Menu

Mode Gelap
BULD DPD RI Uji Publik Regulasi Pendidikan Bali, Soroti Kewenangan Pusat dan Daerah Komite IV DPD RI Siapkan Uji Kelayakan dan Kepatutan 23 Calon Anggota BPK Periode 2026–2031 Anggota BULD DPD RI Wilhelmus Pigai Soroti Pemerataan Pendidikan di Papua Wilhelmus Pigai: APBN 2027 Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat Daerah HUT ke-81 MPR-DPR, DPD Dorong Parlemen Perkuat Kolaborasi dan Aspirasi Rakyat IKB PMKJ Jabodetabek Tempa Generasi Muda Jayawijaya Jadi Calon Pemimpin Papua

Headline

Komunitas Sastra Papua Sampaikan Duka Mendalam atas Kepergian Penulis dan Jurnalis Aprila Wayar

Etty Welerbadge-check


					Komunitas Sastra Papua Sampaikan Duka Mendalam atas Kepergian Penulis dan Jurnalis Aprila Wayar Perbesar

NABIRE – Komunitas Sastra Papua (Ko’SaPa) menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian Aprila Wayar, penulis perempuan Papua pertama sekaligus jurnalis yang dikenal vokal menyuarakan isu-isu kemanusiaan di Tanah Papua.

Dalam keterangan resmi yang disampaikan Koordinator Ko’SaPa, Hengky Yeimo, pada Sabtu (18/10/2025), komunitas ini mengenang Aprila sebagai sosok perempuan cerdas, berani, dan konsisten memperjuangkan suara masyarakat Papua melalui karya sastra maupun aktivitas sosialnya.

“Aprila adalah perempuan Papua yang berani, tegas, dan tidak ragu menyampaikan mana yang benar dan salah, terutama tentang nasib orang Papua. Ia sosok perempuan cerdas dan blak-blakan,” ujar Hengky.

Aprila Wayar dikenal luas sebagai penulis novel perempuan Papua pertama.

Ia menulis sejumlah karya penting yang menggambarkan perjuangan dan realitas sosial di Tanah Papua, di antaranya Mawar Hitam Tanpa Akar (2009), Dua Perempuan, Sentuh Papua (2018), Tambo Bunga Pala (2020), dan Hutan Rahasia (2020).

Novel Mawar Hitam Tanpa Akar membawa Aprila ke Ubud Writers and Readers Festival pada tahun 2012 dan 2015, serta ASEAN Literary Festival pada 2014. Karya-karyanya banyak mengangkat kisah perempuan dan isu-isu kemanusiaan, menjadikannya salah satu penulis yang paling berpengaruh di dunia sastra Papua.

Selain aktif menulis, Aprila juga dikenal sebagai jurnalis Papua Barat dan aktif dalam berbagai organisasi. Semasa kuliah di Semarang, ia terlibat di Forum Nasional Mahasiswa Papua (FNMP) dan mendirikan Fawawi Club, sebuah wadah yang mendorong lahirnya penulis muda asal Papua seperti Manfred Kudiai dan Julia Opki.

Ia juga mendirikan media Tapa News, kemudian melanjutkan kiprah jurnalistiknya bersama Manfred Kudiai melalui The Papua Journal, media yang berfokus pada isu sosial dan budaya Papua.

“Aprila bukan hanya teman berdiskusi tentang sastra dan literasi, tapi juga sahabat di lapangan saat kami memulai karier sebagai wartawan. Kami pernah meliput bersama di tengah situasi sulit, bahkan terkena gas air mata. Kenangan itu akan selalu saya ingat,” ungkap Hengky mengenang.

Ko’SaPa menilai kepergian Aprila Wayar merupakan kehilangan besar bagi dunia literasi dan jurnalisme Papua. Ia merupakan figur penting yang turut mendorong tumbuhnya kesadaran menulis, berdiskusi, dan berkarya di kalangan generasi muda Papua.

“Terima kasih Kaka Aprila telah menjadi inspirasi bagi kami semua. Karya dan semangatmu akan tetap hidup dalam perjuangan literasi Papua,” tutup Hengky Yeimo. (MB)

Facebook Comments Box

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Warga Wanggar Sari Apresiasi Dinkes Nabire Selesaikan Masalah Internal Puskesmas

22 September 2026 - 10:11 WIB

IMG 20260922 WA0050

Polda Papua dan Belanda Perkuat Komunikasi, Bahas Keamanan hingga Lingkungan

22 September 2026 - 10:07 WIB

IMG 20260922 WA0045

September, Realisasi Fisik APBD Mimika 52 Persen, Realisasi Keuangan 48 Persen

22 September 2026 - 10:01 WIB

IMG 20260922 WA0042

FKP, Pemkab Mimika Dorong Pelayanan Publik Lebih Inklusif 

22 September 2026 - 09:57 WIB

IMG 20260922 WA0041

Pendulang di Landfill Mile 38 Diminta Pindahkan Camp, Batas Waktu 29 September

22 September 2026 - 09:18 WIB

IMG 20260922 WA0040
Trending di Headline