Menu

Mode Gelap
Aksi APDESI di Monas Hari Ini: 2.155 Personel Gabungan Disiagakan, Polisi Imbau Jaga Ketertiban DPD RI Soroti Krisis Kesehatan Mental Perempuan dan Ancaman Digital Jakarta Stop Pengalihan Isu! Senator Kambuaya Desak Presiden Prabowo Segera Audit Total Izin Perusak dan Fokus Bencana Meningkatnya Kriminalitas: Akar Masalah dan Solusi Holistik (Ditinjau dari Sosiologi Hukum) Banjir Bandang Sumatera: Alarm Bencana Ekologis dan Slow Violence di Seluruh Indonesia Gubernur Meki Nawipa Kucurkan Lebih dari Rp 90 Miliar, Wujudkan Pendidikan Gratis di Papua Tengah

Headline

Pengojek Nabire Klarifikasi: Tidak Terlibat dalam Aksi Kelompok Kebangsaan

Etty Welerbadge-check


					Pengojek Nabire Klarifikasi: Tidak Terlibat dalam Aksi Kelompok Kebangsaan Perbesar

NABIRE — Sejumlah pengojek di Kota Nabire menyampaikan klarifikasi terbuka terkait isu keterlibatan mereka dalam aksi yang dilakukan kelompok yang menamakan diri *Forum Gabungan Organisasi Kebangsaan Republik Indonesia di Papua Tengah di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Papua Tengah (DPDPT) pada Selasa (25/11).

Kelompok tersebut sebelumnya menyampaikan empat poin aspirasi, salah satunya dukungan terhadap TNI/Polri dalam penegakan hukum terhadap kelompok separatis di Papua Tengah. Namun setelah pernyataan itu dimuat di media, KOMNAS TPNPB-OPM mengeluarkan ancaman akan mengeksekusi “agen intelijen” yang disebut berprofesi sebagai pengojek di Nabire.

Ketegangan meningkat setelah dalam aksi itu terlihat beberapa peserta memakai helm biru dan mengatasnamakan diri sebagai pengojek, sehingga menimbulkan kesan bahwa para pengojek di Nabire ikut terlibat dalam aksi tersebut.

Pengojek Helm Biru: Tidak Mewakili Semua

Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa oknum yang membawa spanduk dalam aksi tersebut merupakan bagian dari komunitas ojek helm biru dari Komunitas Nabire Baru, yang anggotanya diperkirakan lebih dari 200 orang.

Namun, banyak pengojek mengaku dirugikan atas tindakan oknum tersebut. Khawatir tempat mencari nafkah mereka terdampak, puluhan pengojek dari berbagai pangkalan—termasuk Pasar Karang—menggelar jumpa pers untuk menyatakan bahwa mereka tidak terlibat dan tidak berafiliasi dengan kelompok mana pun.

Pamax (31), pengojek Pasar Karang sekaligus anggota Komunitas Nabire Baru, menegaskan bahwa hanya segelintir orang yang hadir dalam aksi tersebut.

“Dalam poster terlihat beberapa orang memakai helm biru dan mengatasnamakan ojek, tetapi itu tidak mewakili semua pengojek di Kota Nabire,” tegas Pamax.
“Kami ojek hanya untuk mencari kebutuhan sehari-hari dan tidak memihak baik TNI maupun TPNPB-OPM. Tugas kami hanya mengantar penumpang.”

Ia menambahkan bahwa klarifikasi ini penting agar masyarakat tidak salah memahami situasi dan tidak menggeneralisasi seluruh pengojek.

Pengojek Minta Jangan Dilibatkan

Di lokasi yang sama, Yan (29), pengojek helm biru lainnya, meminta agar para oknum yang terlibat aksi tidak menyeret nama seluruh pengojek.

“Kami minta kepada pihak-pihak terkait untuk tidak melibatkan semua pengojek. Ini urusan oknum, jangan sampai merata-matakan seluruh pengojek yang sedang mencari nafkah,” ujarnya.

Yan juga menanggapi ancaman yang dikeluarkan KOMNAS TPNPB-OPM.

“Kalau memang mau cari siapa, silakan langsung ke oknumnya saja. Tidak semua pengojek terlibat.”

TPNPB-OPM Keluarkan Ancaman

Dalam siaran pers resmi, Juru Bicara KOMNAS TPNPB, Sebby Sambom, mengimbau pasukan TPNPB di wilayah adat Meepago untuk mengeksekusi pengojek berhelm biru dan kuning di Nabire. Mereka dituduh sebagai “bagian dari agen intelijen pemerintah Indonesia”.

Pernyataan tersebut membuat para pengojek merasa resah karena profesi mereka kini berada dalam situasi berbahaya akibat generalisasi tersebut. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Dilantik Jadi Ketua IK3M, Anton Welerubun Bersama Dua Raja Mengajak Warga Kei di Mimika Jaga Persatuan dan Nama Baik Leluhur 

8 Desember 2025 - 15:36 WIB

20251206 135728

Pemkab Mimika Kebut Penyusunan APBD 2026, OPD Diminta Percepat Rampungkan RKA

8 Desember 2025 - 14:20 WIB

20250923 103622

LBH Papua Tengah Desak Aparat Gelar Razia Senjata Tajam di Mimika Jelang Natal dan Tahun Baru

8 Desember 2025 - 14:04 WIB

Img 20251208 wa0126

Garda Terdepan Distribusi Energi, Awak Mobil Tanki Pertamina Patra Niaga Papua dan Maluku Tingkatkan Kehandalan dan Kewaspadaan

8 Desember 2025 - 13:51 WIB

Img 20251208 wa0102

Ketua BMA Papua Tengah Ajak Warga Jaga Kamtibmas Jelang Hari HAM Sedunia

8 Desember 2025 - 13:43 WIB

Img 20251208 wa0118
Trending di Headline