Menu

Mode Gelap
Sengketa PAW DPR Papua Tengah, Simon Gobai Resmi Tunjuk Yakehu sebagai Kuasa Hukum Natal di Tengah Luka Bangsa: Refleksi dari Sumatera hingga Papua Kepsek SD Inpres Nabarua Sampaikan Terima Kasih, 159 Siswa Terima PIP Usulan Senator Wilhelmus Pigai Sinergi Membangun SDM: Wilhelmus Pigai Dukung Penuh Program Pendidikan Gratis Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa: 2026 Adalah Tahun Lompatan Besar bagi Pendidikan Gratis di Papua Tengah Pesta Kembang Api Spektakuler di Pantai Nabire, Masyarakat: Terima Kasih Gubernur Meki Nawipa

Headline

Apresiasi Laporan YLBHI, Eka Yeimo Menilai Pendekatan Militer Tidak Selesaikan Masalah, Masyarakat Butuh Dialog 

Etty Welerbadge-check


					Apresiasi Laporan YLBHI, Eka Yeimo Menilai Pendekatan Militer Tidak Selesaikan Masalah, Masyarakat Butuh Dialog  Perbesar

NABIRE — Senator DPD RI Daerah Pemilihan Papua Tengah, Eka Kristina Murib Yeimo, mengapresiasi laporan Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) mengenai situasi Hak Asasi Manusia (HAM) di Papua periode 2023–2025 bertajuk “Papua dalam Cengkeraman Militer”.

Apresiasi tersebut disampaikan Eka Yeimo saat menghadiri peluncuran laporan situasi HAM Papua 2023–2025 di Gedung YLBHI, Jakarta Pusat, Selasa (16/12/2025).

Menurut Eka Yeimo, laporan YLBHI tersebut menjadi referensi penting dalam membaca kondisi riil masyarakat Papua. Ia menilai pendekatan militer tidak dapat dijadikan satu-satunya cara dalam menyelesaikan persoalan Papua yang kompleks dan berlarut-larut.

“Pendekatan militer tidak akan menyelesaikan masalah. Masyarakat Papua membutuhkan dialog sebagai jalan keluar yang bermartabat dan manusiawi,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Eka Yeimo juga menyampaikan sejumlah poin penting berdasarkan analisis akademik, hukum nasional dan internasional, perspektif HAM, serta nilai iman Kristen, sebagai tanggapan atas riset yang disusun YLBHI.

Ia menegaskan bahwa pengiriman dan pelaksanaan operasi militer di Papua perlu ditinjau kembali secara menyeluruh.

“ Peninjauan tersebut harus dilakukan secara hukum, komprehensif, dan transparan, termasuk kejelasan status hukum operasi, dasar kebijakan yang digunakan, serta prinsip akuntabilitas hukum yang jelas kepada publik,” ungkap Senator DPD RI Dapil Papua Tengah ini.

Selain itu, Eka Yeimo menekankan bahwa kebijakan keamanan tidak boleh berdiri sendiri, melainkan harus berjalan seimbang dengan perlindungan hak-hak sipil dan ekonomi masyarakat Papua.

“Pendekatan keamanan wajib menghormati martabat manusia serta menjunjung tinggi supremasi hukum,” tegas Yeimo.

Ia juga mengingatkan bahwa negara memiliki kewajiban konstitusional dan internasional untuk menghormati, melindungi, dan memenuhi hak asasi manusia warga Papua.

“Hak-hak tersebut mencakup hak atas kehidupan, rasa aman, pendidikan, serta hak untuk hidup tanpa kekerasan dan intimidasi,” tuturnya.

Lebih lanjut, Eka Yeimo menegaskan pentingnya pendekatan humanis, dialog, dan rekonsiliasi dalam menyelesaikan persoalan Papua. Menurutnya, pendekatan militeristik semata tidak akan mampu menyelesaikan konflik struktural yang telah berlangsung lama dan berakar pada sejarah panjang.

“Penyelesaian konflik Papua harus mengutamakan dialog yang jujur dan setara, serta rekonsiliasi yang bermartabat, bukan hanya pendekatan kekuatan,” ujarnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai Kristiani yang menjunjung tinggi martabat manusia dan panggilan untuk membawa damai seharusnya menjadi landasan moral dalam membangun dialog dan mencari penyelesaian yang adil, dalam bingkai pluralisme dan persatuan Republik Indonesia.

Sebagai senator asal Papua Tengah, Eka Yeimo berharap pemerintah pusat membuka ruang dialog yang luas dan bermartabat guna menciptakan rasa aman, keadilan, serta perdamaian yang berkelanjutan di Tanah Papua. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Speed Boat Alami Laka Laut, Seluruh Penumpang Berhasil Dievakuasi

13 Januari 2026 - 14:00 WIB

Img 20260113 wa0134

Pelajar SMA Negeri 1 Nabire Apresiasi Festival Media Se-Tanah Papua, Dinilai Jadi Pondasi Jurnalistik

13 Januari 2026 - 13:56 WIB

Img 20260113 wa0125

Festival Media Se-Tanah Papua Perdana 2026 di Nabire, Dihadiri Ratusan Wartawan dan Tokoh Pers 

13 Januari 2026 - 13:44 WIB

Img 20260113 wa0117

Ribuan Umat Kingmi Ikut Ibadah Peringati Hari Pekabaran Injil Masuk ke Pedalaman

13 Januari 2026 - 13:31 WIB

Img 20260113 wa0115

Berkas Perkara Tiga Tersangka Narkoba Dilimpahkan ke Kejaksaan

13 Januari 2026 - 13:27 WIB

Img 20260113 wa0111
Trending di Headline