Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Tunda RDP Dengan Sejumlah Perusahaan Sub Kontraktor di Timika, Herman Gafur: “Kami Ingin Data Pasti, Berapa Jumlah Karyawan OAP Khususnya Amungme dan Kamoro” 

Etty Welerbadge-check


					Tunda RDP Dengan Sejumlah Perusahaan Sub Kontraktor di Timika, Herman Gafur: “Kami Ingin Data Pasti, Berapa Jumlah Karyawan OAP Khususnya Amungme dan Kamoro”  Perbesar

TIMIKA – Karena tidak bisa menampilkan (presentase) jumlah karyawan khusus Orang Asli Papua (OAP) yang diserap pada saat Rapat Dengar Pendapat (RDP), Komisi III DPRK Mimika pun akhirnya menunda RDP hingga waktu yang belum ditentukan.

RDP yang diselenggarakan oleh Komisi III DPRK Mimika pada Jumat (20/09/2025) di aula pertemuan dengan sejumlah perwakilan perusahaan sub Kontraktor, diantaranya Goveral dan HRD Recruting PTFI, PT Trakindo, PT United Tractors, PT Petrosea, PT Avco, PT Mpaigelah, Buma Intinaker, serta PT  Kuala Pelabuhan Indonesia (KPI).

Ketua Komisi III DPRK, Herman Gafur saat RDP sangat menyayangkan hadir tanpa membawa data jelas yang harusnya dipresentasikan.

“Sangat disayangkan, bapak dan ibu hadir tanpa membawa data yang jelas yang harusnya dipresentasikan kepada kami. Kami sudah berikan undangan dan tertera bahwa RDP digelar bertujuan untuk mendata tenaga kerja yang diserap, khususnya tenaga kerja OAP,” ungkapnya.

Disampaikan Herman bahwa pada saat nanti dilaksanakan RDP lagi, setiap Sub Kontraktor wajib menghadirkan masing-masing pimpinan tanpa diwakili.

“Kami mohon maaf putusan ini bukan karena kami marah, tapi semua karena keprihatinan kami sebagai lembaga yang diberi amanah untuk mewakili suara masyarakat, khususnya Amungme dan Kamoro. Rapat ini kami tunda sampai bapak dan ibu siapkan data. Dan RDP berikutnya,tolong yang hadir harus pimpinan,” ujarnya.

Hal yang sama juga disampaikan oleh sejumlah anggota Komisi III, dimana mereka berharap dalam RDP itu setiap perusahaan menampilkan data karyawan secara terperinci. DPRK butuh data, karena punya tanggung jawab untuk memastikan apakah pencaker di Mimika sudah mendapat pekerjaan atau masih terlunta-lunta.

Salah satunya, Rampeani Rachman Fredewina Materani bahwa DPRK merupakan mitra Pemerintah sehingga wajib  mengetahui secara jelas seberapa banyak pekerja OAP yang diterima oleh setiap perusahaan.

“Kalau memang, setiap perusahaan menilai pencaker OAP tidak mampu dan tidak berkompeten,maka sampaikan,sehingga DPRK dan Pemkab mencari solusi. Tujuan kami adalah bagimana supaya bisa bersinergi, berkolaborasi dan mencari solusi bersama. Kami dan pemerintah bertanggung jawab untuk para pencaker ini,” tegas Rampeani. (IT)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline