Menu

Mode Gelap
Natalius Pigai Serukan Model Demokrasi Tanpa Sekat: Pelajaran dari Papua untuk Indonesia Batas Aktivasi Rekening PIP 2025 Resmi Diperpanjang hingga 13 Maret 2026 Komite III DPD RI Apresiasi Program Kemenkes, OAP Papua Diprioritaskan Jadi Tenaga Medis OPINI : Saat Vatikan Menjaga Jarak, Indonesia Memasuki Arena Natalius Pigai: Komnas HAM Akan Bekerja Seperti KPK, Boleh Bentuk Unit Penyidikan HAM Wilhelmus Pigai Fasilitasi Nobar Refleksi 1 Tahun Kepemimpinan Papua Tengah, Libatkan Siswa dan Mahasiswa

Uncategorized

Yance Rumbino “Pencipta lagu Tanah Papua” Berpulang

Etty Welerbadge-check


					Yance Rumbino “Pencipta lagu Tanah Papua” Berpulang Perbesar

TIMIKA – Pencipta lagu” Tanah Papua” Yance Rumbino berpulang. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada hari Kamis dini hari pukul 01.24 WIT di RSUD Biak.

Berita duka sang mahestro yang dikenal luas di masyarakat ini, sangat dekat dengan masyarakat Papua lewat musik tradisional yang menjadi identitas budaya Papua.

Lagu Tanah Papua, lahir dari pengalaman almarhum saat hidup, sering dinyanyikan dalam berbagai momen penting baik lokal dan nasional.

Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat dan seluruh masyarakat Papua.

Rangkaian ucapan duka, sejak kepergian almarhum, banyak disampaikan melalui pesan singkat Whatsapp grup dan laman Facebook.

Tidak hanya seorang seniman, beliau telah banyak menginspirasi anak muda Papua untuk mencintai dan melestarikan kebudayaan Papua.

Menjadi guru sekaligus motivor bagi anak-anak muda, menciptakan lagu dan bernyanyi. Karyanya meninggalkan jejak yang dalam dihati seluruh masyarakat Papua.

Yance Rumbino Lahir di Sorong 22 Juni 1953 dari pasangan Robert Rumbino dan  Alexandria Morin. Putra asli Biak ini mengawali  pendidikan formal di SD YPK Betlehem di Biak.

Di bangku kelas 3, Yero sapaan akrabnya sudah mengenal notasi not dan baginya seni penting, karena mempengaruhi seluruh aspek kehidupan masyarakat manusia.

Setelahnya, melanjutkan Sekolah Pendidikan Guru (SPG) YPK Biak tahun 1975 dan di usia 22 tahun saat itu, mengabdikan dirinya di SDN Inpres Sinak Puncak (dulu Paniai).

Tahun 1978, dipindah tugaskan menjadi kepala SDN Inpres Siriwini di Kabupaten Nabire. Pengalaman bertugas di Paniai, berjalan kaki 21 KM melewati Gunung yang menjulang tinggi, lembah dan sungai itulah awal mula menginspirasinya menciptakan lagu.

Pada November 1985 di bukit Gamei, Distrik Topov terciptalah lagu yang diberi judul ” Irian Jayaku” .

Seiring perubahan nama Irian Jaya menjadi Papua saat bergulirnya UU Otonomi Khusus tahun 2001, maka  judul lagupun berubah menjadi” Tanah Papua”.

Lagu yang menyiratkan setiap orang yang hidup diatas tanah Papua untuk menghargai dan mensyukuri karya Tuhan.

Lagu tersebut kemudian ditulis kembali dalam dua bahasa lainnya  dengan bahasa Biak” Supo Papua”  dan Inggris” The Land of Papua”.

Beberapa penghargaan yang diterima Yero antara lain penghargaan dari Bupati Nabire (2005), Gubernur Papua (2015), dan Dewan Kesenian Tanah Papua (2016). Namun Yero belum pernah menerima royalti walaupun beberapa penyanyi membuat rekaman lagu tersebut.

Almarhum yang tercatat telah menghasilkan ratusan lagu ciptaanya, saat pensiun dengan jabatan terakhirnya sebagai Kepala Bidang Promosi/Penyuluhan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata tahun 2010, memilih menghabiskan waktu di pulau Undi Distrik Padaido Kabupaten Biak Numfor hingga menghembuskan napas terakhirnya. (Zen)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah

1 Januari 2026 - 06:15 WIB

Whatsapp Image 202aa5 04 01 At 01.36.07

Ditetapkan 53 Hektar Lahan Padi di Kimi, Produksi Papua Tengah Diharap Meningkat

22 November 2025 - 04:06 WIB

Img 20251122 130527

OPINI : Perizinan Usaha Minuman Beralkohol dalam Otsus Papua: Antara Kewenangan dan Tanggung Jawab Daerah

13 November 2025 - 04:02 WIB

Img 20251102 wa0155

Bantuan Sembako Otsus untuk Warga Kwamki Narama Sudah Disalurkan

17 Oktober 2025 - 06:58 WIB

Whatsapp image 2025 10 17 at 14.19.41

Wilhelmus Pigai Gelar Sosialisasi 4 Pilar di Nabire, Angkat Tema Bhinneka Tunggal Ika

8 September 2025 - 11:26 WIB

Whatsapp image 2025 09 14 at 19.46.11 (1)
Trending di Uncategorized