Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Pembekalan Guru Mapega Daerah 3T, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Integritas dan Data Akurat dalam Pendidikan Papua Tengah

Etty Welerbadge-check


					Pembekalan Guru Mapega Daerah 3T, Gubernur Meki Nawipa Tekankan Integritas dan Data Akurat dalam Pendidikan Papua Tengah Perbesar

NABIRE — Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, menegaskan pentingnya kejujuran, integritas, dan pembenahan sistem data pendidikan dalam membangun masa depan sumber daya manusia di Papua Tengah.

Hal itu disampaikan dalam sambutannya saat membuka kegiatan Pembekalan Guru Mapega Daerah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar) yang digelar di Ballroom Kantor Gubernur Papua Tengah, Selasa (21/10/2025).

Dalam pidatonya yang penuh semangat, Gubernur Meki Nawipa menyoroti Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Papua Tengah yang masih berada di angka 60,44 pada tahun 2024, naik tipis dari 59,8 pada tahun sebelumnya. Menurutnya, angka tersebut menunjukkan masih perlunya kerja keras dan kesungguhan semua pihak untuk memperbaiki kualitas pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan masyarakat.

“Kalau kita belum sampai di atas 70, berarti kita harus kerja keras. Naikkan IPM itu tidak semudah yang kita harapkan. Tapi saya percaya, dengan program Mapega, IPM kita akan naik,” ujar Gubernur.

Ia juga menyoroti angka harapan hidup masyarakat Papua Tengah yang masih rendah — sekitar 65 tahun untuk laki-laki dan 68 tahun untuk perempuan. Menurutnya, hal itu menjadi cerminan pola hidup yang perlu diperbaiki oleh masyarakat, termasuk para guru.

“Kalau jadi guru, harus hidup baik, berpakaian rapi, mandi, tidur cukup. Supaya umur panjang. Jepang bisa 80–90 tahun, kita baru 65 sudah stroke. Jadi mulai sayang diri, sayang orang tua,” tegasnya disambut tawa peserta.

Lebih lanjut, Meki Nawipa menyoroti persoalan serius terkait manipulasi data pendidikan (DAPODIK) di sejumlah sekolah di wilayah Papua Tengah, yang menurutnya dilakukan oleh sebagian operator dan kepala sekolah demi keuntungan pribadi dari dana BOS.

“Saya mau tanya, kamu mau orang Papua ditipu terus atau tidak? Kita harus rapikan kali ini. Operator main, kepala sekolah main — itu kita harus lawan. Kita jadi guru, jadi sarjana untuk tolong orang Papua, bukan tipu orang Papua,” tegasnya.

Untuk itu, Gubernur berencana menerapkan sistem pendataan berbasis koordinat (GPS) di setiap rumah siswa agar data pendidikan lebih akurat dan tidak bisa dimanipulasi.

“Setiap distrik akan punya dua orang untuk ambil koordinat rumah siswa. Kita kasih kode GPS, supaya bisa cek langsung lewat Google Earth. Tanpa data, kita tidak bisa bereskan masa depan pendidikan,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Meki Nawipa juga menegaskan bahwa guru-guru Mapega merupakan tanggung jawab langsung Gubernur, bukan Bupati, karena program ini merupakan inisiatif khusus Pemerintah Provinsi Papua Tengah.

“Guru Mapega itu bosnya langsung saya, Gubernur. Jadi kalau bupati atau kepala sekolah suruh hal yang salah, jangan dengar. Ini program untuk tolong orang Papua, bukan untuk main data,” katanya dengan nada tegas.

Ia menambahkan, pembenahan pendidikan di Papua Tengah harus dimulai dari kejujuran dan tanggung jawab pribadi.

“Kalau kita orang Papua sendiri tidak jujur, bagaimana kita mau tolong orang lain? Cukup sampai di kita. Anak-anak kita nanti harus lebih baik dari kita,” ucapnya.

Di akhir sambutannya, Gubernur Meki Nawipa berpesan kepada para guru agar melayani dengan hati, bekerja dengan integritas, dan menjadikan pendidikan sebagai cahaya yang menerangi daerah-daerah tertinggal.

“Papua Tengah Terang harus mulai dari cahaya kecil — dari pinggiran, dari belakang gunung, dari pesisir. Kita harus punya hati melayani. Terang itu akan datang kalau kita jujur dan punya komitmen,” tutupnya.

Melalui pesan penuh refleksi tersebut, Gubernur Papua Tengah berharap agar seluruh tenaga guru daerah 3T menjadi pelopor perubahan nyata dalam membangun masa depan pendidikan yang bersih, jujur, dan berintegritas bagi generasi Papua Tengah. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Papua Perkuat Imunisasi di Wilayah Perbatasan, Media KIE Berbasis Budaya Lokal Disiapkan

23 September 2026 - 06:32 WIB

IMG 20260923 WA0035

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041
Trending di Headline