Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Headline

PIN Polio Segera Berakhir, Kabupaten Mimika Masih Kurang 21 Persen

Etty Welerbadge-check


					PIN Polio Segera Berakhir, Kabupaten Mimika Masih Kurang 21 Persen Perbesar

TIMIKA – Guna mendorong percepatan pelaksanaan PIN Polio, Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika gelar pertemuan lintas sektor bersama para Kepala Puskesmas, Tokoh Agama, TP-PPK, Kepala Distrik dan Kepala Kelurahan.

PIN Polio akan berakhir pada 30 September 2024 mendatang. Sementara Kabupaten Mimika masih ada pekerjaan rumah sebesar 21 persen untuk mencapai target yaitu 95 persen atau 55.750 anak.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika, Fransiska Tekege menyebut, cakupan polio pada putaran satu mencapai 74 persen, putaran kedua 64 persen, putaran ketiga 26 persen. Data ini dikumpulkan dari 26 Puskesmas yang berada di Wilayah pesisir, pegunungan dan  kota.

Putaran pertama masih kurang 21 persen dan itu harus terkejar dalam 14 hari ke depan. Sambil jalan, kita juga harus capai target untuk putaran 2 hingga empat yang sudah berjalan dari minggu lalu,” ujar Fransiska saat diwawancarai, Kamis (12/09). 

Kabupaten Mimika merupakan salah satu daerah yang dinamis, dengan mobilitas penduduk tinggi memiliki tantangan tersendiri dalam pelaksanaan PIN Polio. Oleh karena itu kerja sama lintas sektor diperlukan  mengatasi berbagai hambatan logistik, sosial maupun budaya.

“Kita berharap, seluruh anak di kabupaten Mimika lebih khusus di wilayah yang memiliki sasaran dapat menerima imunisasi polio tepat waktu, mengingat penyakit polio ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan anak cacat seumur hidup,” pungkasnya. (EWR)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Penulis Buku Kontekstual Papua: Pembelajaran Harus Dekat dengan Kehidupan Siswa

13 Maret 2026 - 11:28 WIB

IMG 20260313 WA0224

John NR Gobai: Prioritaskan Anak Asli Papua dalam Jabatan Strategis, Wujudkan Pembangunan Berbasis Lokal Sesuai Amanat PP 106/2021

13 Maret 2026 - 11:24 WIB

IMG 20260313 WA0223

Pemprov Papua Tengah Lanjutkan Program Sekolah Gratis, Fokus Dorong Anak Papua Tetap Bersekolah

13 Maret 2026 - 11:19 WIB

IMG 20260313 WA0185

Pemprov Papua Tengah Sosialisasikan Buku Pembelajaran Kontekstual di SMA Negeri Meepago Nabire

13 Maret 2026 - 11:07 WIB

IMG 20260313 WA0183

Demi Berjalan Lancarnya Aksi Demo, Ratusan Personel Gabungan Lakukan Pengamanan

13 Maret 2026 - 11:00 WIB

IMG 20260313 WA0165
Trending di Headline