DEIYAI — Gubernur Papua Tengah Meki Nawipa merealisasikan komitmennya untuk mendukung pengrajin perahu lokal di Kabupaten Deiyai. Sebanyak 10 unit perahu dipesan dengan nilai Rp100 juta dan pembayarannya telah diterima oleh pengrajin lokal, Frei Mote.
Realisasi tersebut disampaikan Bupati Deiyai Melkianus Mote, ST, bersama Frei Mote di Deiyai, Rabu (23/9/2026).
Melkianus menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Meki Nawipa yang telah menepati janji yang disampaikan sebelumnya untuk membeli perahu hasil karya pengrajin lokal Deiyai.
“Terima kasih banyak kepada Bapak Gubernur Provinsi Papua Tengah, Bapak Meki Nawipa, karena sudah menepati janji untuk membeli 10 perahu dari tukang kayu yang ada di Kabupaten Deiyai,” ujar Melkianus.
Ia menjelaskan, dana sebesar Rp100 juta telah ditransfer dan diterima langsung oleh Frei Mote melalui rekening pribadinya. Dana tersebut digunakan untuk membiayai pembuatan 10 perahu yang telah dipesan.
“Pada hari ini juga Bapak Frei sudah menerima uang yang dikirim Bapak Gubernur sejumlah Rp100 juta dan langsung masuk ke rekening beliau sendiri,” katanya.
Menurut Melkianus, dukungan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembelian perahu. Pemerintah Kabupaten Deiyai juga masih menunggu realisasi komitmen pembangunan tempat pembuatan perahu bagi pengrajin lokal.
Ia menyebutkan, terdapat rencana pembangunan dua tempat pembuatan perahu, masing-masing di Kampung Mugouda dan Kampung Motano.
“Berikutnya kami menunggu janji Bapak Gubernur yang akan membangun dua tempat pembuatan perahu, satu di Desa Mugouda dan satu di Desa Motano,” ujar Melkianus.
Sementara itu, Frei Mote menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur Meki Nawipa atas perhatian yang diberikan kepada pengrajin perahu lokal di Kabupaten Deiyai.
Frei mengatakan, pesanan 10 perahu tersebut menjadi bentuk perhatian terhadap keterampilan masyarakat lokal yang selama ini menekuni pembuatan perahu.
“Saya merasa bangga dengan kunjungan Bapak Gubernur ke Deiyai yang mau membangun tempat pembuatan perahu. Saya juga berterima kasih karena Bapak sudah memesan 10 perahu,” kata Frei.
Ia membenarkan bahwa pembayaran sebesar Rp100 juta telah diterimanya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas uang sebesar Rp100 juta yang Bapak kirim untuk membeli 10 perahu. Saya merasa senang,” ujarnya.
Frei berharap rencana pembangunan tempat pembuatan perahu dapat segera diwujudkan sehingga para pengrajin lokal memiliki tempat yang lebih memadai untuk bekerja dan meningkatkan produksi.
“Kami menunggu janji Bapak mengenai pembangunan rumah atau tempat untuk membuat perahu yang sudah Bapak janjikan,” katanya.
Realisasi pembelian 10 perahu tersebut diharapkan dapat mendukung keberlangsungan usaha pengrajin lokal sekaligus mendorong pemanfaatan potensi perairan Danau Tigi dan pengembangan ekonomi masyarakat di Kabupaten Deiyai. (SK)







