharap, seluruh anak di kabupaten Mimika lebih khusus di wilayah yang memiliki sasaran dapat menerima imunisasi polio tepat waktu, mengingat penyakit polio ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan anak cacat seumur hidup,” pungkasnya. (EWR)






